5 kesalahan yang dilakukan pria dalam memilih pasangan
5 kesalahan yang dilakukan pria dalam memilih pasangan

Hallo!! Lohha!! .. Saya akan membuat suatu artikel yang berkaitan dengan kesalahan yang dilakukan pria dalam memilih pasangan. Adapun judul yang dapat saya buat yaitu 5 Kesalahan Yang Dilakukan Pria Dalam Memilih Pasangan Hidup.

Akhirnya saya dapat ide juga nih, untuk postingan yang lagi hits. Sejak beranjak remaja, kayaknya memilih dan dipilih pasangan itu jadi kata yang sering kita dengar ya. Bahkan seiring bertambahnya usia, kata-kata itu justru jadi kebutuhan primer. Sampai akhirnya kita menemukan pasangan yang tepat untuk melangkah lebih serius ke jenjang pernikahan. Nah, dalam postingan kali ini saya lagi tertarik nih mengamati dan memperhatikan tingkah laku lelaki dalam memilih bakal calon atau calon pasangan hidup.

Berikut adalah 5 kesalahan yang kerap kali dilakukan lelaki dalam memilih pasangannya.

  1. Lelaki pada umumnya, hanya melihat atau menilai penampilan dan dandanan wajah semata.

Pada umumnya, lelaki lebih memilih perempuan yang berpenampilan modis/seksi, make up tebal, mengendarai kendaraan orang tua, atau terlihat sosialita. Padahal sesungguhnya, kecantikan itu bukan apa yang kita pakai, kita rias atau kita pamerkan. Kecantikan itu justru yang berasal dari hati dan pikiran perempuan itu sendiri. Sejujurnya, hal ini akan memicu penyesalan ketika anda mengetahui pasangan anda tidak secantik saat mereka berdandan setelah pernikahan. Karena pasangan anda tidak mungkin ber-make up saat tidur, memasak atau mandi, bukan? Maka lebih baik, anda menerima mensyukuri dandanan dan kecantikan yang sederhana dan apa adanya. Jangan salah kaprah, saya tidak bilang perempuan tidak boleh ber-make up atau lelaki tidak boleh memilih pasangan yang hobi ber-make up. Namun jangan jadikan hal itu pertimbangan utama.

  1. Pada umumnya, lelaki lebih menyukai perempuan yang tidak banyak omong atau berkomentar tentang kebiasaannya.

Saya seorang lulusan Teknik Komputer, mendengar teknik memang identik dengan lelaki. Tidak heran bila saya jadi satu-satunya perempuan di kelas saya. Hal ini membuat saya sering mendengar isi hati dan keluhan teman-teman saya, termasuk tentang pasangan mereka, saat berkumpul bersama pada jam istirahat atau waktu-waktu berkumpul lainnya. Hampir setiap kali, bahasannya tidak jauh berbeda. Mereka kerap kali mengeluhkan sikap pasangan masing-masing yang sepertinya senang sekali mengomentari kebiasaan mereka. Misalnya : kebiasaan begadang, minum minuman keras, minum minuman bersoda/manis seusai makan, merokok (terlalu banyak pada kasus orang-orang tertentu yang memberi dispensasi untuk kebiasaan merokok), makan makanan tidak sehat, menonton siaran langsung pertandingan bola/moto GP/lainnya hingga dini hari (padahal begitu matahari terbit, harus berangkat kerja) atau bekerja tanpa mempertimbangkan istirahat.

Mereka menganggap seolah mereka dikekang atau diatur oleh pasangan mereka. Tanpa tahu atau mengerti maksud dan tujuan omel-omelan pasangan mereka. Sesungguhnya, kalau mereka memberikan sedikit saja hati mereka untuk mengerti dan memahami isi hati pasangan mereka. Omel-omelan itu justru bentuk sebuah pengorbanan. Saat para perempuan ini mengomel, atau marah, entah berapa banyak sel-sel tubuhnya yang mati, tak terhitung pula kerutan-kerutan halus yang muncul, atau bahkan akan mengurangi hari-hari mereka. Semua itu hanya demi menjaga kesehatan dan kebugaran pasangan yang dicintai. Layakkah pengorbanan ini dibayar dengan ocehan-ocehan menyepelekan atau kemurkaan? Bayangkan, jika pasangan anda tidak peduli dan tidak banyak bicara soal kebiasaan buruk ini.

Mungkin para lelaki ini akan dihampiri banyak penyakit sebelum usia pensiun. Seandai anda sakit sebelum anda pensiun, sebelum anak anda mandiri, dapatkah anda pastikan istri anda yang pendiam dan tidak peduli itu tetap bersama anda? Ada banyak lelaki yang ditinggal ‘istrinya’ saat sudah tidak bermata pencaharian, sedangkan mereka terlihat begitu manis dan tidak banyak omel saat suaminya masih segar bugar dan sehat wal’afiat. Nah, tentukan pilihan anda! (Ayah saya juga melakukan hal yang sama. Untungnya kakak laki-laki saya tidak, dia lebih paham artinya dicintai. Dan saya pun sedang mencari lelaki yang serupa. đŸ˜› )

  1. Sebagian lelaki juga menyukai telapak tangan halus perempuan.

Ada puluhan cerita legenda, sastra, film, bahkan sinetron yang menggambarkan sesosok perempuan dengan telapak tangan halus yang pantas dijadikan istri atau membuat sang pangeran jatuh cinta. Tahukah anda, apa saja yang menyebabkan tangan perempuan menjadi kasar? Mengerjakan pekerjaan rumah, seperti mencuci piring, mencuci pakaian, menyetrika, memasak, membereskan rumah menjadi alasan terbesar telapak tangan perempuan jadi kasar. Ya, meski tidak semua perempuan akan memiliki telapak tangan kasar karena mengerjakan pekerjaan rumah atau tidak semua perempuan bertelapak tangan halus tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Namun terlalu naif bila halusnya telapak tangan dijadikan motif utama jatuh cinta atau ketertarikan lelaki pada lawan jenisnya. Karena pada faktanya lelaki menikah agar ada seseorang yang dapat mengurus dan mengatur rumahnya (termasuk dirinya) serta merawat orang tuanya. Sedangkan pada dasarnya, dapat mengurus rumah, suami, anak dan orang tua dengan baik adalah naluri perempuan.

  1. Sebagian besar lelaki menyukai perempuan ogah-ogahan makan.

Menurut beberapa teman saya, perempuan itu tidak boleh menghabiskan satu porsi makanan yang disediakan restoran atau cafe. Kalau bisa cukup memesan setengah porsi, atau bereaksi seolah-olah sudah kenyang di depan lelaki walau hanya makan sedikit sekali (tidak benar-benar kenyang) dengan alasan agar terlihat manja.

Namun pernyataan berbeda datang dari ibu mertua kakak laki-laki saya. Mami, begitu ia kerap disapa, berkata bahwa kepribadian seseorang itu terlihat saat makan. Bila saat makan saja dia tidak bisa serius, tidak bisa memilih apakah benar dia sudah kenyang atau belum atau mungkin memilih tidak makan kalau memang masih kenyang, lantas bagaimana bisa dia mengatur rumah tangganya dengan baik. Itu sebabnya pula kakak ipar saya memilah-milah teman perempuannya yang akan diajak mampir ke rumah.

Ada pula beberapa jenis perempuan yang memang suka bermanja-manjaan saat makan. Jujur, sebagai perempuan saya tidak suka jenis perempuan ini. Dan untungnya saya bukan sejenis perempuan seperti demikian, kalau tidak, saya tidak akan bisa bertandang ke rumah ibu mertua kakak saya. Hehehehe…….

  1. Tidak mempertimbangkan tujuan hidup.

Meski tidak semua, namun masih ada saja lelaki yang menikah tanpa mempertimbangkan kesamaan visi, misi dan tujuan hidup dengan pasangannya. Hal ini merupakan hal yang sangat fatal dan bisa mengakibatkan pertengkaran jangka panjang. Ada baiknya, sebelum menikah kedua belah pihak harus saling mengetahui visi, misi dan tujuan hidup satu sama lain. Setidaknya, hubungan tersebut tidak akan berjalan di tempat.

Nah, begitulah kira-kira kesalahan yang sering lelaki lakukan. Semoga bermanfaat.

Penulis : Maria Elly Munthe

LEAVE A REPLY