Aktualisasi Diri Berlandaskan Pancasila

oleh -219 views
aktualisasi diri berlandaskan pancasila
aktualisasi diri berlandaskan pancasila

Web portal pendidikan – Selamat pagi sobat belapendidikan, artikel kali ini membahas tentang aktualisasi diri berlandaskan pancasila. Untuk selengkapnya dapat kamu simak dalam uraian berikut ini.

Aktualisasi Diri Berlandaskan Pancasila

Aktualisasi diri adalah keinginan seseorang untuk menggunakan semua kemampuan dirinya untuk mencapai apapun yang mereka mau dan bisa dilakukan (dictionary.cambridge.org).

Sehingga dari makna aktualisasi diri dapat disimpulkan bahwa Aktualisasi diri berlandaskan pancasila adalah penjabaran nilai-nilai pancasila dalam bentuk norma-norma serta merealisasikannya sebagai dasar tujuan dan proses dalam pencapaian sesuatu pada kehidupan.

Dalam proses mencapai sesuatu serta menetapkan tujuan yang akan dicapai harus dilakukan dengan cara yang benar yaitu sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

Pada era globalisasi ini, terdapat norma-norma yang mengalami disfungsi nilai yang semestinya harus dijunjung tinggi dalam kehidupan sosial. Contoh sederhana diantaranya masyarakat Indonesia yang terbiasa menjunjung tinggi norma kesopanan dan adat istiadat mulai memudar.

Baca artikel lain : Kelompok Sosial Primer dan Sekunder

Contoh lain, berkurangnya rasa keperdulian terhadap sekitar yang disebabkan perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga membuat masyarakat acuh tak acuh dan muncul sikap individualistik.

Contoh berikutnya yaitu timbulnya kesenjangan sosial antara manusia yang satu dengan manusia yang lain, memudarnya kesadaran terhadap nilai – nilai budaya bangsa, serta bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dampak-dampak negatif tersebut sangat berdampak pada nasib pembangunan Indonesia pada generasi ke depannya.

Korupsi, kolusi, dan nepotisme merajalela, penyebaran informasi atau berita palsu yang semakin mudah lewat sosial media, serta masyarakat yang mudah diadu domba dan dipengaruhi karena tidak adanya pendirian yang kokoh.

Ketika globalisasi tidak disikapi dengan cepat dan tepat maka hal ini akan mengancam eksistensi kita sebagai sebuah bangsa.

Globalisasi adalah tantangan bangsa ini yang bermula dari luar, sedangkan pluralisme sebagai tantangan dari dalam yang jika tidak disikapi secara bijak tentu berpotensi menjadi masalah yang bisa meledak suatu saat nanti.

Berhasil atau tidaknya kita menjawab tantangan keterbukaan zaman itu tergantung dari bagaimana kita memaknai dan menempatkan Pancasila dalam berpikir dan bertindak.

Oleh maka dari itu, artikel ini sangat bermanfaat dalam membuka pikiran dan mengubah mental masyarakat Indonesia serta menyadarkan kita untuk melakukan segala hal sesuai dengan nilai pancasila, dimana kita tidak hanya hafal sila-sila pancasila saja namun kita juga harus memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Aktualisasi diri berlandaskan pancasila lebih mengarah pada aktualisasi pancasila yang bersifat subyektif.

Aktualisasi Pancasila bersifat subyektif adalah pelaksanaan pancasila dalam setiap pribadi, perorangan, setiap warga negara, setiap individu, setiap penduduk, setiap penguasa, dan setiap orang Indonesia dalam aspek moral dalam kaitannya dengan hidup bernegara dan bermasyarakat.

Pengamalan pancasila yang subyektif ini justru lebih penting dari pengamalan yang obyektif karena pengamalan yang subyektif merupakan syarat pengamalan pancasila yang obyektif (Notonegoro,1974:44).

Dengan demikian, pelaksanaan pancasila yang subyektif ini berkaitan dengan kesadaran dan kesiapan individu untuk mengamalkan pancasila.

Dalam pengamalan pancasila yang subyektif ini bilamana nilai-nilai pancasila telah dipahami, diresapi, dan dihayati oleh seseorang maka orang itu telah memiliki moral pancasila.

Jika berlangsung terus menerus sehingga melekat dalam hati maka disebut dengan kepribadian pancasila. Oleh maka dari itu, Bangsa Indonesia memiliki perbedaan ciri karakteristik dengan bangsa lain.

Aktualisasi diri berlandaskan pancasila membentuk karakter insan-insan generasi bangsa yang nasionalis, cerdas, dan bermoral.

Beberapa contoh misalnya, seorang pemuda bercita-cita menjadi seorang anggota DPR.

Maka, Ia melatih kemampuannya di bidang politik, belajar dengan tekun dan memprioritaskan kejujuran serta kebenaran sebagaimana terkadung dalam nilai-nilai pancasila.

Maka ketika Ia telah berhasil menjadi anggota DPR, Ia mampu menjadi anggota DPR yang amanah dimana mampu bekerja secara maksimal menampung aspirasi masyarakat demi Indonesia yang lebih baik.

Contoh selanjutnya adalah ada seorang perempuan bercita-cita menjadi seorang dokter. Maka, ia menerjuni ilmu kedokteran dengan sungguh-sungguh.

Meskipun membutuhkan waktu yang lama, Ia menjalani setiap prosesnya dengan tekun dan jujur sebagaimana terkandung dalam nilai-nilai pancasila.

Maka ketika Ia sukses menjadi dokter,  Ia mampu menjadi dokter yang amanah dimana ikhlas diperkerjakan di kota manapun karena tujuannya menjadi dokter murni karena ingin memperbaiki dan mensejahterakan kesehatan penduduk Indonesia yang masih kurang memadai.

Inilah bentuk aktualisasi diri berlandaskan pancasila yang berhasil dilakukan, dimana setiap proses dalam mencapai sesuatu berkiblat ke nilai-nilai pancasila sehingga berdampak positif pada pembangunan Indonesia yang semakin lebih baik dan berkembang ke depannya.

Untuk membentuk generasi yang berlandaskan pancasila, sangat diperlukan sosialisasi nilai-nilai pancasila melalui pendidikan karakter dimana diterapkan mulai dari pendidikan dasar. Dalam pendidikan karakter ini harus ditanamkan pada setiap individu bahwa bangsa ini mempunyai dasar yang kokoh.

Kesatuan bangsa didasarkan pada bahasa dan kebudayaan karena bahasa merupakan pembawa tradisi, pewarisan rasa, simbol – simbol, hubungan emosional, dan keyakinan.

Pendidikan karakter mempunyai makna yang lebih tinggi dari pendidikan moral, karena bukan hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang hal yang baik sehingga peserta didik menjadi paham tentang mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Peserta didik mampu merasakan nilai yang baik dan biasa melakukannya sehingga menjadi sebuah kebiasaan.

Oleh maka dari itu apabila masing-masing dari kita masih dirasa belum mengaktualisasikan pancasila dalam setiap amalan, mari kita ubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Terlebih lagi untuk mahasiswa yang merupakan agen perubahan dimana menjadi pioner untuk perubahan di daerahnya serta mengabdikan seluruh jiwa dan raga untuk masyarakat di sekitarnya.

Hal ini akan jauh lebih maksimal apabila dasar perubahan ini berkiblat ke nilai-nilai pancasila. Apabila masyarakat mampu mengaktualisasikan pancasila dalam setiap amalan dengan segenap jiwa dan raga, maka Indonesia akan jauh menjadi negara yang labih baik, maju dan makmur.

Terima kasih sudah membaca artikel tentang “Aktualisasi diri berlandaskan pancasila”.

Penulis : Nadya Severia

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami redaksi@belapendidikan.com

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.