Apakah People Power Merupakan Sebuah Solusi ?

oleh -209 views
people power merupakan sebuah solusi
people power merupakan sebuah solusi

Web portal pendidikan – Selamat malam sobat belapendidikan, bagaimana menurut kalian apakah people power merupakan sebuah solusi dari setiap masalah ? Untuk menemukan jawabannya mari kita simak ulasan artikel berikut.

Apakah People Power Merupakan Sebuah Solusi ?

Pasca terjadinya pemilu pilpres dan pileg 2019 telah menuai banyak prahara. Pasalnya, banyak terjadi kecurangan. Salah satunya kasus salah input data, yang menyebabkan keuntungan di kubu Jokowi.

Menyikapi kecurangan ini, kalangan ulama menggagas agenda ijtima’ ulama III. Yang pada akhirnya memunculkan narasi people power agar kecurangan tidak lagi terjadi.

People power datang dari politisi Partai Amanat Nasional Amien Rais, yang mengungkapkan : “kalau nanti terjadi kecurangan kita nggak akan ke MK.

Nggak ada gunanya, tapi kita people power. People power sah.”  Ucap Amien Rais di Mesjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/19) Tribunnewscom

People power berarti kekuatan rakyat, penggulingan kekuasaan presiden secara paksa melalui aksi demontrasi rakyat. Hal ini sama persih dengan yang terjadi pada saat presiden Soeharto pada tahun 1998.

Di mana perubahan terjadi dengan menggunakan kekuatan rakyat untuk tujuan reformasi. Namun people power bisa juga bertujuan untuk revolusi, mengubah sebagian atau seluruh sistem yang ada.

Tentu kita ingin mengetahui mengapa people power ini bisa terjadi, apakah murni karena kesadaran gerakan rakyat atau dikendalikan dan diarahkan oleh elit politik tertentu. Sehingga semangat ganti rezim dijadikan solusi bagi runyamnya kondisi politik hari ini.

Padahal mestinya, gerakan rakyat itu haruslah berpijak pada sandaran dan pemahaman yang benar.

Rakyat harusnya digerakkan oleh kesamaan perasaan, pemikiran dan aturan yang benar dan itu semua harus berdasarkan pada sesuatu yang benar, yaitu Islam bukan yang lainnya. Bukan semangat sentimen karena merasa terdzalimi, tertindas sehingga mudah dimanfaatkan oleh elit politik tertentu.

Sebab bila ini terjadi, maka sedikitpun rakyat tidak akan diuntungkan. Hal ini hanya akan memperlama derita rakyat yang terus hidup dalam tatanan aturan yang keliru, bobrok, dzalim dan merusak sehingga memperlama mereka menuju kebangkitan yang hakiki.

Karena sebenarnya, bila kita ingin melihat lebih jauh lagi, ganti presiden saja tidaklah cukup.

Sejak era kemerdekaan Indonesia sampai saat ini, sudah berapa kali kita ganti presiden?

Adakah perbaikan kondisi dari setiap pergantian itu. Atau bahkan hanya memberi harapan semu.

Bila jawabannya belum memuaskan, maka sudah saatnya kita menyadari bahwa perjuangan yang hakiki adalah perjuangan dalam rangka memperjuangkan kebenaran.

Untuk mengganti kedzaliman dengan kesejahteraan hidup. Jangan lagi terjebak oleh jeratan penguasa yang digulung pengusaha sehingga menjual seluruh aset negara tanpa peduli nasib rakyat akibat kedzaliman yang ia ciptakan.

Dalam Islam, people power tentu tidak dibenarkan karena bertentangan dengan metode dakwah yang sudah dicontohkan oleh Rasul Saw dalam melakukan perubahan, termasuk membangun pemerintahan Islam yang pertama di Madinah Al-Munawwarah .

Namun disini dilakukan dengan cara thalab an nusrah, yakni mencari pertolongan pada penguasa yang memiliki kekuatan yang bisa menolong. (Syirah Ibnu Hisyam)

Dalam kondisi saat ini, hal itu bisa kita lakukan terhadap kepala negara, kepala suku atau kabilah, angkatan militer yang memiliki kekuatan riil di tengah-tengah masyarakat dengan syarat mengimani sistem Islam dan membenarkannya.

Disamping itu, people power merupakan kesalahan strategi karena cendrung menimbulkan kekacauan yang luar biasa.  Dan dapat pula menimbulkan konflik horizontal yang mengakibatkan perpecahan di tengah-tengah ummat. Serta dapat memberi stigma dan generalisasi terhadap kaum muslimin seperti yang terjadi di Suriah.

Yang harus kita lakukan saat ini, berupaya dengan kesungguhan upaya yang tersistematis membangun kekuatan ummat melalui keyakinan, dukungan dan implementasi terhadap sistem Islam.

Membentuk opini umum tentang Islam yang lahir dari kesadaran umum. Sehingga rakyat mau berjuang bersama untuk menerapkan sistem Islam dalam kancah kehidupan ini.

Sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Rasul Saw dan para sahabat serta para Khalifa’ur Rasyidin dan pada masa kekhalifahan hingga berakhirnya negara Islam di Turki pada tahun 1924 yang lalu.

Yang saat berdirinya negara Islam, berhasil membawa ummat ke puncak kegemilangannya. Menjadi mencusuar bagi seluruh aspek kehidupan. Menjadi sebuah negara adidaya yang penuh wibawa dan disegani oleh kawan maupun lawan.

Selama hampir 14 abad lamanya, menjangkau dua pertiga dunia ini penuh kesejahteraan dan limpahan Rahmat Illahi Rabby. Dengan seluruh kekuatan yang dimiliki, baik itu pikiran, militer, ekonomi, sosial, kesehatan dan lain sebagainya.

Semua hanya akan terjadi bila kita kembali menerapkan sistem Islam karena hanya hukum Allah SWT sajalah yang mampu memuliakan manusia, menjadikannya bermartabat, terhormat dan penuh wibawa dengan kepribadian Islam yang dimiliki.

Bukan dengan aturan yang dibuat oleh pikiran manusia yang lemah dan terbatas, yang hanya menimbulkan kehancuran dan kedzaliman bagi setiap insan di bumi ini. Wallahu a’lam bi shawwab..

Opini by : mila sari, S.Th.I
Opini by : mila sari, S.Th.I

Opini ini ditulis oleh Mila Sari, S.Th.I. Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. 

Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami redaksi@belapendidikan.com

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.