Aset Pemersatu Bangsa Harus Dimuliakan

oleh -54 views
Aset pemersatu bangsa harus dimuliakan - david fernando aritonang
aset pemersatu bangsa harus dimuliakan

Web portal pendidikan – Hasil kiriman esai pada hari ini dengan judul aset pemersatu bangsa harus dimuliakan, disampaikan dan dikirimkan langsung melalui email lombaesai@ujicobabelapendidikan-com

Aset Pemersatu Bangsa Harus Dimuliakan

Bahasa Indonesia merupakan aset vital dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia. Itu harus ditegaskan dengan penuh tekanan sebab kita memuji Sumpah Pemuda sebagai kesepakatan para pahlawan muda Nusantara.

Akan tetapi, kini ada fenomena bahasa Indonesia tak dimuliakan lagi. Padahal, sejak tahun 1928 bahasa Indonesia yang merekatkan bangsa yang memiliki lebih dari 600 bahasa daerah ini.

Ironisnya, bahasa Indonesia kini disalahgunakan bukan oleh siapa-siapa, melainkan oleh kita sendiri generasi muda penerus bangsa , ahli waris dari Sumpah Pemuda itu.

Ada dua kondisi yang membuat aset pemersatu bangsa ini tidak dimuliakan.

Pertama, karena bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu mengalami perundungan di negeri sendiri. Akhir-akhir ini kita dapat melihat lunturnya penggunaan bahasa Indonesia, banyak dari generasi sekarang lebih mengenal nama dan istilah tertentu dalam bahasa asing daripada bahasa Indonesia.

Kita harus memiliki rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Sumpah itu harus kita sampaikan dan terus kita ingatkan pada generasi muda saat ini. Itu sumpah kita, itu sumpah leluhur kita.

Kedua, kita tengah dilanda banjir informasi bohong, ujaran kebencian, dan fitnah. Perkembangan teknologi komunikasi yang begitu pesat ibarat pedang bermata dua.

Disatu sisi membawa kebaikan, tetapi juga memicu persoalan yang sangat serius. Teknologi komuniukasi memberi kemudahan dalam berkomunikasi melalui berbagai media sosial.

Akan tetapi media sosial kini menjadi lahan subur sebagai lahan penyebaran kebencian ataupun penyebaran berita bohong alias hoaks.
Kontestasi politik telah membelah bangsa ini dengan amat tajam.

Kita lupa untuk bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu, yaitu Indonesia. Pada tahun 2019 tentu akan menjadi saat yang bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Hal itu disebabkan bangsa ini akan memilih wakil-wakil rakyat dan pemimpin nasional (presiden). Para calon pemimpin berupaya menarik perhatian rakyat lewat tawaran visi dan misi serta segudang janji, dan rakyat akan menentukan siapa yang pantas sebagai pemimpin dan juga menjadi wakil mereka di pemerintahan.

Namun, segelintir orang yang bisa jadi dibayar untuk melakukan kampanye hitam yang mau mencoreng bahasa Indonesia dengan menyebarkan informasi bohong, ujaran kebencian, dan fitnah, khususnya di media sosial.

Sebagai generasi muda yang cerdas pandailah kita memainkan jari ketika berselancar. Jangan sampai kita juga mencoreng bahasa perstuan kita dengan menyebarkan ujaran kebencian dan informasi bohong.

Kita juga tentu harus melawan semua bentuk dari informasi bohong itu sendiri. Kita memiliki kewajiban sama sebagai warga negara untuk memerangi terjangan arus berita hoaks yang sedang bertebaran.

Berita hoaks ini dapat menyebabkan masyarakat terpecah menjadi kelompok-kelompok yang mungkin saja bisa terjadi gesekan fisik diantara mereka. Seluruh lapisan masyarakat juga dituntut untuk bisa membangun keinsafan sebagai dasar kita dalam bernegara.

Pada peringatan hari pahlawan 10 November 1961 saat pidato, Ir Soekarno berkata lewat pidatonya “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya” Sudah saatnya kita mengingat, menghargai, dan belajar dari tokoh bangsa dimasa lalu ,untuk membangun generasi muda indonesia yang lebih baik. Kita harus memiliki rasa bangga terhadap bahasa Indonesia.

Sumpah itu harus kita sampaikan dan terus kita ingatkan pada generasi muda saat ini. Itu sumpah kita, itu sumpah leluhur kita.

Kita harus tetap menjaga dan memuliakan bahasa indonesia sebagai aset pemersatu bangsa kita dengan serius, karena tanpa keseriusan, artinya kita membiarkan alat pemersatu bangsa yang paling penting ini tak lagi dimuliakan.

Esai ini ditulis oleh David Fernando Aritonang, kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan


Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *