Bagaimana Cara Menghitung Waktu Shalat Dengan Kalkulator ?

oleh -323 views
Bagaimana cara menghitung waktu shalat dengan kalkulator
Bagaimana cara menghitung waktu shalat dengan kalkulator ?

Web portal pendidikan – Selamat pagi sobat belapendidikan, dalam ulasan kali ini saya akan memberikan cara menghitung waktu shalat dengan kalkulator. Bagaimana caranya ? Berikut akan kami jelaskan dalam artikel kali ini.

Bagaimana Cara Menghitung Waktu Shalat Dengan Kalkulator


Dijaman canggih sekarang ini kita dengan mudah mengetahui jadwal Waktu Shalat untuk daerah yang kita inginkan melalui beberapa situs yang bertebaran di Internet dengan mengunjungi google lalu mengetikkan kata kunci topik yang dimaksud.

Oleh karena itu, Artikel ini diharapkan dapat membantu untuk mengetahui bagaimana cara menghitungnya, data apa saja yang perlu kita siapkan dan lain-lainnya, disamping untuk menambah wawasan keilmuan kita atau mungkin diantara kita ada yang sedang memiliki tugas kuliah mempelajari hal tersebut.

Kita akan mempelajari tentang Cara Menghitung Waktu Shalat Dengan Kalkulator. Ada beberapa data yang harus dipersiapkan, tanpa adanya data-data yang akan disebutkan di bawah ini, tentunya penghitungan awal waktu shalat tidak dapat dilakukan.

Baiklah langsung saja kita memulai pembahasan tentang bagaimana Cara Menghitung Waktu Shalat Dengan Kalkulator ?.

Beberapa Data Yang Diperlukan Untuk Menghitung Waktu Shalat Dengan Kalkulator


Berikut ini kami paparkan data yang harus diperlukan yakni sebanyak 13 poin, dapat kami sebutkan sebagai berikut.

1. Bujur Tempat (BT)

=  طول البلد = Longitude

Bujur tempat adalah nilai di sebuah tempat di Bumi yang dihitung dari kota Greenwich Inggris. Dari Greenwich ke arah timur 0¤ sampai 180¤ disebut Bujur Timur.

Dimana setiap 15¤ = 1 jam (60 menit), Sedangkan dari Greenwich ke arah barat 0¤ sampai 180¤ disebut Bujur Barat.

Sebagai contoh Bujur tempat (BT) daerah Cirebon 108¤ 25′ 49″ (seratus delapan derajat dua puluh lima sudut menit empat puluh sembilan sudut detik). Data Bujur ini tepatnya di daerah Pegagan Palimanan Cirebon.

2. Lintang Tempat (LT)

= عرض البلد =Latitude

Lintang tempat adalah nilai di sebuah tempat di Bumi diukur dari equator (katulistiwa).

Sebelah Utara katulistiwa 0¤ sampai 90¤     bernilai plus (+), sedangkan untuk sebelah Selatan Katulistiwa 0¤ sampai 90¤ bernilai minus (-).

Contoh Lintang Tempat (LT) daerah Pegagan Palimanan Cirebon -6¤ 41′ 45″ (minus enam derajat empat puluh satu sudut menit empat puluh lima sudut detik).

Banyak cara untuk mengetahui Bujur Tempat dan Lintang Tempat diantaranya;

  1. Google Maps
  2. Aplikasi Coordinate
  3. Kitab Addurusu Alfalakiyah
  4. GPS (Global Positioning System)

3. Deklinasi Matahari (DM)

=(ميل الشمس)= Declination of Sun

Deklinasi Matahari adalah nilai jarak posisi Matahari dengan Katulistiwa. Sebelah Utara katulistiwa (Equator) bernilai (+) untuk sebelah selatannya bernilai (-).

Nilai Deklinasi Matahari berubah sepanjang waktu selama satu tahun, akan tetapi pada tanggal-tanggal tertentu, seperti 21 Maret hingga 23 September, Matahari berada di sebelah utara equator (katulistiwa) bernilai (+), sedangkan dari tanggal 23 September sampai 21 Maret, Matahari berada di sebelah selatan equator bernilai (-).

Contoh Deklinasi matahari tanggal 01 April 2019 adalah 4¤ 39′ 27″ (empat derajat tiga puluh sembilan sudut menit dua puluh tujuh sudut detik).

Deklinasi Matahari yang bernilai minus, dalam penghitungannya nanti harus disertakan tanda minusnya (-).

4. Perata Waktu Matahari (PWM)

 = (تعديل الزمان) =  Equation of time

Perata waktu Matahari adalah nilai selisih antara waktu kulminasi Matahari Hakiki dengan waktu Matahari rata-rata.

Contoh Perata Waktu Matahari untuk tanggal 04 April 2019 adalah -0j 03m 50d (minus nol jam tiga menit lima puluh detik). tanda minus ini, dalam prosedur penghitungan harus disertakan.

Untuk penjelasan lebih detail mengenai Deklinasi Matahari dan Perata Waktu Matahari yang bernilai Positif dan Negatif dalam penghitungan waktu Shalat,

5. Sudut Waktu Matahari (SWM)

= (فضل الدئر) =  Hour angle of the Sun

Sudut Waktu Matahari adalah nilai jarak Matahari diukur dari titik Kulminasi, sepanjang lintasan Matahari. Sebelah barat Kulminasi 0¤ sampai 180¤ bernilai (+) dan untuk sebelah timurnya bernilai (-).

Rumus mencari SWM ;

SWM =

Sin TM : Cos LT : Cos DM – Tan LT × Tan DM

6. Kulminasi ( K )

= (الغاية) Culmination of the Sun

Kulminasi adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut bahwa pada saat itu suatu benda langit telah mencapai titik tertinggi dalam peredaran semu hariannya.

Hal ini terjadi pada saat benda langit tersebut berada pada lingkaran Meridian, diukur mulai dari titik Utara (bila benda langit tersebut berada di sebelah Utara titik Zenith) atau dari titik Selatan (bila benda langit tersebut berada di sebelah Selatan titik Zenith) sampai ke titik pusat benda langit yang sedang berkulminasi tersebut atau titik Kulminasi benda langit itu sendiri.

Dan perlu diketahui bahwa Kulminasi dalam penghitungan waktu Shalat adalah Kulminasi atas yaitu + jam 12 Siang, karena ada Kulminasi bawah yaitu + jam 12 Malam.

7. Koreksi Waktu Daerah (KWD)

= Local Mean Time

Koreksi Waktu Daerah adalah pembagian waktu yang ditetapkan dan berlakukan berdasarkan suatu wilayah waktu tertentu yang berpedoman pada Bujur Tempat (BT).

Negara kita Indonesia terbagi menjadi tiga (3) wilayah waktu, yaitu ;

  1. Waktu Indonesia Barat (WIB) pada Bujur 105¤  atau +7  jam Greenwich Mean Time  (GMT)
  2. Waktu Indonesia Tengah ( WITA) pada Bujur 120¤ atau +7 jam GMT
  3. Waktu Indonesia Timur (WIT) pada Bujur 135¤ atau +9 jam GMT.

Hal ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI)  No. 41 tahun 1987.

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Seorang blogger amatir yang hobinya nulis, tidak terikat instansi apapun. Jika kamu mempunyai hobi yang sama, mari kita bangun situs ini lebih baik. Mencerdaskan seluruh pembaca adalah niat dan tujuan situs ini berdiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *