Bahasa Nasibmu Kini

oleh
Bahasa nasibmu kini - Ditulis oleh Sa'adah
Bahasa nasibmu kini - Ditulis oleh Sa'adah

Web portal pendidikan – Hasil kiriman esai hari ini dengan judul bahasa nasibmu kini, disampaikan dan dikirimkan langsung melalui email lombaesai@belapendidikan.com

Bahasa Nasibmu Kini

Saat masih kelas 2 Sekolah Dasar, selain belajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ada satu hari dalam seminggu untuk belajar Bahasa sunda di kelas, sesekali guru saya menggunakannya ketika membuka atau menyiapkan kelas untuk belajar.

Seperti kata “duduk siap” diganti menjadi “sidakeup”. Semua teman-teman di kelas sangat menyukai belajar Bahasa sunda karena Bahasa sehari-hari di desa saya menggunakan Bahasa sunda, akan tetapi Bahasa sunda untuk belajar dengan Bahasa sunda sehari-hari banyak sekali perbedaanya.

Bahasa sunda untuk belajar di sekolah sangatlah sopan dan rapih, sedangkan Bahasa sunda untuk sehari-hari terkadang kasar dan cara pelafalan dan intonasinyapun keras sehingga orang yang mendengarnyapun seperti terbawa emosi padahal tidak.

Di antara palajaran bahasa Indonesia, bahasa inggris dan bahasa sunda yang masih bertahan hingga saat ini hanya pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa inggris, sedangakan bahasa sunda sudah punah, padahal ini adalah bahasa daerah, sebuah budaya yang seharusnya dipertahankan, karena dengan bahasa selain sebagai alat komunikasi bahasa juga sebagai identitas sebuah kelompok atau daerah, hal ini juga diperparah orang tua yang mengajarkan anaknya lebih mengutamakan bahasa asing yang katanya sebagai bahasa zaman now.

Dulu belajar bahasa itu untuk mengerjakan tugas sekolah seperti membuat cerita pendek menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa sunda yang di tulis di atas kertas, hanya kertas yang dapat di gunakan untuk mengungkapkan persaan sehingga menjadi tulisan-tulisan yang indah dan terkadang disimpan di tempat yang rapih sehingga orang lain tidak mengetahui entah tulisan itu baik atau buruk,

Tapi sekarang cara mengungkapan persaan sangatlah mudah hanya dengan goyang jempol di gadget  kemudian di upload di dunia maya yang mana orang lain belum tentu mengetahui apakah itu benar atau kah hanya hoax, sehingga orang lain mengetahui dan akhirnya timbulah komentar-komentar yang baik atau menyakitkan bahkan sampai di bully. Rusaklah karakter Indonesia. astaga!

Berasal dari sebuah bahasa yang kerap disalah gunakan padahal ini semua adalah ketidak sadaran yang tumbuh di kalangan masyarakat luas tanpa terasa kita sedang dirobek-robek dan dicabik-cabik oleh maraknya media sosial yang banyak memakan korban kesalahfahaman, fitnah, sampai ke ranah hukum.

Mari kita budayakan bahasa daerah dan pergunakan bahasa sebaik mungkin karena yang salah bukanlah bahasa tapi kembali kepada diri kita sendiri untuk dapat mengoreksi bahasa tulisan sebelum di sebar ke masyarakat luas.


Terima kasih telah membaca tulisan dengan judul Bahasa Nasibmu Kini. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.

Esai ini ditulis oleh Sa’adah, kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *