sarana belajar online
Coba SimulasiProgram terbaru kami simulasi online UNBK Tingkat SMA/SMK

Beberapa Pemikiran Studi Hukum Dan Masyarakat

Jurnaliscun.com – Kali ini saya akan menjelaskan artikel yang berjudul “Beberapa Pemikiran pemikiran Studi Hukum Dan Masyarakat”. Usaha manusia untuk mengkaji hukum sudah berlangsung sejak adanya hukum. Karena hukum adalah sama dengan usia umat manusia itu sendiri. Maka dapatlah dikatakan bahwa pengkajuan tentang hukum telah berlangsung sepanjang zaman semenjak adanya umat manusia di permukaan bumi.
Artikel dapat anda unduh disini Beberapa Pemikiran Studi Hukum dan Masyarakat

Studi Hukum Dalam Bermasyarakat
Studi Hukum Dalam Bermasyarakat

Hal ini sejalan dengan anggapan bahwa ilmu hukum itu merupakan ilmu yang tertua di dalam jajaran ilmu ilmu. Walaupun demikian, menurut Kranenburg “Over aard en wezer der rechtswetens chap en over haar methoden bestaad.. ondanks haar ouderdom, groot me aningsverchie”. yang berarti bahwa mengenai sifat hakikat dari ilmu pengetahuan hukum dan mengenai metodenya. Walaupun umurnya sudah sangat tua, terdapat perbedaan pendapat yang sangat besar.
Perbedaan pendapat ini kelihatannya merupakan salah satu ciri dalam perkembangan ilmu hukum. Hal mana disamping mengandung segi segi positif sudah barang tentu terselip segi segi negatifnya.

Paling menonjol, bilamana kita memperbandingkan pemikiran hukum secara klasik dan pemikiran hukum modern seperti yang pernah disinggung oleh Friedmann. Untuk mana ia mengatakan It is, therefore inevitable that an analysis of earlier legal theories must lean more heavity on general philosophical and political theory, while modern legal theories can be more adequately disqussed in the lawyer’s idiom and system of thought. Tetapi dimana pangkal tolaknya, dikatakan bahwa “The difference is howefer, one of method and emphasis”. Jadi aneka perbedaan itu adalah terletak pada metode dan penekanannya.

Atas dasar pandangan sebagaimana terurai di atas, kita dapat melihat berbagai macam pemikiran tentang hukum telah muncul dengan berbagai pola dan corak. Semuanya itu lahir sebagai akibat daripada penggunaan suatu metode pendekatan tertentu yang dipakai oleh pencetusnya dan pada segi mana penekanan tersebut diberikannya, sehingga pandangannya berbeda dengan pendapat yang lainnya.

Pada saat sekarang yang penting bagi kita ialah mencoba untuk memahami beberapa konsepsi baru tentang hukum berikut pengembangannya dengan mendalami bagaimana metode dan penekanan yang mendasari konsepsi tersebut. Hal yang demikian penting itu dilakukan, karena pertama seperti yang disinggung oleh Prof. Mochtar Kusumaatmadja pemikiran tentang hukum dalam beberapa dasawarsa (decade) terakhir ini telah banyak berubah sebagai akibat daripada perubahan besar dalam masyarakat, teknologi dan tekanan tekanan (pressures) yang disebabkan pertambahan penduduk. Kedua seperti apa disinyalir Prof. Satjipto Rahardjo bahwa ilmu hukum di Indonesia dewasa ini berada pada titiknya yang cukup kritis.

Beberapa Konsepsi dan Perspektif Tentang Hukum

Untuk menjawab pertanyaan konsepsi hukum yang bagaimana dan dalam perspektif yang bagaimana hukum di negara kita akan dikembangkan, kita perlu untuk menelusuri sedikit tentang beberapa konsepsi mengenai hukum dan beberapa perspektif tentang hukum yang berkembang selama ini. Persoalan tersebut lingkupnya sangat luas, tetapi kiranya untuk pembahasan singkat ini cukup mensitir beberapa diantaranya yang dianggap relevan.

Hukum adalah sebuah konsep, dan menurut Soetandyo Wignyosoebroto tak ada konsep yang tunggal mengenai apa yang disebut hukum itu. Menurut pendapatnya dalam sejarah pengkajian hukum tercatat sekurang kurangnya ada 3 konsep hukum yang pernah dikemukakan orang, ialah :

  1. Hukum sebagai asas moralitas atau asas keadilan yang bernilai universal, dan menjadi bagian inheren sistem hukum alam.
  2. Hukum sebagai kaidah kaidah dan positif yang berlaku pada suatu waktu dan tempat tertentu, dan terbit sebagai produk eksplisit suatu sumber kekuasaan politik tertentu yang berlegitimasi dan;
  3. Hukum sebagai institusi sosial yang riil dan fungsional di dalam sistem kehidupan bermasyarakat, baik dalam proses proses pemulihan ketertiban dan penyelesaian sengketa maupun dalam proses pengarahan dan pembentukan pola pola perilaku yang baru.
Dijelaskannya pula bahwa konsep tersebut diatas adalah konsep yang berwarna moral dan filosofis, yang melahirkan cabang kajian hukum yang amat moralitas. Konsep tersebut jelas merupakan konsep positivistis tidak hanya Austinian juga yang pragmatik realis dan yang Neo-Kantian atau Kelselian yang melahirkan kajian kajian ilmu hukum positif. Dan akhirnya, konsep konsep tersebut adalah konsep sosiologik atau antropologik yang kemudian melahirkan kajian kajian sosiologi hukum, antropologi hukum, atau cabang kajian yang akhir akhir ini banyak dikenal dengan nama “Hukum dan masyarakat“. Dan apa yang disebutkan terakhir inilah yang akan menjadi topik pembahasan daripada tulisan ini.
Beberapa Pemikiran Studi Hukum dan Masyarakat
Beberapa Pemikiran Studi Hukum dan Masyarakat
Studi “Hukum dan Masyarakat” dan Perspektif Emansipasi Masyarakat dari Hukum Serta Kemungkinan Pengembangannya dalam Studi Hukum di Negara Kita.

Satu diantara konsepsi hukum yang telah dikemukakan dalam uraian terdahulu, adalah konsepsi sosiologik tentang hukum, yang kemudian dikembangkan menjadi “studi hukum dan masyarakat”. Konsepsi semacam ini di negara negara barat sudah tersebar secara cukup populer, tetapi di negara kita walaupun sudah cukup dikembangkan masih belum merata tersebarnya di jajaran para pengkaji hukum kita, dan malah masih banyak yang kurang “berkenaan” untuk menerimanya.
Satjipto Rahardjo, yang dapat disebut sebagai pelopor dari studi hukum dan masyarakat di Indonesia, mengemukakan dalam tulisannya bahwa studi hukum dan masyarakat ini bukan merupakan suatu disiplin ilmu tersendiri. Kehadirannya menandakan timbulnya minat untuk mempelajari hukum dalam kamarnya dengan kekuatan kekuatan dan faktor faktor di luarnya, yang dtunjuk dengan nama masyarakat Hanya inilah yang merupakan landasan bersama, yang mengikat para peminatnya, sehingga menimbulkn suatu bidang tersendiri. Karena itulah kami lebih cenderung untuk mengatakan bahwa studi hukum dan masyarakat ini hanyalah sekedar suatu cara melihat dan memandang hukum dengan sudut pandangan tertentu yang berbeda daripada penglihatan orang tentang hukum pada masa lampau.
Mengenai sudut pandangan daripada pemikiran hukum yang demikian, Soetandyo Wignyosoebroto menjelaskan bahwa didalam studi ini hukum tidak dikonsepsikan sebagai gejala normatif yang otonom, akan tetapi sebagai suatu institusi sosial yang secara riil berkaian dengan variabel variabel sosial lainnya. Dalam hubungan ini hukum sebagai suatu gejala sosi emperik dapat dipelajari di satu pihak sebagai suatu independent variable yang menerbitkan efek pada berbagai aspek kehidupan sosial ( seperti misalnya studi mengenai law in action dan legal impacts) dan dilain pihak sebagai dependent variable yang muncul sebagai resultante berbagai ragam kekuatan dan proses sosial (studi mengenai law in process). Dengan demikian ia berpendapat bahwa studi ini tidak lagi merupakan studi ilmu hukum dalam arti “Jurisprudence”, tetapi merupakan suatu spesialisasi studi tersendiri yang lazim disebut dengan penamaan “sociology of law” (apabila studinya dibataskan kepada hukum sebagai dependent variable) atau “law in society” (apabila focus studinya dipusatkan kepada hukum sebagai independent variable).
Kami kurang sependapat, dengan apa yang dikemukakan terakhir yang melihat studi ini seakan akan sudah keluar dari ruang lingkup ilmu hukum. Kami lebih sependapat dengan apa yang dikemukakan oleh Satjipto Rahardjo di atas bahwa studi hukum dan masyarakat ini bukan merupakan suatu disiplin ilmu tersendiri. Yang kedua sesuai dengan pendapat Satjpto Rahardjo sendiri ilmu hukum membicarakan segala hal yang berhubungan dengan hukum, termasuk didalamnya mempelajari bagaimana sesungguhnya kedudukan hukum itu dalam masyarakat. Bagaimana hubungan atau perkaitan antara hukum dan sub sistem lain dalam masyarakat, seperti politik, ekonomi dan sebagainya. Yang berstudi hukum dan masyarakat tempatnya masih terletak dalam kawasan ilmu.
Memang diakui juga oleh para ahli studi hukum dan masyarakat seperti Satjipto Rahardjo sendiri bahwa salah satu disiplin ilmu yang sangat dekat dengan studi ini ialah sosiologi hukum. Bahkan untuk bagian terbanyak dari studi studi ini yang dilakukan dalam bidang ini adalah hasil penyelidikan sosiologi hukum.
Terima kasih sudah membaca artikel kami yang berjudul “Beberapa Pemikiran Studi Hukum dan Masyarakat”