Cerpen : Cinta dan Sahabat

0
96
Cerpen : Cinta dan Sahabat

Web portal pendidikan – Cerpen kali ini berjudul Cinta dan sahabat, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba cerpen nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Hai kenalin nama aku Alyxia Andira. Didalam cerita ini aku berperan sebagai Dira, Dira adalah salah satu siswi di SMA terfavorite di depok. Aku lebih suka pelajaran bahasa dari pada pelajaran matematika, ya karena itu aku suka menulis.

Aku mulai suka menulis sejak kelas 10 atau 1 SMA, awal aku menulis karena ada seseorang yang meyakinkan aku bahwa hobby ini bisa menghasilkan uang. Dan pada akhirnya aku menulis.

Cerita dimulai ketika aku masuk ke SMA

Cinta dan sahabat, dua hal yang tak mudah untuk dimengerti. Kadang bisa sangat berarti, namun dalam hal itu bisa membuat luka teramat perih. Aku adalah orang yang berada di tengah-tengah cinta dan sahabat itu. Kini, aku yang begitu merindukan hadirnya seorang kekasih, dalam hangatnya persahabatanku dengan Sisil yang lebih muda satu tingkat dariku.

Tiga minggu di awal semester satu…aku duduk di bangku kelas XII, kegiatan pun kulalui tanpa harus memikirkan cinta, menurutku itu hanya membuatku lelah.

Namun, pertemuan itu membuatku melupakan suatu hal, aku yang larut dalam perasaanku terhadap Alan. Aku terlalu bodoh karena terlalu jatuh hati pada orang yang salah, jatuh hati pada orang yang tak pernah menyimpan cinta padaku.

Aku tak begitu saja menyalahkannya! Dia tak patut untuk disalahkan, dia hanya korban dari cintaku dan dia terlalu baik mau mengerti akan cintaku padanya.

Dan terlalu naif bila kini aku harus menyesal karena mengenalnya. Karena dia, aku dapat merasakan hal terindah, walaupun hanya sekejap. Aku terlalu naif hingga aku pun tidak menyadari Sisil merasakan juga perih yang kurasa. Sisil sahabatku orang yang kupercaya seutuhnya, orang yang selalu berusaha ada untukku. Kini, telah terluka karena keegoisanku.

Seharusnya aku tak pernah hadir di antara Alan dan Sisil. Bila akhirnya luka ini yang kurasa. Andai saja kusadari dari awal, andai saja ku lebih mengerti mereka, andai saja aku tidak jatuh hati pada Alan, Alan dan Alan.

Orang yang kucintai dan selalu ada dalam hatiku walau hati ini terasa perih, kudapat mengerti tak ada gunanya kubertahan di sisimu, karena ternyata kau lebih menginginkan Sisil mengisi hari-harimu.

Aku di sini yang begitu tulus mencintaimu dan aku yang selalu berusaha untuk mengerti dirimu kan selalu menanti dan menata hati lagi hingga bayanganmu pergi hingga tak ada lagi luka kurasa, hingga tak ada lagi kecewa yang terasa.

Aku di sini kan selalu berusaha tegar menjalani hari-hariku, aku kan selalu berusaha tersenyum agar kau bisa bahagia bersama Sisil sahabatku. Walaupun dia telah merebutmu, kisahku dan dia dulu takkan pernah kulupa, dia tetap sahabatku, percayalah dengan sisa kesedihanku ini.

Kumasih dapat bertahan hingga kelak kau mengerti bahwa aku memang mencintaimu. Aku memang menyayangi, tapi aku tak rela tersakiti olehmu saat ini, esok dan sampai kapanpun.

TINJAUAN IKHTISAR
Bagus kak
Romantis kisahnya
Bimbang juga jika ada pilihan seperti itu
Dalam ceritanya
BAGIKAN
Berita sebelumyaCerpen : Gara Gara Smartphone
Berita berikutnyaCerpen : Tuhan Masih Menyayangiku
Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

LEAVE A REPLY