Cerpen : Gara Gara Smartphone

0
75
Cerpen : Gara Gara Smartphone
Cerpen : Gara Gara Smartphone

Web portal pendidikan – Cerpen kali ini berjudul Gara gara smartphone, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba cerpen nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

1Cerpen : Gara Gara Smartphone

Pagi itu seperti biasa, Putri berpamitan pada ibunya untuk pergi ke sekolah. Ya, memang Putri anak baik yang selalu menghormati orang tuanya. Putri seorang siswa Madrasah Aliyah yang sudah menginjak kelas 11. Putri anak yang sangat rajin. Rajin belajar dan rajin membantu orang tua. Yup, Putri selalu mengerjakan apa saja yang ibunya perintahkan sehingga ibunya merasa bangga memiliki anak seperti Putri.

Tepat pukul dua siang Putri pulang ke rumah dan, “bruk!”. Putri langsung masuk dan membuka peralatan sekolah seperti sepatu dan tasnya sambil terus memainkan Handphone.

Ia menyimpan sepatu di tempat sepatu dan tas nya disimpan begitu saja diatas kursi ruang tengah. Sementara itu Putri langsung masuk kamar. Yup, semenjak Putri memiliki smartphone ia jadi lebih sering memainkan smartphone nya dibanding membantu ibunya. Padahal waktu itu ibunya sedang masak di dapur.

“Putri…” panggil ibunya di dapur. “Iya bu.” Sahut Putri dari kamar sambil menemui ibunya. “Ini titip goreng tempe, ibu mau ke warung dulu sebentar. Awas jangan lupa!” pinta ibunya. “Iya bu siap” jawab Putri, karena memang Putri selalu menuruti perintah ibunya.

Ketika ibunya pergi, Putri meneruskan menggoreng tempe. Namun tidak lama kemudian smartphonenya berbunyi, sontak Putri langsung menuju kamar yang menjadi sumber suara dan meninggalkan dapur untuk sementara.

Namun tanpa disadari Putri terlalu lama memainkan smartphonenya sehingga ketika ibu pulang dari warung ibu kaget dan berteriak, “masyaallah Putriiiiii”. “Iya bu” Putri terperanjat dari kamar. Ternyata tempe yang digoreng Putri sudah gosong. “Aduh, maaf bu.” Putri merasa malu sekali karena sudah mengecewakan ibunya.

Ibunya memang tak pernah marah, namun ia tahu bahwa ibu merasa kesal sambil membereskan masakannya ibu tak bicara apa-apa dan Putri kembali ke kamar.
Hari semakin gelap, seperti biasa setiap selesai sholat maghrib rumah Putri selalu ramai dengan lantunan ayat suci Al-Quran.

Biasanya mereka membaca Al-Quran dikamar masing-masing sehingga tiap kamar berisi lantunan ayat suci. Namun malam itu ibu merasakan ada yang kurang. Yup, ibu tidak mendengar lantunan suara ayat suci dari kamar Putri.

TINJAUAN IKHTISAR
terinspirasi
jadi motivasi
Seperti kisah nyataku
enak dibaca tulisannya
BAGIKAN
Berita sebelumyaCerpen : Memories Of You
Berita berikutnyaCerpen : Cinta dan Sahabat
Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

LEAVE A REPLY