Demokrasi Yang Dapat Saya Pahami

oleh
demokrasi yang dapat saya pahami
demokrasi yang dapat saya pahami

Web portal pendidikan – Sudah lama rasanya ga pernah lagi untuk update artikel di website ini. Oleh sebab itu, kali ini saya luangkan waktu untuk menulis artikel dengan tema demokrasi yang dapat saya pahami. Untuk info selengkapnya dapat kamu simak dalam ulasan kali ini.

Demokrasi Yang Dapat Saya Pahami

Demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan yang semua keputusannya berada di tangan rakyat. Rakyat menjadi yang paling berkuasa dalam mengatur pemerintahannya.

Walaupun pemerintah dikelola oleh seorang kepala daerah namun semua kebijakan akan dikembalikan lagi kepada masyarakat sebagai orang yang merasakan secara langsung dari hasil kebijakan yang sudah dikeluarkan.

Sistem Demokrasi sebenarnya tidak populer bahkan sempat mati. Hampir semua negara di dunia menggunakan sistem Monarki atau kerajaan. Pasca perang dunia ke 2, Sistem demokrasi menjadi sistem pemerintahan yang paling banyak diadopsi oleh negara-negara di dunia hingga saat ini.

Itu disebabkan karena PD II ini di menangkan oleh negara yang menganut sistem demokrasi juga. Mungkin saja bila yang memenangkan peperangannya adalah negara-negara monarki. Ya, bisa saja sistem monarki banyak digunakan di negara-negara di dunia.

Ciri Khas Dari Demokrasi

Ciri khas dari demokrasi adalah adanya kebebasan dalam beraspirasi atau menyampaikan mendapat. Aspirasi ini dikeluarkan ketika rakyat merasa tidak suka atau tidak puas dengan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh penguasa (pemerintah).

Maka akan menimbulkan suatu protes. Biasanya protes ini dipraktekan dalam bentuk demonstrasi.

Karena setiap orang punya hak untuk menyatakan pendapatnya di ruang publik. Setiap demonstrasi tidak boleh dilarang atau dicegah karena sudah ada undang-undang yang melindunginya.

Maka bila kita lihat pada real nya, demonstrasi ini terkadang membawa sedikit kerugian. Kenapa? Karena aksi demonstrasi ini seringkali membawa jumlah massa yang banyak. Nah, jumlah massa ini yang kadang tidak tertampung.

Massa yang jumlahnya banyak akan memenuhi tempat aksi itu dilakukan bahkan bisa sampai ke jalan-jalan raya. Hal ini tentu akan mengganggu laju kendaraan yang melintas jalan raya tersebut.

Sudah jelas, karena demonstrasi ini dilindungi undang-undang maka pihak keamanan salah satunya kepolisian tidak bisa melarang. Mereka hanya bisa mengondikan aksi demonstrasi ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kericuhan misalnya.

Terkadang pihak kepolisian sampai harus menutup laju jalan raya dan merekayasa lalu lintas demi berjalannya aksi demonstrasi ini.

Berbeda dengan sistem pemerintahan lain seperti sistem monarki. Di sistem tersebut tidak ada yang namanya demonstrasi. Kebebasan berpendapat mungkin tak sebebas di negara demokrasi.

Namun kebebasan berpendapat yang bila disuarakan dalam bentuk demonstrasi memang punya banyak kelemahan seperti yang saya sebutkan diatas. Nah, kebebasan dalam beraspirasi sebenarnya tak cuma bisa disampaikan lewat demonstrasi.

Demonstrasi ?

Demonstrasi terkadang juga disalahkan gunakan. Ada oknum-oknum yang tidak pro-pemerintah menyuruh sekelompok orang untuk berdemonstrasi tanpa tahu akar permasalahannya.

Mereka demo asal dibayar dengan sejumlah uang atau sekedar makan siang gratis (panasbung). Aspirasi ini terasa dibuat-buat dan tuntutan kepada pemerintah yang tidak mendasar.

Adapun di era teknologi ini, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi mereka lewat media sosial. mereka menyampaikan opini mereka disana. Namun kenyataan sekarang, nampaknya kebebasan itu banyak yang kebabalasan.

Pengguna internet kini tak peduli dengan perbuatan saling menghujat atau saling menyalahkan satu sama lain. Niatnya mengkritik namun malah menjelek-jelekan dan lain sebagainya.

maka pemerintahan itu sendiri kemudian membatasi atau berusaha mencegah hal-hal itu dengan dibuatnya aturan atau undang-udang tentang Undang-Undang Informasi Elektronik. UU ITE ini jelas mengatur para netizen (pengguna internet) untuk bijak dalam penggunakan teknologi internet. Pemerintahan demokrasi memang harus membuat Undang-undang yang mengatur kebebasan berpendapat terutama di internet.

Ini dimaksudkan bukan untuk mengangkang setiap kebebasan perpendapat, akan tetapi tujuannya agar pemerintahan dapat mengontrol terhadap setiap kebebasan berpendapat.

Selain itu, setiap negara demokrasi harus bisa mengawaasi media pers. Kenapa? karena media pers berperan besar dalam kehidupan demokrasi. Karena media pers menjadi semacam pisau tajam yang bisa menjadi bermanfaat bila benar menggunakannya tapi akan bebahaya bila disalah gunakan.

Ini terbukti dari kalangan masyarakat yang saling terpecah belah, karena rasisme, perbedaan pendapat, latar belakang, agama dan lain sebagainya. Oknum media yang tidak bertanggung jawab sangat perlu diawasi bahkan dimusnahkan agar negara demokrasi yang plural seperti indonesia bisa menjalankan nilai-nilai demokrasi dengan baik.

Kemudian, Arus kebebasan yang selama ini menjadi sesuatu yang di agung-agungkan oleh negara demokrasi telah membawa mala petaka bagi sebagian masyarakat yang tidak bijak.

Jadi setiap negara yang menganut demokrasi bukan hanya menjalankan nilai-nilai demokrasinya saja, namun sekarang ini negara yang menggunakan sistem demokrasi mau tidak mau harus membuat aturan yang membatasi setiap kebebasan rakyatnya. Karena bebas dalam demokrasi bukan berarti sebebas-bebasnya.

Nah itulah penjelasan dari tema demokrasi yang dapat saya pahami. Untuk kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan yang sebesar besarnya dari pengunjung belapendidikan .com

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.