eksistensi media massa dan ruang publik
Eksistensi media massa dan pengaruh kepada ruang publik

Web portal pendidikan – Selamat pagi sob, kali ini kita akan bahas eksistensi media massa dan ruang publik. Untuk penjelasan lebih lanjutnya dapat kalian simak dalam artikel berikut ini.

Eksistensi media dalam dimensi ruang dan waktu terus meningkat. Seiring dengan perkembangan alat teknologi komunikasi dan informasi yang semakin canggih, dunia pers bukan lagi sekedar keinginan, melainkan sudah menjadi keharusan zaman.

Media sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, sehingga sulit hidup tanpa media (River, Jensen dan Peterson, 2003). Kemajuan zaman terasa sangat hampa tanpa kehadiran wahana komunikasi massa sebagai dukungan dalam setiap aksi dan reaksi yang terjadi.

Setiap saat, terjadi perubahan baik dalam bentuk evolusi maupun revolusi. Dalam kondisi demikian, media berperan aktif untuk update dan share informasi. Atas kemajuan tersebut, akses informasi semakin mudah dan cepat.

Perangkatnya sangat bervariasi sehingga kita tinggal menentukan pilihan sesuai keinginan. Tentunya, banyak dampak positif yang dapat dirasakan atas kehadiran beragam bentuk media. Seiring dengan itu, dampak negatif yang ditimbulkan juga turut menyertai. Dampak yang dimaksud selalu terkait dengan ranah agama, sosial, politik dan budaya.

Media memiliki peran yang sangat strategis dan mampu merekayasa informasi yang biasa menjadi berita luar biasa. Di samping itu, kontennya kerap di dramatisir dan dipoles sedemikian rupa.

Jika berita yang disampaikan menggambarkan sesuatu yang baik bagi masyarakat, terkadang muncul reaksi simpati. Sebaliknya, apabila berita yang dimuat menggambarkan keburukan maka secara spontanitas muncul antipasti masyarakat. Apabila emosi tidak terkendali, sifat ofensif terhadap konten yang disampaikan biasanya sering terjadi.

Tidak sedikit yang melakukan aksi proaktif dengan tindakan anarkis. Sementara itu, perbedaan persepsi terkadang terjadi. Headline antar media selalu berbeda satu sama lain. Ini terjadi karena kepentingan yang berbeda-beda. Isi pesan didesain tergantung keinginan pengelola.

Media dalam kapasitasnya dapat mempertajam atau mempertumpul opini publik. Suatu informasi apapun dapat dijadikan isu publik atau tidaknya. Pilihannya tergantung pada tingkat keinginan dan kebutuhan pengelola. Suatu hal yang sangat krusial apabila opini privat didesain menjadi isu publik oleh kalangan elite.

2 KOMENTAR

  1. novita sari dewi

    Sebenarnya bagus kesimpulan yang diambil bahwa kita tidak boleh menerima mentah mentah berita yang dihasilkan media, harus berpikir dan menilah apakah berita ini sesuai fakta atau hanya mencari sensasi semata. Yang mau saya tanyakan kenapa ya min banyak dari kita menerima mentah mentah berita yang ada, padahal bisa kita lihat ga semua orang itu bodoh kan ya, tapi kenapa bisa begitu ?

  2. daniel simanjuntak

    demi mencari eksistensi media dapat melakukan apapun, baik itu memberikan berita hoax atau membuat suatu sensasi. Maka berhati hati lah kita sebagai penikmat media agar tidak meng “iya” kan saja setiap berita yang di posting

LEAVE A REPLY