Hadiah Dari Orang Yang Tidak Kucinta

0
79
Cerpen : Hadiah dari orang yang tidak kucinta
Cerpen : Hadiah dari orang yang tidak kucinta

Web portal pendidikan – Cerpen kali ini berjudul Hadiah Dari Orang Yang Tidak Kucinta, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba cerpen nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

1Hadiah Dari Orang Yang Tidak Kucinta (Bagian Pertama)

“Ibuuuu….” Tania memanggil ibunya dengan sangat gembira.
Tania dikenal sesosok gadis yang cantik dan juga ramah untuk bergaul. Tutur katanya yang lembut membuat orang senang berteman dengannya.

“ada apa?” kata ibunya.
“ Bu, coba lihat.” Sembari memberikan laptop yang berisi pemberitahuan tentang hasil tes TOEFL nya. Hasil nilainya sangat bagus. Apa yang ia impikan selama ini terwujud.

Ia berhasil lulus tes untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri- Singapura. Tania sangat gembira, lalu ia pun melompat-lompat kesenangan dan langsung memeluk ibunya.

“mmmuaaachhh” Tania mencium pipi ibunya.
“ Terima kasih ibu” dengan nada yang lembut ia ucapkan kata itu. Ia menunduk sedih.
“Lho, kok sedih ?”
“Tania Cuma sedih aja, nanti kalau Tania pergi pasti bakalan rindu sama ayah, ibu, apa lagi sama Def.” Jawabnya.
“Iya kak. Pasti Def sangat rindu sama kakak. Nanti yang ngajarin Def untuk belajar siapa? Siapa teman Def ? Tapi gak apa-apa kok kak. Aku senang, karena aku nanti dapat ke Singapura untuk ketemu kakak.” Ujarnya dengan candaan.

Def adalah adik Tania yang masih bersekolah di SD Adzkia Jl. Panumbang Jaya Dalam, Bandung kelas 2. Ia memang suka menggoda kakaknya dengan candaannya itu. Bahkan sampai membuat Tania kesal dengan ulahnya.

Tetapi dengan begitu, kakak dan adik itu sangat hangat hubungannya meski jarak usia yang cukup jauh. Tania sudah lulus SMA dan Def masih kelas 2 SD.

Tanpa disadari waktu terus berjalan, mereka asyik dengan perbincangan itu. Tiba-tiba suara bel pun berbunyi memecahkan keasyikan mereka. Tania pun keluar membuka pintu. Betapa kagetnya Tania melihat seorang laki-laki yang berada di depan pintu. Ia hanya tersenyum kecut kepada laki-laki itu.

“Eh, ada nak Andi. Silahkan duduk.” Ucap bu Indah
“ Tania, ambilkan minum untuk Andi ya.” Tambahnya

Dengan rasa sedikit kesal, Tania terpaksa melakukan yang disuruh ibunya. Sementara itu, Andi mengobrol dengan bu Indah di ruang yang sederhana tapi indah dengan berbagai hiasan.

Tak lama kemudian, Tania muncul dengan membawakan minuman yang segar. Ia pun duduk di sebelah ibunya. Dengan tidak ingin mengganggu, ibunya pun pergi ke dapur dengan alasan ingin memasak.

“Ada apa datang kesini?” tanya Tania dengan cuek.
“Tidak, ingin bertemu kamu aja. Oh ya, kamu mau masuk universitas dimana?” tanya Andi.
“ Alhamdulillah. Aku mau kuliah di Singapura, Melior International College, jurusan pariwisata.” Jawabnya
“ Akhirnya, cita-citamu untuk ke Singapura terwujud.” Ucap Andi turut senang.

Satu jam telah berlalu, Andi akhirnya berpamitan untuk pulang. Itu yang ditunggu Tania dari tadi. Ia tahu kalau Andi menyukai dirinya. Tapi tidak dengannya, hati Tania tidak pernah mau menerima Andi entah apa alasannya.

Ia tak suka Andi yang selalu berusaha untuk mendekatinya. Bahkan Tania selalu cuek tetapi Andi tak pernah menyerah untuk memiliki Tania. Ia memang laki-laki yang cukup tampan, baik, ramah, banyak yang menyukainya diluar sana, tapi hatinya hanya tertarik kepada Tania.

TINJAUAN IKHTISAR
Romantis sekali
Pengorbanan
Ini baru cinta sejati
romantis kak tulisannya
BAGIKAN
Berita sebelumyaCerpen : Tuhan Masih Menyayangiku
Berita berikutnyaCerpen : Matahari Terbit
Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

LEAVE A REPLY