Harapan Pendidikan Yang Tak Sesuai Realita

oleh
harapan pendidikan yang tak sesuai realita
harapan pendidikan yang tak sesuai realita

Web portal pendidikan – Hasil kiriman opini hari ini dengan judul harapan pendidikan yang tak sesuai realita disampaikan dan dikirimkan langsung melalui email kami redaksi@belapendidikan.com.

Pendahuluan

Indonesia! ketika mendengar kata Indonesia maka dibenak kita Indonesia yaitu negara yang sangat kaya, baik kaya akan sumber daya alam maupun kaya akan keberagaman. Akan tetapi berdasarkan hal tersebut muncul sebuah pertanyaan yaitu, dengan segala kekayaan ini mengapa Indonesia belum menjadi negara maju?

Jawaban dari pertanyaan ini tidak lain adalah karena Indonesia masih miskin akan sumber daya manusia nya. Miskin SDM yang dimaksud disini bukanlah miskin akan jumlah penduduk tetapi miskin akan skill dan kualitas SDM untuk mengelola segala kekayaan yang dimiliki Indonesia.

Jadi kunci dari permasalahan ini adalah berada di dunia pendidikan. Ya! Pendidikan sangatlah penting karena tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang. Negara maju tentunya tidak terlepas dari dunia pendidikan.

Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu negara, maka semakin tinggi pula kualitas SDM yang akan didapat.
Seperti pula yang diharapkan oleh para “founding father” tujuan negara kesatuan Indonesia yang termuat dalam UUD 1945 yaitu “…Mencerdaskan kehidupan bangsa” tidak lain dalam mewujudkan tujuan bangsa ini maka pendidikan sangatlah penting untuk diperhatikan.

Akan tetapi dewasa ini, harapan belumlah sesuai dengan realita. Dunia pendidikan di Indonesia saat ini masih memiliki banyak kendala yaitu;

Pertama,pemerataan pendidikan kepada seluruh rakyat Indonesia belumlah terlaksana secara merata dan susahnya akses untuk kesekolah sehingga menyebabkan banyak rakyat dipelosok-pelosok negeri yang belum merasakan pendidikan formal, menurut pegiat pendidikan Indonesia, Anies Baswedan keterbatasan akses pendidikan di daerah menjadi pangkal derasnya arus urbanisasi.

“Yang menjadi persoalan, di Jabodetabek jumlahnya sudah proporsional, tapi jangan kita hanya bicara urban. Justru di luar urban itu kita punya masalah dan itu yang menyebabkan migrasi ke Jakarta,” ujar Anies. Secara tidak langsung, masyarakat Indonesia didorong untuk melakukan urbanisasi karena keterbatasan fasilitas di daerah.

Ia menilai akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya untuk seluruh masyarakat dengan penyediaan fasilitas yang mendukung program tersebut. “Kalau sekolah hanya di ibukota kecamatan, maka yang jauh kan jadi nggak bisa sekolah,”.

Kedua, kasus putus sekolah anak – anak usia sekolah di Indonesia juga masih tinggi “Berdasarkan data Kemendikbud 2010, di Indonesia terdapat lebih dari 1,8 juta anak setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan,

Hal ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor ekonomi; anak – anak terpaksa bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga; dan pernikahan di usia dini,” menurut Sekretaris Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M. Eng, Sc di Jakarta.

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *