Hoax Merupakan Penyakit Moral Bagi Pemuda Bangsa

oleh -233 views
Hoax merupakan penyakit moral bagi pemuda bangsa
Hoax merupakan penyakit moral bagi pemuda bangsa - Farida Hanifah

Web portal pendidikan – Selamat siang sobat belapendidikan, dalam artikel kali ini saya akan bahas tentang hoax, menurut sobat belapendidikan setujukah anda jika hoax merupakan penyakit moral bagi para pemuda pemudi bangsa ? Berikut akan kami paparkan opini kami mengenai judul diatas.

Benarkah Hoax Merupakan Penyakit Moral Bagi Pemuda Bangsa ?


Peran pemuda dalam suatu negara merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan negaranya. Seperti yang kita ketahui, di zaman modernisasi tidak ada peperangan secara langsung.

Namun ada peperangan yang lebih berbahaya, yaitu Hoaks. Lalu apa itu hoaks ? Hoaks adalah informasi palsu seolah-olah benar keberadaannya (berita bohong).

Menurut survey, sebagian besar pengguna media sosial adalah kaum millenial. Informasi pada zaman sekarang sangat mudah diakses oleh semua orang, terutama kaum millenial. Bisa didapatkan dari media sosial atau dari mesin pencarian google.

Namun sangat disayangkan, informasi tersebut tidak pernah dipertanyakan kebenarannya. Karena tidak sedikit blogger yang mengedarkan hoaks di media sosial hanya untuk meraup keuntungan bagi dirinya sendiri.

Menurut data statistik, Indonesia akan mengalami bonus demografi sekitar tahun 2030-2045. Tepat pada kemerdekaan Indonesia ke-100 tahun, diharapkan sumber daya manusia di Indonesia dapat berkualitas baik, mendapat lapangan kerja yang luas, bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan baik, dan pendidikan di Indonesia yang berkualitas.

Apa itu Bonus Demografi?


Bonus demografi adalah hadiah dari sebuah negara pada rakyatnya apabila sebagian besar penduduknya berusia produktif dan berkualitas.

Contoh kasus hoaks yang terjadi di Indonesia, yaitu kasus hoaks Ratna Sarumpaet tentang pengeroyokannya di suatu daerah (2018). Ditambah lagi dengan menyebarnya scenario Ratna dengan antek-anteknya di sebuah akun twitter.

Menurut penelusuran tim iNews tv, dalam grup aplikasi pesan whats app tersebut berisikan tentang rencana Ratna dengan antek-antek beliau yang tengah merencanakan aksi penipuannya.

Isi pesan tersebut bisa benar dan nyata atau bohong. Lantas mengapa netizen di media sosial sangat percaya akan informasi ini?

Netizen beranggapan dengan viral nya suatu berita di internet berarti berita tersebut benar keberadaannya. Pada kasus ini membuktikan bahwa netizen yang sebagian besar kaum millenial tidak mampu memfilter informasi yang ada di media sosial. Lalu apa yang harus dilakukan pemuda untuk menanggapi persoalan ini?

Sebagai pemuda yang aktif di media sosial, kita jangan langsung memvonis berita tersebut. Bisa saja percakapan yang beredar di twitter tersebut dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tidak hanya di Indonesia yang terjadi hoaks,  Malaysia pun pernah mengalami hal yang serupa. Yaitu hoaks yang disebarkan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia (1981-2003) dan calon Perdana Menteri 2018 Mahathir Mohamad.

Latar belakang hoaks tersebut sama seperti hoaks yang telah terjadi di negeri Ibu Pertiwi. Meskipun kita berpendapat bahwa dunia politik akan melakukan suatu hal untuk meraih eksistensi yang tinggi, namun sebagai pemuda terpelajar kita jangan asal mengirim berita yang belum tentu benar.

Apakah Hoaks Sangat Berbahaya ?


Tentu saja hoaks sangat berbahaya bagi netizen yang gagap teknologi serta pemuda yang hanya bisa memviralkan informasi. Ditambah lagi sebagian besar pengguna media sosal adalah pemuda yang mudah terpengaruh dengan berita di internet.

Percaya atau tidak terhadap berita yang telah disajikan di media sosial tergantung pada pendapat masing-masing pengguna.

Namun jika kita sebagai pemuda terlalu mudah mengambil kesimpulan terhadap suatu isu, dikhawatirkan pemikiran pemuda menjadi salah kaprah. Apalagi banyak pengguna yang menanggapi isu tersebut memungkinkan terjadi gesekan pendapat di beberapa kubu.

Bahkan tidak hanya gesekan antar kubu, gesekan antara agama, suku, dan ras bisa terjadi karena isu hoaks di media sosial. Sehingga menyebabkan disintegrasi bangsa atau memecah belah bangsa.

Langkah apa yang harus dilakukan oleh kita sebagai pemuda untuk memerangi hoaks?


Jadi sebagai pemuda Indonesia yang cerdas, kita harus pandai dalam menyikapi hoaks yang beredar di media sosial atau di internet. Jika kita sebagai pemuda termakan oleh hoaks, maka untuk menyatukan bangsa  semakin sulit.

Oleh karena itu, sebagai pemuda yang terpelajar menelaah kembali isu yang tengah beredar di media sosial merupakan hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan disintegrasi bangsa dan kegagalan untuk mendapatkan bonus demografi.

Bagaimana menurut sobat belapendidikan ? Jika ada kritik dan saran yang membangun terhadap judul “hoax merupakan penyakit moral bagi pemuda bangsa”, kami harapkan untuk dapat menulis di kolom yang sudah kami sediakan dibawah.

Artikel ditulis oleh : Farida Hanifah

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Seorang blogger amatir yang hobinya nulis, tidak terikat instansi apapun. Jika kamu mempunyai hobi yang sama, mari kita bangun situs ini lebih baik. Mencerdaskan seluruh pembaca adalah niat dan tujuan situs ini berdiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *