Indonesia Tanpa Politik

Indonesia tanpa politik

Web portal pendidikan – Taukah kamu, bagaimana sih Indonesia jika tanpa adanya politik ? Pasti akan terasa kacau negeri ini tanpa adanya unsur politik didalamnya. Penulis tertarik untuk menulis suatu opini jika Indonesia tanpa politik. Nah, bagi kamu yang juga tertarik dengan tema diatas, silahkan simak uraian berikut.

Indonesia Tanpa Politik

Apa yang kalian pikirkan tentang Indonesia? Pasti tentang makanannya, wisata alamnya, budayanya, tarian tradisionalnya, batiknya, songketnya, rumah adatnya, dan masih banyak lagi jawaban yang akan keluar saat kita ditanya tentang apa yang kita pikirkan tentang Indonesia.

Indonesia, negara dengan beribu-ribu budaya yang amat mampu menyihir mata kita untuk tidak beralih memandangnya. Tapi sebenarnya, jika kita ditanya satu kata yang menggambarkan Indonesia. Seharusnya kita menjawab “Demokrasi.”

Ya, Demokrasi. Kita tinggal di negara Demokrasi, negara hukum tepatnya. Negara yang di pimpin oleh satu kepala negara yaitu Presiden dan di dampingi oleh seorang Wakil Presiden. Dan juga di bantu oleh para Mentri di kabinetnya, kita manusia Demokrasi. Jiwa kita sesungguhnya jiwa Pancasila, darah kita darah budaya Indonesia, dan pikiran kita juga harusnya pikiran Undang-Undang.

Terkadang banyak pemikiran-pemikiran aneh yang menyimpang dari sebuah kata Demokrasi, kata yang merujuk pada arti pemerintahan, politik, dan hukum, serta peraturan.

Hukum dan peraturan adalah landasan utama dari berdirinya sebuah negara Demokrasi. Kita pemuda garuda, tapi tidak mau tunduk akan macan kertas dalam Undang-Undang.

Terkadang masyarakat Indonesia menyalah artikan Demokrasi, menyunting dari kata-kata Presiden pertama Amerika Serikat yaitu “Goverment of the people, by the people, and to the people.” Yang artinya pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Itu memang benar, pemerintah berasal dari kalangan kita sendiri, dibentuk dan di jalankan juga oleh masyarakat itu sendiri. Dan yang paling penting untuk rakyat itu sendiri, banyak masyarakat yang mengarti luaskan kata-kata penting ini.

Pemerintahan di jalankan untuk kita, tapi kita yang dimaksud disini bukan kita segelintir orang, kita sekelompok orang, atau kita sebagian orang. Tapi kita yang di maksud disini adalah kita seluruh rakyat Indonesia.

Kita ini sebenarnya sangat egois, kita terlau memaksakan kehendak kita pada pemerintahan kita sendiri. Apa yang kita inginkan harus kita dapatkan, itu adalah motto kebanyakan orang Indonesia. Mereka tidak pernah memikirkan kedepannya.

Apa yang akan terjadi atau siapa yang dirugikan?

Kita, sebelum mengajukan gugatan keinginan kita kepada pemerintah. Harus tahu rincian sebab akibat dari gugatan itu sendiri. Kita ambil contoh dari harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Masalah ini sempat menjadi trending topic di kalanngan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Saat pemerintah memutuskan untuk menaikan harga BBM, apa respon masyarakat? Tidak usah jauh-jauh deh, apa respon kalian? Pastinya menolakkan, mencacikan, menghinakan, dan mengajukan gugatankan? Itu sudah biasa, demo dimana-mana, pemberontakan disana-sini, lewat media sosial khususnya.

Apa sih yang sebenarnya kalian pikirkan tentang keputusan pemerintah itu? Pasti tidak adil, seenaknya, sewenang-wenangnya, dan tidak memperdulikan rakyat kecil. Tapi kita harus bisa berpikir lebih jauh, lebih dalam lagi.

Pemerintahkan memutuskan keputusan pasti ada sebabnya? Kita harus tahu dulu alasannya, baru berkomentar. Kita pasti tidak pedulikan akan alasan yang di ajukan pemerintah. Kita pasti tidak tahu bahwa sebenarnya kenaikan BBM itu untuk kita juga.

Kalian harus tahu, bahwa harga BBM yang sebenarnya bukan harga yang seperti kalian beli di tempat-tempat pengisian bensin. Kalian hanya bisa dengan mudahnya memprotes harganya, padahal harga yang sebenarnya dua kali lipat lebih mahal.

Kalian pasti bingungkan? Makanya mari merenung sejenak, harga yang mahal itu bisa menjadi harga yang sedemikian rupa karena adanya Subsidi BBM. Subsidi BBM yaitu penalangan harga yang di lakukan pemerintah.

Menurut Tim Sensus Indonesia pada tahun 2009, menyatakan bahwa 67% harga dari BBM adalah harga subsidi pemerintah. Dan presentasi jumlahnya adalah 2,5 milyar, setiap tahunnya.

Padahal jika dana itu tidak di subsidikan, bayangkan berapa banyak sekolah gratis yang bisa di bangun, berapa banyak rumah sakit gratis yang bisa di sediakan? Kita harus memikirkan itu semua.

Kenapa si, pemuda zaman sekarang selalu menuntut lebih dari pemerintah? Apa yang mereka inginkan sebenarnya, penghapusan politik? Indonesia tanpa politik? Apa jadinya, apa kalian mampu membayangkan negri ini tanpa politik.

Negri tanpa politik artinya negri tanpa pemerintahan, negri tanpa hukum, dan bahkan mungkin negri tanpa budaya. Jangan pikir Indonesia akan lebih baik tanpa elemen pentingnya yaitu politik.

Mungkin pemikiran kita tentang dunia politik di Indonesia sudah tercemar, ternodai oleh para tikus pencuri itu. Kita sama-sama sudah merasakan, merasakan sakitnya di khianati oleh orang yang kita pilih sendiri.

Merasakan pahitnya liuk pikuk kehidupan fana yang diciptakan para pemimpin negri yang sudah mengubur mandatnya di mata kepala kita sendiri. Mari kita bersama-sama belajar, kita semua sudah merasakan. Jangan berpikir gegabah, jangan lagi lihat ke belakang. Kita tahu banyak orang di luar sana yang menginginkan keadilan, tapi keadilan itu belum datang hingga sekarang.

Kita harus belajar dari masa lalu, bukan kembali mengenangnya. Masa lalu itu adalah guru paling hebat, bukan untuk di kenang, di ulang, tapi untuk di jadikan pembelajaran. Kita semua hanyalah manusia biasa, tentunya para pemimpin kita terdahulu juga hanyalah manusia. Pantas toh kalau mereka berbuat kesalahan, kita rakyatnya hanya berwenang untuk menegur, bukan untuk mencemoh.

Jangan lagi berpikir bahwa Indonesia tanpa politik akan maju. Karena kita sebagai pemuda di tanah air ini harus kembali merancang sebuah susunan masa depan yang pastinya disertai dengan pewujudannya.

Kembali menyunting dari seorang tokoh besar Indonesia, Ir.Soekarno menyatakan dalam pidato kepresidenannya. “Beri aku 1.000 orang tua, maka akan ku cabut Semeru dari akarnya. Dan beri aku 10 orang pemuda, maka akan ku goncangkan dunia.”

Itu artinya, kita sebagai pemuda berperan penting dalam pewujudan cita-cita bumi pertiwi ini. Mulai sekarang kita harus membiasakan berpikir LALSBB, yang artinya. Lihat alasan, lihat sebab, baru bicara. Katanya pemuda sekarang gaul-gaul, kok singkatan gitu saja tidak tahu.

Ayo sebarkan penanaman motto LALSBB, agar bumi pertiwi kita tidak lagi hancur akan pemikiran-pemikiran provokator para pemudanya sendiri. Jika sudah tahu alasannya, maka jika mendengar kata Indonesia. Kita harus menjawab, negri dengan politik!!!

Artikel ditulis oleh Dini Riani,
Seorang siswi SMA Kelas 10 MIA2 SMAN 4 Cilegon

Dini Riani

Nama Penulis : Dini Riani

Akun Sosial Media :
• Instagram : drdiniriani
• Facebook : Dini Riani
• Line : dr_dr30
• WA : 083812659908
• Wattpade :Dini Riani
• Email : drdiniriani@gmail.com
• No kontak : 085866684491

#Indonesia #No_Politics #Tolak_Politik #Indonesia_Bebas_Politik

Tags: ,
About

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.