Web portal pendidikan – Selamat siang sobat belapendidikan, kali ini kita akan menjelaskan istilah istilah dalam kamus astronomi. Macam macam istilah yang ada di kamus astronomi akan kami jelaskan dalam artikel dibawah ini.

Istilah Istilah Dalam Kamus Astronomi


Artikel yang sedang Anda baca ini akan menampilkan Istilah-istilah Dalam Kamus Astronomi yang sebagiannya sering dijumpai dalam Ilmu Hisab atau Falak, dengan urutan sesuai Huruf Abjad agar mudah dicari oleh para Pembaca sekalian.

A ( Istilah Istilah Dalam Kamus Astronomi )

Ardhul Qamar:

Jarak antara Bulan dengan lingkaran Ekliptika diukur sepanjang lingkaran Kutub Ekliptika.

Alamah:

Petunjuk waktu (hari, jam, dan menit) terjadinya Ijtimak atau Konjungsi antara Matahari dan Bulan yang ditentukan berdasarkan waktu rata-rata. Alamah dijadikan acuan untuk mendapatkan waktu Ijtimak yang sebenarnya.

Al-Ashlul Mutlaq | Al-Ashlul Haqiqi:

Jarak yang dihitung dari titik Kulminasi atas sampai titik pertemuan antara garis Horizon dengan garis Tengah lintasan Matahari yang menghubungkan titik Kulminasi atas dengan titik Kulminasi Bawah, Al-Ashlul Mutlaq selamanya selalu positif, yaitu selalu di atas Ufuk.

Auj:

Titik terjauh pada lintasan Bulan atau Satelit dengan planet dalam peredarannya mengelilingi planet yang menjadi pusat peredarannya. Dalam Astronomi dikenal dengan Apooge.

Al-Ghoyah:

Titik Kulminasi (Titik Puncak Matahari).

Al-Ashlu Al-Mu’addal | الاصل المعدل:

Garis lurus yang ditarik dari titik pusat suatu benda Langit sepanjang lingkaran Vertikal yang melalui benda Langit itu tegak lurus pada bidang Horizon.

Aberasi Kromatis: 

Cacat pada lensa yang mengakibatkan berkas cahaya untuk panjang gelombang yang berbeda dibiaskan dengan sudut yang berbeda. Cacat ini dapat diatasi dengan memberikan lensa tambahan.

Aberasi Sferis: 

Cacat pada cermin berbentuk kulit bola yang mengakibatkan perbedaan sudut pantul antara berkas cahaya yang jatuh di titik yang dekat dari sumbu cermin dengan berkas cahaya yang jatuh di titik yang jauh dari sumbu cermin (misalnya di tepi cermin).

Cacat ini dapat diatasi dengan memberikan lensa tambahan di bagian depan teleskop. Teleskop dengan perpaduan cermin dan lensa ini disebut jenis Catadioptric.

Albedo: 

Perbandingan antara intensitas cahaya Matahari yang diterima permukaan objek (Planet, Satelit, Asteroid dan lainnya) dengan yang dipantulkan kembali. Bulan memiliki Albedo 0,113 dan Bumi 0,367.

Almanak: 

Katalog yang berisikan jadwal fenomena benda langit seperti kapan Matahari, Bulan, dan planet-planet terbit dan terbenam.

Altitude: 

Salah satu besaran dalam sistem koordinat Alt-azimuth. Artinya adalah ketinggian sebuah benda langit yang dihitung dari horison ke arah kutub-kutub (Nadir| Bagian bawa dan Zenith | Bagian Atas). Nilainya dari -90° hingga 90°.

Apfokus: 

Jarak terjauh sebuah benda terhadap titik fokus elips orbitnya. Misalnya, jarak terjauh Bumi dari Matahari disebut dengan Aphelion. Dalam sistem Bulan – Bumi, namanya Apogee. Dalam sistem bintang ganda, namanya apastron. Bumi berada di Aphelion saat bulan Juli.

Asensiorekta: 

Salah Satu besaran dalam koordinat ekuatorial yang mendefinisikan jarak antara titik gamma dengan titik potong proyeksi benda langit dari kutub ke ekuator langit. Asensiorekta dihitung sepanjang ekuator langit dari 0 – 24 jam berlawanan gerak harian bintang.

Asterisme: 

Kumpulan bintang di langit yang membentuk pola tertentu. Sebuah asterisme bisa saja merupakan bagian dari sebuah rasi (misalnya bintang tujuh di rasi Ursa Major dan Ursa Minor) atau gabungan dari beberapa bintang di berbagai Rasi (misalnya segitiga musim panas yang terdiri dari bintang Vega, Deneb, dan Altair).

Asteroid: 

Benda kecil di Tata Surya, yang sangat banyak terdapat di antara orbit Mars dan Jupiter. Selain itu, ada juga NEA (Near Earth Asteroid) atau Asteroid di dekat Bumi dan jenis lainnya.

Astrometri: 

Cabang ilmu dalam Astronomi yang mempelajari penentuan posisi objek langit. Contohnya penentuan orbit Bintang ganda, Asteroid, dan gerak diri blBintang.

Astrofisika: 

Cabang ilmu dalam Astronomi yang mempelajari proses fisika yang terjadi di dalam objek langit. Seperti reaksi nuklir di dalam inti bintang dan proses hantaran energi dari inti bintang hingga ke Atmosfernya.

Aurora:

Cahaya yang timbul di lapisan ionosfer akibat interaksi antara partikel bermuatan yang berasal dari angin Matahari dengan medan magnet planet. Di Bumi, Aurora ada 2 macam, yaitu Aurora Borealis (terlihat dari Bumi belahan Utara) dan Aurora Australis (terlihat dari Bumi belahan selatan).

Autumnal Equinox:

Saat Matahari berada tepat di Ekuator langit pada sekitar tanggal 23 September setiap tahunnya. Pada saat itu, kawasan Bumi yang ada di Utara Katulistiwa mengalami musim gugur dan yang ada di Selatan mengalami musim semi.

Awan Oort:

Awan Hipotetik yang terletak di bagian tepi tata surya kita dan berisikan batuan beku yang menjadi sumber komet. Jaraknya sekitar 50.000 SA dari Matahari.

Mas Hafiz
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi belapendidikan.com