Jurnaliscun.com – Pembahasan artikel kali ini saya ingin membagikan artikel dengan judul Kelompok Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat Multikultural. Dalam hal ini, kita akan mempelajari kelompok kelompok sosial yang ada dalam masyarakat, serta juga mempelajari manusia sebagai makhluk individu dan berkelompok.
Link artikel dapat anda download disini

A. Berbagai Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural

1. Kelompok Sosial

Manusia sebagai makhluk individu maupun sosial tidak bisa hidup seorang diri, ia selalu membutuhkan orang lain untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, meskipun ia mempunyai kemampuan yang lebih dan mempunyai kekayaan yang melimpah, sekalipun pejabat tetap membutuhkan orang lain. Di saat bersama orang lain itulah akan terbentuk suatu kelompok sosial.

Pengertian Kelompok Sosial secara etimologis adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran akan keanggotaan dan saling berinteraksi dengan satu dengan yang lainnya. Dalam ilmu sosiologi selain kelompok sosial juga dikenal adanya kerumunan. Pengertian Kerumunan adalah individu individu yang berada di waktu dan tempat yang sama dan tidak mempunyai hubungan yang pasti. Ada tiga macam kelompok kerumunan yang berbeda, yaitu :

Kerumunan Demonstran
Ilustrasi Demonstran PNS

a. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial
Kerumunan ini terdiri dari penonton atau pendengar formal, disini terdapat kesamaan tujuan dan pusat perhatian tetapi sifatnya pasif.

b. Kerumunan yang bersifat sementara terdiri dari
1). Kerumunan yang kurang menyenangkan
2). Kerumunan orang orang yang panik karena dalam keadaan bahaya
3) Kerumunan spontan penonton yang tidak direncanakan

c. Kerumunan yang berlawanan dengan hukum
1). Kerumunan yang bertindak emosional
2). Kerumunan inmoral

2. Masyarakat Multikultural

Manusia diciptakan oleh tuhan dengan beraneka ragam bentuk fisik, ras, bahasa dan budaya. Seperti halnya bangsa Indonesia mempunyai tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat yang mempunyai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah multikultural. Pada dasarnya multikultural yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat kondisi sosio kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana setiap pulau dihuni oleh manusia yang membentuk suatu masyarakat yang memiliki budaya yang berbeda. Hal ini berakibat pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam sehingga masyarakat Indonesia disebut masyarakat yang multikultural.

Masyarakat Multikultural
Contoh Masyarakat Multikultural

3. Hubungan Kelompok sosial dengan Masyarakat Multikultural

Kelompok sosial memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat multikultural. Hubungan tersebut adalah
a. Kelompok sosial sebagai unsur pembentuk masyarakat multikultural
Meskipun tidak setiap kelompok sosial akan membentuk masyarakat multikultural, tetapi masyarakat multikultural itu sendiri tidak akan terbentuk jika tidak ada kelompok kelompok sosial. Sehingga kelompok sosial dianggap sebagai unsur pembentuk kelompok sosial.

b. Kelompok sosial sebagai pengikat masyarakat multikultural
Untuk mempertahankan sebagai masyarakat multikultural diperlukan adanya hal hal yang dapat mengikat setiap individu. Hal tersebut bisa diperoleh dari loyalitas yang dimiliki oleh anggota kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.

B. Perkembangan Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural

1. Faktor Penyebab Timbulnya Masyarakat Multikultural

Multikultural atau beraneka bdaya tentu tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi tentu saja ada penyebabnya yang mengakibatkan masyarakat seperti terpisah pisahkan oleh kebudayaan, warna kulit maupun bahasa. Munculnya masyarakat multikultural dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain
a. Letak Geografis
b. Iklim atau Cuaca
c. Budaya asing
d. Penjajahan

2. Karakteristik Masyarakat Multikultural Indonesia

Bangsa Indonesia yang dikenal masyarakt nya yang multikultural, Indonesia mempunyai beraneka ragam adat istiadat, agama, ras, bahasa, dan kebudayaan. Adanya perbedaan perbedaan tersebut di Indonesia sangat rawan terjadi konflik, hal ini terbukti munculnya konflik di Indonesia yang berisu sara maupun politik dan ekonomi.

C. Keanekaragaman Kelompok Sosial Dalam Masyarakat Multikultural

1. Solidaritas Mekanik dan Solidaritas Organik

Emile Durkhem menyatakan dalam perubahan perubahan sosial terdapat solidaritas sosial dalam masyarakat. Solidaritas terbagi bagi menjadi dua yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Solidaritas Mekanik merupakan kebersamaan atas dasar kesamaan kesamaan yang dimiliki oleh anggota anggota masyarakat. Kesamaan tersebut berupa nilai nilai sosial dan keyakinan agama.
Dalam masyarakat seperti ini, apabila ada seseorang yang meninggal dunia atau pergi maka struktur sosial akan goyah. Setiap individu tidak dapat hidup sendiri sendiri, melainkan membutuhkan peran serta orang lain inilah yang disebut solidaritas organik.

2. Gemeinschaft ( Masyarakat Paguyuban ) Dan Gesellschaft ( Masyarakat Patembayan )

a. Gemeinschaft 

Merupakan kelompok sosial yang anggota anggotanya memiliki ikatan batin yang murni dan bersifat alamiah dan kekal. Dasar hubungan kelompok sosial ini adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang di kodratkan.

b. Gesellschaft

Masyarakat patembayan adalah masyarakat yang ikatan lahirnya bersifat kokoh dalam jangka waktu yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Bentuk gesellschaft terutama terdapat dalam bentuk hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik atau industri dan sebagainya.

3. Kelompok Primer dan Sekunder

a. Kelompok Primer

Kelompok Primer adalah suatu kelompok yang berhubungan antar anggotanya saling mengenal dan bersifat formal atau pribadi. Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat bersifat formal atau pribadi terdapat peleburan peleburan individu kedalam kelompok kelompok, sehingga tujuan individu juga menjadi tujuan kelompok.

b. Kelompok Sekunder

Kelompok sekunder adalah kelompok yang antar anggotanya bersifat formal impersonal dan didasarkan pada asas manfaat. Kelompok sekunder merupakan kelompok kelompok besar yang terdiri dari banyak orang, hubungannya tidak perlu didasarkan kenal mengenal secara pribadi. Sifat hubungan nya bersifat langgeng.

4. In Group dan Out Group

Menurut William Graham Sumner kelompok sosial dibagi menjadi dua yaitu
a. In-Group
adalah istilah yang digunakan dalam kelompok sosial yang memiliki persahabatan, kerjasama, dan keteraturan. Dalam in-Group terdapat ciri ciri antara lain.
1). Persahabatan
2). Kerjasama
3). Keteraturan
4). Kedamaian
5). Memiliki perasaan solidaritas yang tinggi terhadap sesama anggota kelompok
6). menganggap kelompok sebagai pusat segala galanya

b. Out-Group
adalah istilah yang digunakan pada anggota kelompoknya yang cenderung ditandai rasa kebencian dan permusuhan. Out-Group mempunyai ciri ciri antara lain
1). Permusuhan
2). Tidak ada kerjasama antar kelompok
3). Melihat mereka yang berada di luar kelompok sebagai musuh.

Mas Hafiz
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi belapendidikan.com