Kelompok Sosial Primer dan Sekunder

oleh
Kelompok sosial primer dan sekunder
Kelompok sosial primer dan sekunder

Web Portal Pendidikan – Selamat malam kembali sob, kali ini mimin akan update konten yang berkaitan dengan pendidikan. Lebih tepatnya adalah Penjelasan Kelompok Sosial Primer dan Sekunder. Untuk lebih lengkapnya dapat anda simak artikel ini.

Penjelasan Kelompok Sosial Primer dan Sekunder

Kelompok sosial merupakan sekumpulan dari manusia untuk melakukan interaksi sesama kelompok, kelompok tersebut tercipta dari bagian masyarakat. Jenis-jenis kelompok sosial antara lain ada 2 kelompok sosial yaitu primer serta sekunder.

Kelompok sosial juga mempunyai syarat serta ciri-ciri menurut ahli sosial Indonesia Soerjono Soekanto, sekumpulan manusia bisa dikatakan sebagai kelompok sosial jika mempunyai berbagai persyaratan:

  • Adanya hubungan timbal balik antar anggota.
  • Adanya kesadaran bahwa banyak manusia tergolong bagian dari kelompok yang bersangkutan.
  • Adanya faktor pengikat yang dimiliki bersama oleh orang orang dalam kelompok.
  • Mempunyai struktur, kaidah serta pola perilaaku yang sama.
  • Mempunyai sistem serta proses.

Kelompok sosial primer (primary group) merupakan sebuah satuan kelompok yang jumlah anggotanya hanya sedikit dan mempunyai hubungan yang dekat serta langgeng. Namun butuh dicatat bahwa tak semua anggota yang jumlahnya sedikit bisa disebut dengan kelompok primer.

Ada berbagai pendapat lain menurut George Homans kelompok primer yaitu sejumlah orang yang terdiri dari berbagai orang yang saling berinteraksi, jadi setiap orang bakal sanggup berkomunikasi dengan cara langsung atau bertatap muka.

Menurut Charles Horton Coolev ia bahas dalam bukunya (1990) kelompok primer adalah pengelompokan anggota dalam masyarakat yang terorganisir dengan cara budaya berdasarkan hubungan budaya maupun berdasarkan ikatan tempat tinggal atau daerah.

Kegunaaan Dari Kelompok Primer

  • Membentuk kualitas-kualitas dasar human filantropis (berdasarkan cinta kasih terhadap sesama umat manusia).
  • Mengembangkan kepekaan dasar sosial, religious, spiritual serta kultural.
  • Menata emosial, spiritual.
  • Membentuk frame personality (kepribadian diri).

Ciri-ciri kelompok primer

Adanya interaksi sosial yang lebih erat antar anggotanya. Di dalam kelompok tersebut ada hubungan yang bisa sangat kenal satu sama lain, kelompok tersebut disebut face to face group.

Bersifat irasional serta tak didasari dengan pamrih. Dalam kelompok-kelompok tersebut tak sedikit identik dengan kekeluargaan namun lebih mengedepankan rasa simpati.
Maka dari itu hubungan sosial antar anggota anggota kelompok primer lebih intensif hubungannya dan sangat erat serta bisa saling mengetahui ke arah yang lebih dekat. Faktor itu dikarenakan tak jarang terjadinya interaksi face to face group tadi

Kelompok sosial primer adalah suatu kelompok yang mempunyai hubungan yang sangat erat
Kelompok sosial primer adalah suatu kelompok yang mempunyai hubungan yang sangat erat

Penjelasan Kelompok Sosial Primer

Kelompok primer juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam hidup masing-masing individu. Sebab di kelompok primer lah setiap individu melakukan suatu bagian dari belajar dan mengembangkan sifat-sifat sosial serta norma-norma dalam masyarakat (kelompok ini tergolong ke dalam kelompok informal)

Ruang lingkup kelompok primer adalah keluarga, rukun tetangga, kawan bermain waktu kecil serta komunitas orang dewasa.

Contoh-contoh Kelompok Sosial Primer

Keluarga

Keluarga adalah pihak pertama yang mempunyai peranan penting bagi perkembangan dasar sosial anak sebab keluarga lah yang paling tak jarang melakukkan interaksi dengan anak tersebut dan tidak hanya itu orang tua juga bisa menerapkan peraturan-peraturan yang dapat berakibat baik bagi si anak.

Pada bagian anak-anak, keluarga mempunyai peranan mutlak untuk membentuk kepribadian, caranya berperilaku, serta memberi tahu norma-norma dan tata kualitas yang dilalui pada masa yang akan datang.

Kelompok Kawan Sebaya (teman seumuran)

Kelompok kawan sebaya yang bersifat formal, kelompok ini biasanya saling mengajar dan memahami satu sama lain. Kelompok ini bisa menghasilkan efek positif serta negatif tergantung pembimbingnya sepeti apa. Contoh: club atau komunitas, perkumpulan pemuda.

Kelompok kawan sebaya bersifat informal, kelompok ini tak ada bimbingan apalagi partisipasi orang dewasa. Kelompok dibentuk dan diatur serta dipimpin oleh anak-anak itu sendiri, contohnya semacam kelompok bermain.

Baca juga sob : Kelompok sosial dalam masyarakat multikultural

Kelompok sebaya juga mempunyai peranan dalam sisi sosial anak, ada 2 akibat yang dihasilkan dari kelompok ini tergantung tujuan dari kelompok itu sendiri, apakah berpengaruh untuk kebaikan atau keburukan.

Dampak Positif Dari Kelompok ini

  • Mampu membentuk kepribadian yang bisa di terima oleh semua lapisan masyarakat.
  • Mampu beradaptasi serta cepat berinteraksi karena faktor itu bakal menambah rasa kepercayaan diri.
  • Lebih mengetahui kualitas-kualitas serta norma-norma sosial yang ada.
  • Lebih mengetahui kepribadian masing-masing orang serta bakal saling memahami.

Dampak Negatif Dari Kelompok ini

  • Bisa tumbuh menjadi sosok individu yang mempunyai kepribadian menyimpang.
  • Hilangnya semangat untuk belajar dan menjadi malas serta menyukai hal-hal yang melanggar kualitas serta norma.
  • Berada dalam hidup yang kelam misalnya terkena efek dari narkoba.
  • Dijauhi oleh masyarakat yang diakibatkan oleh perilaku yang buruk atau tidak baik.
kelompok sekunder
kelompok sekunder adalah kelompok yang terdiri dari banyak orang namun tidak erat dan mudah hilang

Penjelasan Kelompok Sosial Sekunder

Kelompok sosial sekunder (secondary social group) adalah kelompok-kelompok besar yang terdiri dari banyak orang orang. Hubungannya tak harus wajib diketahui sebab ini didasari atas keuntungan bersama.

Kelompok sekunder berfungsi untuk mencapai sebuah tujuan tertentu agar kelompok tersebut lebih mempunyai peran sebagai sarana bukan hanya tujuan. Kelompok ini sifatnya formal, impersional, parsial serta dilandaskan pada keuntungan kelompok itu semata.

Ciri-ciri Kelompok Sekunder

  • Anggotanya lebih banyak dari kelompok primer.
  • Bersifat rasional
  • Bersifat formal.
  • Timbul perasaan yang tidak tentram antar anggotanya.
  • Adanya spesialisasi yang sangat berbahaya atau ekstrim.

Contoh-contoh Kelompok Sosial Sekunder

Organisasi buruh

Organisasi buruh ini didirikan untuk memberi perlindungan, pembelaan hak kepentingan serta menambah kesejahteraan dengan kepantasan terhadap buruh beserta keluarganya. Kumpulan ini tidak sedikit orang yang mempunyai tujuan sama.

Universitas

Universitas adalah salah satu contoh kelompok sekunder di mana ada sekumpulan orang yang tidak ada ikatan darah maupun kekeluargaan serta mempunyai tujuan yang sama serta hubungannya relatif hanya sesaat saja.

Sekolah

Sekolah juga adalah kelompok sekunder semacam universitas, mereka berkumpul hanya untuk kepentingan sesaat dan seusai lulus mereka berpisah bahkan tak heran lagi tidak akan berjumpa.

Dalam konteks Indonesia kelompok primer serta sekunder tercermin dalam paguyuban serta patembayan.

Paguyuban adalah bentuk dari kehidupan bersama di mana anggotanya mempunyai hubungan batin yang kuat, bersifat alami serta kekal. Menurut Tonnies ciri-ciri paguyuban adalah:

  • Privat, hubungan yang bersifat pribadi terkhusus untuk berbagai orang saja.
  • Intim, hubungan menyeluruh serta mesra.
  • Eksklusif, hubungan tersebut hanya sebatas untuk kelompoknya sendiri.

Paguyuban sendiri bisa dibedakan menjadi 3 tipe:

  • Paguyuban yang dikarenakan ikatan darah. Semacam sanak keluarga.
  • Paguyuban yang dikarenakan tempat tinggal, dan persamaan tempat maka mereka bakal melakukan gotong royong serta saling membantu. Semacam contoh rukun tetangga serta kelompok arisan.
  • Paguyuban yang dikarenakan sebab mempunyai jiwa serta pemikiran yang sama.

Kelompok Sosial Paguyuban dan Patembayan

Patembayan adalah bentuk kehidpan bersama yang mana di antara anggotanya tersedia ikatan lahir serta bersifat pokok dalam kurun waktu yang relatif pendek. Struktunya bersifat mekanis semacam mesin yang setiap komponennya mempunyai kegunaaan masing masing.

Hal semacam itu terjadi sebab dalam masyarakat patembayan yang diutamakan adalah berjalannya sebuah perjanjian serta kontrak yang mempunyai tujuan tertentu serta bersifat rasional. Contoh masyarakat patembayan adalah hubungan organisasi politik atau dunia industri sifatnya pun sementara.

Kesimpulan dari penjelasan di atas adalah bahwa kelompok primer serta kelompok sekunder mempunyai perbedaan yang signifikan, di bawah ini adalah perbedaan kelompok primer serta sekunder.

Dilihat dari jumlah anggota, kelompok primer mempunyai kelompok yang relatif kecil sedangkan kelompok sekunder mempunyai kelompok yang besar.

Dilihat dari pola hubungan, kelompok primer berkepribadian bersahabat serta informal, sedangkan kelompok sekunder bersifat impersonal serta formal.

Dilihat dari komunikasi, kelompok primer komunikasi tak sedikit melakukannya dengan cara langsung, kelompok sekunder sedikit sekali berkomunikasi dengan tatap muka.

Dilihat dari sifat hubungan, kelompok primer permanen, kelompok yang bersamaan dalam waktu lama, kelompok sekunder bersifat temporer kebersamaan relatif singkat.

Dilihat dari keputusan kelompok, sifatnya lebih tradisional kelompok sekunder lebih rasional serta menekankan pada efisiensi kerja.

Itulah artikel dari penjelasan kelompok sosial primer dan sekunder. Untuk kritikan dan saran yang membangun sangat kami harapkan sebesar besarnya. Agar artikel ini dapat menjadi referensi bagi banyak orang.

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.