Cerpen : Kembalinya Si Manis Jembatan Ancol

Kembalinya si manis jembatan ancol

Web portal pendidikan – Cerpen kali ini berjudul Kembalinya si manis jembatan ancol, yang sudah dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba cerpen nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Kembalinya si Manis Jembatan Ancol (Bagian Pertama)

Tercengang diriku saat rasa yang tidak pernah ku alami sebelumnya seketika membuat dunia nyata menjadi semakin menyengkak. Entah apa yang bisa aku percaya darinya. Gelisah, takut, bingung, sedih, tercampur menjadi satu. Semakin terus ku mengingat kejadian itu, semakin bertambah pula rasa kesedihanku.

Senyum di pagi ini menyambut arunika yang samar melintasi celah jendela kamarku. Ilalang yang terhampar rapi di sekitar halaman rumahku terkena lambaian angin. Riak-riak air dengan tetesan embun dari daun hijau Rhododendron.

Sejenak kejadian yang pernah ku alami dulu kulupakan. Setelah berhari-hari menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk menyumbat teriakan cacing di perutku, kini waktunya untuk weekend. Tempat yang biasa aku dan teman-teman kunjungi yaitu sebuah Cafe yang ada di pinggir jembatan Ancol.

“Hey, guys… Ayo kita kumpul nih untuk menghilangkan penatnya otak kita!” pesan masuk dari grup chatting WhatsApp yang dikirim oleh Rizal.

“Kuy, kuy, kuy……! Jangan sampai nggak ikut ya!” balas Ubay.

Begitu ramainya pesan masuk di handphone milikku sehingga aku tinggalkan dan pergi untuk sarapan pagi. Menikmati roti tawar yang diolesi dengan lembutnya selai nanas dan ditambah dengan suguhan Chapucino yang hangat, menambah nikmat yang diberikan-Nya.

Setelah menikmati sarapan, aku bergegas untuk tidak ketinggalan kebersamaan yang tak mungkin terlewatkan. Waktu, tempat, bahkan makanan sudah diinfokan melalui percakapan di WhatsApp tadi.

Ku bawa gitar, segera meluncur ke Cafe itu. Diriku sangat senang bisa memiliki teman-teman yang sudah seperti keluarga sendiri. Sering sekali kami melakukan curhatan isi hati bersama. Kebersamaan itulah yang membuat kami lupa akan waktu.

Rasa penat yang bersarang di tubuh kamipun hilang. Hal itulah yang paling berkesan dalam sejarah pertemanan kami selama ini. Entah apa yang ada dipikiran kami untuk selalu curhat masalah hati yang belum menemukan pasangan hidup masing-masing. Aku, Rizal, Ubay dan dua boy lagi yaitu Ucup dan Mamed menjadi salah satu bentuk keluarga yang banyak memotivasi para pemuda. Zaman sekarang ini, pemuda-pemuda kurang sekali pengetahuan tentang lelaki sejati dengan akhlak yang mulia.

Pernah suatu ketika, kami mengadakan sebuah talk show yang tujuannya untuk memotivasi para pemuda zaman know agar menjadi pemuda yang bisa mencari pasangan sesuai syariat agama. Dengan mengundang pembicara yang ahli dalam bidang tersebut. Di situlah terkadang kami sangat bertanggung jawab besar terhadap apa yang kami lakukan. Wah…. cukup mengesankan bukan?

Tags: ,
About

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

POST YOUR COMMENTS