Keterkaitan Tata Krama Dalam Upaya Pemerintah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

oleh
Keterkaitan tata krama dalam upaya pemerintah mencerdaskan bangsa
Keterkaitan tata krama dalam upaya pemerintah mencerdaskan bangsa

Web portal pendidikan – Hasil kiriman opini dengan judul keterkaitan tata krama dalam upaya pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa disampaikan dan dikirimkan langsung melalui email kami redaksi@belapendidikan.com.

Keterkaitan Tata Krama Dalam Upaya Pemerintah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Pemberitaan mengenai kekerasan terhadap guru bermunculan silih berganti dari berbagai daerah berbeda. Penganiayaan terhadap guru SMA Negeri 1 Kubu Raya, Kalimatan Barat, atau kekerasan yang berujung kematian guru SMA Negeri 1 Torjun, Sampang merupakan gambaran kecil ironi dunia pendidikan Indonesia.

Beberapa penyebab yang mengemuka diantaranya berawal dari sisi psikologis pelajar yang belum stabil, iklim pembelajaran terlalu kompetitif dan kurang menekankan nilai sosial, serta minimnya ketertarikan pelajar dalam kegiatan belajar mengajar.

Peristiwa-peristiwa dimaksud jauh berbeda dengan keadaan yang terjadi pada masa-masa sebelumnya. Meskipun terdapat kekurangan di bidang teknologi dan pengembangan pendidikan, namun budaya yang menekankan penghormatan terhadap pengajar masih dijunjung tinggi.

Proses pendidikan berkaitan erat dengan akhlak dan tata krama atau adab. Para tokoh muslim mempelajari adab dengan durasi lebih lama daripada ilmu yang dipelajari setelahnya.

Tata krama yang ditampakkan menjadi bukti kesiapan dari para pelajar untuk menerima ilmu pengetahuan yang diajarkan beserta beberapa ilmu pengantarnya. Sedangkan, sikap abai terhadap kedudukan pengajar merupakan buah dari ketidaksiapan pelajar yang didasari oleh anggapan bahwa posisi dan keberadaan mereka lebih dari pengajar.

Keadaan dimaksud tidak dapat dibenarkan meskipun pada kenyataannya pengajar masih perlu melakukan perbaikan dan pengembangan dalam mengemban tugasnya. Namun apabila peniadaan penghormatan kepada pengajar tetap berlangsung dikhawatirkan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan kegiatan belajar mengajar karena para pelajar sejak awal telah memiliki posisi yang tidak sejalan dengan para pengajar.

Diperlukan berbagai upaya guna memperbaiki kualitas moral pelajar dan kompetensi pengajar agar mampu mencapai tujuan dari kegiatan belajar mengajar. Salah satu upaya strategis untuk mewujudkannya adalah dengan adanya penggalakan pendidikan karakter dan penguatan tata krama terhadap pengajar.

Pendidikan karakter yang menekankan nilai kebaikan dalam kehidupan dan faktor-faktor kearifan lokal yang luhur mampu membentuk kepribadian pelajar yang baik. Penyampaian materi pendidikan karakter dapat dilakukan dengan cara-cara kreatif sehingga mampu menjaga minat dan ketertarikan pelajar dalam mengikuti seluruh rangkaian proses pembelajaran.

Pendidikan karakter mampu membangun kepribadian pelajar agar terbiasa bersikap rendah hati dan toleran terhadap pengajar serta teman-teman mereka sehingga mampu mencapai pemahaman dan melakukan pengamalan ilmu yang telah diterima. Lebih dari itu, pendidikan karakter dapat berpengaruh besar terhadap dunia pendidikan nasional karena metode dimaksud mampu memberikan dampak secara langsung kepada pelajar sebagai aktor utama.

Hasil terbaik dapat diwujudkan melalui pengadaan pendidikan karakter yang turut aktif menjaga hak-hak pengajar. Salah satu naluri dasar seorang pengajar adalah niatan tulus untuk memberikan pemahaman bagi anak didiknya.

Dengan pengakuan dan pengawasan hak pengajar yang baik maka para pengajar mampu fokus pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan melakukan inovasi-inovasi agar para pelajar tertarik dan paham akan setiap materi yang disampaikan sehingga pengajar memiliki hubungan baik dengan para pelajar dan tujuan kegiatan belajar mengajar mampu tercapai.

Pelaksanaan pendidikan karakter mampu memberikan manfaat terhadap lebih banyak pihak tanpa memberikan dampak negatif dalam kegiatan belajar mengajar. Keefektifan program dimaksud tidak dimiliki oleh metode-metode yang hanya menyalahkan pelajar beserta orang tuanya. Apabila hal dimaksud terjadi, dampak yang mengikuti justru memperburuk hubungan pengajar dengan pelajar sehingga mengakibatkan tidak tercapainya tujuan kegiatan belajar mengajar.

Program pendidikan yang melibatkan para pengajar dan pelajar harus dilaksanakan secara kondusif sesuai perannya. Pelajar yang menghormati para pengajar dan pengajar yang menyayangi anak didiknya menjadi suatu keniscayaan yang harus dijaga.

Oleh karena itu diperlukan adanya batasan hubungan antara pengajar dan pelajar. Pendidikan karakter mampu menguatkan posisi pengajar tanpa merenggangkan hubungan antara pengajar dan anak didiknya.

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *