Keterpurukan Pendidikan Indonesia

0
68
Keterpurukan pendidikan Indonesia
Keterpurukan pendidikan Indonesia

Web portal pendidikan – Esai kali ini berjudul keterpurukan pendidikan Indonesia, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba esai nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Keterpurukan Pendidikan Indonesia

Pendidikan merupakan hal terpenting untuk kemajuan sebuah negara, karena pendidikan merupakan salah satu sendi dalam kehidupan dan merupakan cita-cita yang luhur suatu bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa didalam bernegara.

Untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang memiliki integritas tinggi, selain itu pendidikan merupakan dasar atau sebuah embrio generasi yang akan lahir. Pendidikan berasal dari kata didik yang artinya memelihara dan memberi latihan, ajaran, bimbingan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Keadaan pendidikan di Indonesia yang sudah berjalan di negeri yang merdeka sudah hampir berjalan 73 tahun ini semakin memprihatinkan. Hal ini dikarenakan banyaknya permasalahan yang terjadi didalam pendidikan di Indonesia.

Menurut Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) telah mencatat setidaknya ada tujuh masalah pendidikan yang harus diselesaikan oleh pemerintah demi tercapainya cita-cita bangsa.

Yang pertama yaitu program wajib belajar selama 12 tahun yang masih berada di persimpangan jalan karena program itu belum memiliki payung hukum.

Kedua, naiknya angka siswa yang putus sekolah yaitu dalam kalangan SMP dan SMA, yang notabenenya SMP dan SMA adalah masih dalam lingkup wajib belajar 12 tahun, dikarenakan adanya pungutan liar untuk masuk sekolah-sekolah tertentu.

Ketiga, dievaluasi dan dibenahinya baik dari metode pembelajaran dan guru pendidikan agama yang jika dibiarkan akan menimbulkan benih-benih intoleran dan sikap keagamaan yang radikal didalam sekolah.

Keempat, lemahnya pengakuan negara atas pendidikan pesantren dan madrasah.

Kelima, tidak tepat sasaran dan waktu untuk pendistribusian Kartu Indonesia Pintar (KIP), dikarenakan lambatnya dan alokasi yang tidak akurat, dan juga penyelewengan dana turut menyelimuti implementasi program tersebut.

Keenam, masih merajalelanya pungutan liar dan kekerasan yang terjadi didalam dunia pendidikan di Indonesia ini, komponen utamanya yaitu guru, wali murid, siswa, satu sama lain saling berperan ganda.

Ketujuh, tidak sesuainya antara dunia pendidikan dan dunia pekerjaan, dikarenakan banyaknya lulusan dunia pendidikan sedangkan lahan pekerjaan di Indonesia yang masih sempit. Sementara, saat ini sudah memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean),

Bagaimana Dengan Masa kini ? Apakah Dunia Usaha Mudah Untuk DIjalankan ?

pada masa ini dunia usaha sangat mengalami kesulitan untuk merekrut tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dan sumber daya manusia yang siap bersaing, hal ini menunjukkan ada gap antara dunia industri dengan ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia.

Tetapi realita saat ini, masih banyak siswa bahkan mahasiswa yang belum memiliki pendidikan kepribadian yang baik, tidak memiliki pendidikan tata krama yang santun ketika berbicara dengan guru atau dosen, bahkan saat ini sudah berani secara terang-terangan melawan ataupun membantah seorang guru atau dosen yang sedang memberi nasehat dan pelajaran terhadap siswa atau mahasiswa tersebut.

Sungguh menyayat hati melihat realita yang terjadi saat ini, sangat jauh dengan kondisi siswa atau mahasiswa pada jaman dahulu yang begitu sangat menghormati guru atau dosennya. Hal ini tentunya harus di tuntaskan sampai ke akar-akarnya.

Peran orang tua juga sangat penting dalam membangun pendidikan di Indonesia ini, pada saat di rumah siswa diajari tata krama yang baik, sopan santun, dan etika dalam bertutur kata yang lemah lembut. Hanya saja, sampai saat ini semakin hari etika siswa maupun mahasiswa malah semakin berkurang.

Perlu kita ketahui bahwa sebuah negara dikatakan maju apabila perkembangan pendidikan di negara tersebut juga maju, karena dari tahun ke tahun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju dengan pesat, maka dari itu negara Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara lainnya agar bisa mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing dengan dunia.

Harapan untuk pendidikan di Indonesia saat ini yaitu agar pendidikan di Indonesia lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah sebagai bagian dari salah satu program Nawacita yang sudah diagendakan, agar bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang hanya bisa terwujud jika dimulai dari sekarang yaitu dengan meningkatkan mutu pendidikan anak-anak bangsa agar menjadi generasai yang cemerlang dan bisa bersaing di era MEA seperti sekarang agar Indonesia bisa bersaing dengan dunia.

Oleh karena itu, kita sebagai bagian dari elemen pendukung generasi pendidikan yang akan datang harus bisa menumbuhkan rasa sadar dan cinta terhadap bangsa dan setanah air kita, kita satukan niat untuk membangun bersama Indonesia yang lebih maju, kemudian marilah kita bersama-sama sebagai generasi muda untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan bangsa kita, demi bangsa Indonesia.

Penulis : Agina Putri Asysyaffa
Penulis : Agina Putri Asysyaffa

Biodata Penulis :
Nama : AGINA PUTRI ASYSYAFFA
Tempat, Tanggal lahir : Cirebon, 27 April 1997
Pekerjaan : Pelajar/Mahasiswa
Instagram : @aginaputria

Esai ini ditulis oleh Agina Putri Asysyaffa kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

BAGIKAN
Berita sebelumyaCerpen : Matahari Terbit
Berita berikutnyaPuisi : Balada Pembawa Cahaya
Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

LEAVE A REPLY