ketika guru tak lagi dihormati
ketika guru tak lagi dihormati

Web portal pendidikan – selamat pagi sob, hasil kiriman opini pada hari ini yaitu ketika guru tak lagi dihormati. Untuk informasi lebih lengkap dapat kita simak dalam artikel berikut ini.

Ketika Guru Tak Lagi Dihormati ?

“Guru itu ibarat kayu yang terbakar dia menjadikan dirinya abu tapi semua orang menjadikannya terang”

“Ketika Guru tak lagi dihormati,” sejenak saya berpikir tentang kalimat itu. Masih terngiang ngiang di kepala saya. Guru yang sepatutnya kita segani, kita patuhi, kita tiru dan kita hormati. “Sudahkah anda melakukan hal tersebut ?” mungkin ini pertanyaan yang tak asing lagi bagi kita, mungkin beberapa dari kalian sudah menerapkannya, disisi lain malah ada yang justru sebaliknya.

Kekerasan antara guru pada murid, antara murid pada guru, tawuran pelajar, menjadikan problematika yang sangat membuming saat ini pada zaman now.  Akhir – akhir ini media sosial telah digemparkan oleh suatu hal yang tidak sepatutnya terjadi, namun lantas terjadi.

Baca : Opini, Guru Zaman Now

Sejenak saya berpikir dunia yang semakin tahun bahkan semakin hari semakin menjadi jadi, dunia yang semakin kejam dirasa, globalisasi yang melahirkan dunia baru membuat para kalangan manusia dimanjakan akan hal itu.

Seolah olah mereka lupa tentang perihal bahwa “Hidup itu harus ada aturan tidak seenaknya sendiri,” meskipun kembali pada diri kita sendiri, apapun terserah kalian. Mau kalian jungkir balik, mau kalian ngapain aja asal enggak menganggu orang disekitar kalian. Tapi harus inget,  cara dia hidup, pilihan dia tak sesuai dengan aturan yang ada.

Baca : Hancurnya pendidikan di Indonesia saat ini

Miris ketika saya pertama kali baca beritanya, kalian pasti tau kan? soal salah satu guru yang seharusnya kita hormati, kita patuhi tetapi malah justru sebaliknya.

Saya rasa ketika masih remaja bandel itu hal yang biasa. Tapi harus ada batasan, harus pakai otak. Tidak main seenaknya sendiri, apalagi dengan orang tua kita disekolah yakni Guru.

Saya pernah baca salah satu artikel atau apa aku lupa, “utamakan akhlak dari pada ilmu, karena iblis tentunya lebih berilmu,” meletakkan akhlak itu sangat penting disaat degradasi moral.

Baca : Dekadensi Moral Zaman Modern

Tapi saya melihat problem disini tak hanya satu sisi, disisi lain saya berpikir mungkin bisa jadi si pelaku bisa saja ada riwayat yang membuat dia melakukan hal tersebut, bisa jadi karena kekerasan. Karena menurut pemikiran saya, mustahil buat anak yang hidup bahagia namun tiba tiba dia melakukan suatu kekerasan, hal itu tentu jadi pertimbangan bagi kita.

Mungkin buat anak tahun 90’an tak mengenal hal yang namanya “Murid memukul gurunya,” banyak anak 90’an yang mengatakan kalau dulu karakter pendidikan sangat penting, kedisiplinan, sopan santun dan sangat menghormati guru.

Baca : Menjadi Guru Yang Inspiratif

Jangan jadikan pengaruh teknologi menjadi berkurangnya moral dan etika kalian, seharusnya menjadi bertambah. Sebab wawasan kita menjadi luas dengan membaca sana sini. Menemukan hal yang baru, bisa menjadikan hal itu sebagai hal yang patut dilakukan jika hal tersebut baik. Dan justru juga bisa sebaliknya.

Buat keluarga Almarhum semoga ditabahkan, semoga amal ibadahnya diterima sisi tuhan. Buat si pelaku semoga ini menjadi pengalaman yang tak kau lupakan dan menjadikan dirimu lebih baik di kedepannya, menjadikan hal ini sebagai pembelajaran di masa yang akan datang.

Penulis : Nisa
Email : nisnissa22@gmail.com

1 KOMENTAR

  1. bener banget tuh, apa yang salah ya dengan Indonesia saat ini, HAM malah dibuat mainan sekarang sama siswa maupun orang tua siswa.. Guru seakan tidak punya pembelaan lg

LEAVE A REPLY