Korupsi dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Nasional

1296
Korupsi dan pengaruhnya terhadap pembangunan nasional
Korupsi dan pengaruhnya terhadap pembangunan nasional

web portal pendidikan – Kembali lagi bersama mimin dalam update artikel terbaru. Nah kali ini mimin akan menjelaskan artikel dengan judul Korupsi dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Nasional. Untuk lebih lengkap dapat anda simak dalam artikel ini.

Korupsi dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Nasional

Pada umumnya untuk suatu buku, makalah atau kertas kerja yang membahas suatu permasalahan, selalu dikemukakan terlebih dahulu pembatasan atau definisi permasalahan yang bersangkutan. Dengan pembatasan sedemikian dimaksudkan sebagai definisi kerja yang hanya khusus berlaku bagi tulisan yang bersangkutan. Mengingat bahwa untuk merumuskan definisi yang absolut dapat berlaku atau diterima oleh berbagai pihak atau sudut pandang sangat sulit.

Pengertian Korupsi

Dapat kiranya dikemukakan beberapa unsur yang pada umumnya terdapat masing masing batasan atau pengertian. Unsur unsur ini meliputi hal hal sebagai berikut :

  1. Korupsi sebagai gejala sosial (dan politik)
  2. Korupsi merupakan tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh seorang, baik pejabat atau pegawai pemerintahan, pengusaha, maupun dokter.
  3. Tindakan atau perbuatan dimaksud merupakan pelanggaran terhadap norma norma yang berlaku atau diterima secara umum oleh masyarakat/negara.
  4. Sebagai akibat tindakan atau perbuatan korupsi berupa kerugian keuangan/kekayaan negara dan masyarakat

Dari inentarisasi unsur unsur yang ada pada berbagai definisi atau pengertian yang dimaksud, pada hakekatnya dapat dibedakan antara unsur unsur yang mutlak ada pada setiap tindakan korupsi dengan unsur unsur pelengkap yang bersifat mendukung unsur pokoknya. Adapun unsur unsur mutlak atau pokok itu berupa:

  • Adanya pelaku atau pelaku pelaku korupsi
  • Adanya tindakan tindakan yang melanggar norma yang berlaku
  • Adanya unsur merugikan keuangan/kekayaan negara atau masyarakat, langsung atau tidak langsung
  • Adanya unsur tujuan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi/keluarga/golongan

Berdasarkan unsur unsur mutlak atau pokok yang ada pada setiap tindakan korupsi, maka secara “absolut” Korupsi diartikan sebagai suatu tingkah laku atau tindakan seseorang yang tidak mengikuti atau melanggar norma yang berlaku serta mengabaikan rasa kasih sayang dan tolong menolong dalam kehidupan bernegara/bermasyarakat dengan mementingkan diri pribadi/keluarga/kelompok atau golongan dan yang tidak mengikuti atau mengabaikan pengendalian diri sehingga kepentingan lahir dan batin tidak seimbang, dengan mengutamakan kepentingan lahir berupa meletakkan nafsu duniawi yang berlebihan sehingga merugikan keuangan dan kepentingan masyarakat.

Korupsi dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Nasional

Pengertian absolut seperti dimaksud memang cukup panjang lebar dengan memasukan keseluruhan unsur pokok yang pada setiap tindakan korupsi. Mungkin secara singkat dapat dikemukakan rumusan bahwa korupsi pada hakekatnya merupakan tingkah laku/tindakan seseorang yang melanggar norma norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi dan merugikan negara/masyarakat baik langsung atau tidak.

Dengan pengertian absolut tersebut akan sulit dipergunakan sebagai landasan berpijak untuk penyusunan tulisan yang pada prnsipnya bertujuan untuk dapat memperoleh gambaran cukup jelas pola tindak atau kegiatan korupsi beserta pemikiran usaha untuk penindakannya.

Hakekat Tindakan Korupsi

Dengan memperhatikan unsur unsur yang ada pada setiap tindakan korupsi, dapatlah diketahui hakekat tindakan korupsi. Terutama dari unsur unsur pokoknya, sesungguhnya telah dapat diperoleh gambaran tentang hakekat tindakan korupsi. Terdapat sekurang kurangnya empat unsur mutlak korupsi, yakni:

  1. adanya pelaku atau pelaku pelaku
  2. adanya tindakan yang melanggar norma
  3. adanya tindakan yang merugikan negara atau masyarakat
  4. adanya tujuan untuk keuntungan pribadi/golongan

Apabila ditambah atau dilengkapi dngan unsur unsur lainnya, maka hakekat tindakan korupsi akan lebih nampak jelas, misalnya dengan tambahan unsur unsur seperti :

  • Sebagai gejala sosial yang menular sehingga dianggap sebagai penyakit sosial yang kronis.
  • Sebagai tindakan yang berupa penggunaan dan penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang, mungkin juga kesempatan.
  • Bentuk atau wujud motif keuntungan pribadi/golongan dapat berupa uang, harta kekayaan, fasilitas atau pengaruh.
  • Pencampuran antara kepentingan keuangan/kekayaan negara dengan pribadinya.
  • Harga atau nilai korupsi bergantung kepada elastisitas permintaan dan penawaran di pasar gelap birokratis.

Dilirik dari unsur unsur yang menggambarkan hakekat tindakan korupsi, sebenarnya yang menjadi pangkal permasalahannya terletak pada pelaku pelaku korupsinya. Sumber penyakit sosial yang bernama korupsi ini, yang juga terdapat pada penyakit sosial lainnya, ada pada diri manusia pelakunya.

Baca artikel terkait tentang korupsi : Pengertian dan Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Tanpa adanya unsur ini, maka unsur unsur lainnya tidak akan muncul. Oleh karena itu untuk pemikiran langkah langkah penanggulangan atau pemberantasan korupsi, perlu dimulai dari titik tolak ini.

Korupsi dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Nasional

Korupsi terjadi karena adanya pelaku atau pelaku pelaku yang memenuhi unsur tindakan korupsi lainnya. Dalam hal ini unsur tindakan yang melanggar norma merupakan faktor dominan disamping unsur unsur mutlak/pokok lainnya. Melalui pelaku yang melanggar norma norma inilah korupsi terjadi dengan akibat kerugian bagi negara dan bangsa.

Perlu kiranya dingat, bahwa tindakan pelaku korupsi yang melanggar norma norma yang berlaku, bukan hanya dari segi hukumnya. Terdapat aspek aspek lain dari norma norma yang berlaku yang dilanggar, yakni aspek moral dan etika.

Sikap tingkah laku maupun perbuatan manusia berbeda dengan yang berlaku pada makhluk lain yang hanya mengendalikan atau mendasarkan pada nalurinya. Umat manusia tidak hanya mempergunakan naluri dalam sikap, tingkah laku atau perbuatan. Karena kepadanya dilengkapi oleh Allah Maha Pencipta dengan akal pikirannya.

Terdapat tiga tingkatan utama pertanggungjawaban warga masyarakat yang beradab, yakni :

  1. Pertanggungjawaban hukum (legal responsibilities)
  2. Pertanggungjawaban ethis (ethical responsibilities)
  3. Pertanggungjawaban moral (moral responsibilities)

Peningkatan Peranan Pemerintah

Peningkatan peranan pemerintah sesungguhnya dapat diteliti melalui peningkatan besarnya pengeluaran negara atau anggaran belanja pemerintah dari tahun ke tahun yang luar biasa. Peningkatan yang bergitu pesat berlangsung baik dari negara negara yang sudah maju maupun yang sedang berkembang.

Bagi negara negara yang suah maju, perkembangan dalam pengelolaan keuangan negara sejalan engan semakin besarnya peranan pemerintah dalam kehidupan masyarakat dan tidak terbatas lagi pada tugas tugas klasik pemerintahan.

Dibandingkan dengan negara negara maju, maka peranan pemerintah di negara negara yang berkembang jauh lebih besar lagi. Hal ini berhubungan dan tidak terlepas dengan peranannya sebagai “agent of development“. Tanggung jawab pemerintah memang semakin dan sedemikian besar dalam rangka upaya percepatan pertumbuhan dan pembangunan nasionalnya.

Perkembangan peranan negara atau pemerintah di negara yang sedang berkembang bukan hanya dalam bentuk belanja pembangunan dengan berbagai program infrastruktur seperti pendidikan, keagamaan, kesehatan, maupun sarana lainnya dengan pekerjaan umum.

Korupsi dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Nasional

Sebagai subjek ekonomi, peranan negara atau pemerintah dilaksanakan melalui berbagai bentuk badan usaha milik negara, dari perusahaan jawatan, perusahaan umum sampai persero.

Pertumbuhan sektor pemerintah yang begitu pesat berhubungan pula dengan dampaknya, baik yang bersifat positif atau negatif. Dampak positif nampak dan dirasakan pada hasil hasil pertumbuhan dan pembangunan ekonomi dengan peningkatan pendapatan nasional rata rata. Adapun dampak negatifnya yang terkait dengan permasalahan korupsi meliputi beberapa hal, yakni:

  • Segi politik dan ekonomi nasional
  • Segi organisasi/administrasi pemerintahan serta
  • Segi fungsi pengawasan dan pembangunan nasional

Korupsi dalam pelaksanaan pembangunan nasional

Pelaksanaan pembangunan nasional memang memerlukan biaya yang sangat besar dari tahun ke tahun berkembangnya dengan sangat pesat. Sedangkan aparat pengawasan dengan sistem pengawasan yang ada sulit untuk dapat mengikuti gerak pembangunan yang sedemikian pesat.

Tanpa adanya pengawasan melekat yang baik, maka aparat pengawasan semata mata sulit diharapkan dapat berfungsi dengan sebaik baiknya bagi kepentingan usaha usaha pembangunan nasional. Penggunaan atau penyalahgunaan kekuasaan atau kesempatan untuk tindakan korupsi bisa meluas, menular, sehingga merupakan korupsi endemis yang tidak terkendali dengan tidak atau kurang berfungsinya pengawasan melekat.

Meluasnya praktek korupsi di negara negara yang sedang berkembang menimbulkan kesan bahwa kata korupsi ini barangkali merupakan kata yang paling banyak dikutuk oleh orang. Bahkan sampai timbul ungkapan bahwa pada kebanyakan negara berkembang korupsi merupakan ciri khas yang sukar untuk diberantas.

Tetapi banyak pula negara yang berhasil keluar dari kemelut korupsi, baik negara yang sekarang sudah maju (Inggris, Perancis, Belanda) maupun yang masih dalam taraf menengah/meningkat maju (Korea Selatan, Singapura). Sesungguhnya korupsi berada di mana mana, tidak terkecuali juga di negara negara komunis.

Dampak Korupsi terhadap perekonomian dan pembangunan nasional pada umumnya dipandang negatif. Dengan korupsi akan berakibat pemborosan keuangan/kekayaan negara, juga swasta, yang tidak terkendali penggunannya karena berada di tangan para pelakunya yang besar kemungkinan disalurkan untuk keperluat yang bersifat konsumtif.

Korupsi dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Nasional

Kekhawatiran tentang pengaruh negatif korupsi yang menjalar dan bersifat endemis memang cukup beralasan dan bahayanya terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara yang bersangkutan. Meskipun terdapat penggunaan istilah bahwa korupsi telah membudaya atau korupsi ini merupakan kebudayaan atau ungkapan lain.

Namun demikian perlu diperhatikan jika Bung Hatta salah seorang Proklamator, perna mengkonstatr bahwa korupsi bisa bisa akan membudaya jika dibiarkan terus, memang penanganan secara serius perlu lebih ditingkatkan lagi.

Nah itu lah penjelasan dari artikel kita yang berjudul Korupsi dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Nasional. Untuk kritik dan saran yang membangun kami harapkan yang sebesar besarnya, sekiranya dapat memberikan tambahan mohon untuk berkomentar dibawah ini.

BAGIKAN
Berita sebelumyaPenulis Tamu
Berita berikutnyaKeuntungan Blog Zombie Dalam Mendaftar Adsense
Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

1 KOMENTAR

  1. benar banget mas, ketika banyak yang korupsi tentu dana yang harusnya untuk pembangunan malah diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab, jadi pastinya dana tersebut sangat berpengaruh untuk pembangunan.