Lestarikan Bahasa, Kuburlah Berita Hoax

oleh -20 views
Opini : Lestarikan Bahasa, Kuburlah Berita Hoax
Opini : Lestarikan Bahasa, Kuburlah Berita Hoax

Web portal pendidikan – Selamat malam sobat belapendidikan, artikel yang akan saya buat kali ini sebenarnya lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu, telusuri terlebih dahulu sebelum menyebarkan hoax. Judul kali ini yaitu lestarikan bahasa, kuburlah berita hoax. Dalam tulisan ini saya akan berfokus untuk melestarikan bahasa, maka berita hoax akan mudah hilang. Berikut kami ulas secara lengkap dalam artikel kali ini.

Lestarikan Bahasa, Kuburlah Berita Hoax


“Kuasai bahasa maka kamu akan menaklukan dunia dengan mudah,” seperti itulah pentingnya bahasa bagi manusia. Kita yang menguasai bahasa akan merasa lebih “hidup”.

Selain menguasai teknologi, kita juga harus bisa menguasai berbagai macam bahasa untuk menaklukan 2 macam dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya.

Adanya teknologi yang semakin maju, menyebabkan banyak sekali aplikasi atau layanan yang memberikan berbagai macam informasi mengenai perkembangan di dunia nyata maupun di dunia maya. Dan semua informasi tersebut, ditulis menggunakan berbahagai macam bahasa, khususnya bahasa Indonesia.

Selain untuk menyebarkan berbagai macam informasi di dunia maya, bahasa juga berperan dalam proses interaksi sesama manusia. Namun, disamping itu bahasa merupakan faktor utama penyebab hoax muncul di dunia maya.

Bagaimana tidak, hoax atau berita palsu ditulis dengan bahasa resmi negara di seluruh dunia, terkhusus bahasa Indonesia yang merupakan negara resmi negara kita sendiri, “Indonesia.”

Pengertian Hoax


Hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu.

Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya.

Suatu pemberitaan palsu berbeda dengan misalnya pertunjukan sulap; dalam pemberitaan palsu, pendengar/penonton tidak sadar sedang dibohongi, sedangkan pada suatu pertunjukan sulap, penonton justru mengharapkan supaya ditipu (Wikipedia, n.d.).

Bahasa Indonesia dalam Dunia Maya


Bahasa pada dunia maya dan jejaring sosial yang semakin marak merupakan realitas akibat dinamika peradaban manusia. Bahasa dunia maya dan jejaring sosial merupakan pola bahasa peralihan dari bahasa lisan ke bahasa tulisan.

Tidak ada yang salah dalam bahasa dunia maya karena dinamika peradaban manusia, budaya, dan lingkungan atau demografis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pola berbahasa seseorang.

Dunia maya dan jejaring sosial akan menjadi ancaman apabila penggunaannya yang marak mulai merambah pada aktivitas berbahasa formal, baik lisan maupun tulisan.

Namun, bahasa dunia maya dan jejaring sosial akan memberi peluang kepada Bahasa Indonesia untuk semakin menegaskan posisinya sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan.

Di samping itu, peran media sosial sangatlah perlu mengingat media sosial berperan penting dalam berbagai aspek.

Berkaitan dengan bahasa, salah satunya adalah penyebaran kosakata, baik yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah, tentunya melibatkan berbagai macam media sosial untuk menyebarluaskan berita yang ditulis menggunakan bahasa Indonesia.

Ketersebaran kosakata tersebut melibatkan pelaku media sosial yang salah satunya adalah jurnalis atau para penulis berita di berbagai media.

Informasi yang disajikan oleh jurnalis dengan menggunakan kosakata tersebut secara langsung atau tidak telah menyediakan data bagi pekamus untuk dijadikan sebagai bahan tambahan kata, dan yang nantinya dapat digunakan secara baik dan benar tentunya masih perlu diolah kembali.

Kosakata baru yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah dalam bahasa Indonesia tidak hanya terbatas pada kosakata yang bersifat umum, tetapi juga dapat berupa kosakata yang berupa istilah.

Dalam hal ini, kosakata tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyakat bahasa alam bidang keilmuan tertentu.

Maraknya hoax di sosial media disebabkan oleh kurangnya pemahaman jurnalis mengenai tata cara penulisan berita yang baik, yang tidak sembarangan mengolah kata dan memasukkan bahasa asing ke dalam tulisan yang dibuatnya.

Mereka para jurnalis, mau tidak mau harus paham betul mengenai kaidah-kaidah atau tata kebahasaan dalam kepenulisan agar bisa membedakan mana berita yang benar-benar bersumber dari jurnalis terpercaya yang tentunya tahu tentang ilmu-ilmu kepenulisan atau hanya sekadar kalangan awam yang ingin menyebarkan berit hoax belaka saja.

Untuk mencegah hal itu,  Para jurnalis dituntut untuk mengetahui serta memahami kaidah-kaidah yang berlaku dalam penulisan berita secara khusus.

Selain itu, masing-masing organisasi media sosial memiliki gaya tersendiri dalam menulis berita namun dengan tetap mengacu pada kaidah-kaidah yang berlaku secara universal.

Itulah sebabnya, jika kita cermati, gaya penulisan Kompas akan berbeda dengan gaya penulisan Pikiran Rakyat misalnya.

Menulis berita dengan baik sangat penting dalam kegiatan jurnalistik. Jika jurnalis tidak bisa menulis berita dengan baik maka berbagai berita penting, kisah-kisah yang menarik, analisis mendalam, ulasan pendapat, dan kabar gosip tidak akan mampu menjangkau khalayak sasaran.

Menulis merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Karena dengan menulis, kita belajar untuk menemukan dan menggunakan kata-kata yang tepat, menyatukannya ke dalam sebuah kalimat, dan membentuk sebuah paragraf yang dapat memberikan makna bagi khalayak pendengar atau pembaca. Tulisan yang baik akan mendatangkan umpan balik yang positif dari editor, pembaca, dan lain-lain.

Bagaimana tata cara penulisan berita yang baik? Sebelum membahasnya, kita pahami terlebih dahulu apa itu berita.

Pengertian Berita


Banyak sekali pengertian berita yang telah dirumuskan oleh ahli. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia Online – Berita atau kabar adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Berita juga berarti laporan, pemberitahuan, atau pengumuman.
  2. Dictionary of Media – Berita adalah laporan dari kejadian atau peristiwa yang baru saja terjadi dalam sebuah surat kabar, televisi, radio, atau laman.
  3. Dictionary of Mass Communication and Media Research – Berita adalah laporan dari suatu kejadian atau peristiwa yang baru saja terjadi atau laporan yang muncul di media massa.

Setelah mengetahui lebih lanjut mengenai pengertian berita, jurnalis ditunttuk untuk paam mengenai ilmu kepenulisan atau tata cara kepenulisan dengan baik.

Di sini ada beberapa cara penulisan berita yang baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah kebahasaan agar tidak mudah terjerumus ke dalam berita hoax dan mudah dibedakan antara berita asli atau berita hoax yang ditulis seenaknya saja dengan bahasa Indonesia.

  1. Tidak Mengandung Fitnah, Hasutan, dan Kebohongan
  2. Tidak Menonjolkan Unsur tuduhan (fitnah) Kekerasan, Seksualitas, Perjudian, Penyalahgunaan Narkotika dan Obat Terlarang
  3. Tidak Mempertentangkan Suku, Agama, Ras atau Golongan
  4. Tidak Menggunakan bahasa dan isi yang emosional
  5. Berani spekulasi terhadap isu yang disebarnya

Harus jelas sumbernya Kalau kaidah-kaidah tersebut diterapkan oleh para jurnalis dalam penulisan informasinya, tentunya budaya baca di tengah masyarakat bisa meningkat sehingga masyarakat menjadi kritis dan berita-berita hoax tidak akan lagi mendapat tempat istimewa di tengah-tengah masyarakat.

Kita sebagai penerus para pejuang kemerdekaan di era globalisasi ini memiliki amanat untuk menjaga bahasa Indonesia agar tidak menjadi alasan hoax bisa menyebar di media sosial.

Gunakanlah bahasa persatuan kita untuk hal yang positif, jangan sampai kita sendiri sebagai warga Indonesia malah memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai ladang untuk menyebarkan hoax di sana sini dengan kosa kata yang kita miliki seadanya.

Teruslah perdalam mengenai ilmu-ilmu kebahasaan, karena bahasa merupakan kunci untuk menaklukkan dunia. Tegakkan persatuan, hilangkan hoax, lestarikan bahasa kita!


Itulah penjelasan dari artikel yang saya tulis, jika ada kritik dan saran yang membangun terhadap judul Lestarikan Bahasa, Kuburlah Berita Hoax. silahkan berkomentar di bawah ini.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami redaksi@belapendidikan.com

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Seorang blogger amatir yang hobinya nulis, tidak terikat instansi apapun. Jika kamu mempunyai hobi yang sama, mari kita bangun situs ini lebih baik. Mencerdaskan seluruh pembaca adalah niat dan tujuan situs ini berdiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *