Lidi (Literasi Digital) Gaya Anak Muda Memerangi Hoaks

oleh
Literasi digital gaya anak muda memerangi hoaks - Dudu Mawarida
Literasi digital gaya anak muda memerangi hoaks - Dudu Mawarida

Web portal pendidikan – Hasil kiriman esai hari ini dengan judul LIDI (Literasi Digital) gaya anak muda memerangi hoaks, disampaikan dan dikirimkan langsung melalui email lombaesai@belapendidikan.com

LIDI (Literasi Digital) Gaya Anak Muda Memerangi Hoaks

Hoaks tengah membludak di bumi pertiwi Indonesia. Kepopularan hoaks dan pelaku penyebarnya menoreh paradigma miring dimata publik tentang sasaran yang dimuat. Terlebih lagi banyak masyarakat awam keliru memaknai istilah hoaks sendiri.

Akibatnya, memicu berbagai tudingan terhadap kelompok tertentu, menginjak martabat pembuat kebijakan, dan menyudutkan sasaran lainnya hingga menjajal penyimpangan level hyper anmoral yakni menyiksa atau menyakiti orang yang tidak bersalah. Lalu apa hoaks itu sebenarnya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hoaks ialah berita bohong. Berbanding terbalik dengan pengertian sebagian masyarakat bahwa hoaks adalah sekedar berita yang tidak disukai. Adapula yang menganggap sebagai berita menyesatkan.

Bila menilik dari point of view/sudut pandang dunia hukum, istilah bohong dan menyesatkan mempunyai arti yang berbeda. “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik”,( Pasal 28 (1) Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE).

Penggunaan konjungsi “dan” pada dua unsur tersebut menunjukkan keharusan untuk masing-masing dipenuhi pada usaha memidanakan seorang penyebar berita bohong (tidak sesuai keadaan sebenarnya), dan menyesatkan (menyebabkan salah perspektif).

Pengertian Literasi :

Literasi atau ‘literature‘ dan bahasa inggris ‘letter‘ merupakan kualitas/kemampuan melek huruf/aksara yang didalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis serta melek visual yang artinya kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide visual (adegan, video, gambar), sumber: Merriam-webster.

Modernisasi teknologi seperti Media Sosial (medsos) telah menyuguhkan kepraktisan dan keinstanan berbagi konten informasi sebagaimana yang tercantum diatas baik berupa tulisan, adegan, video dan gambar sebagai media literasi. Ada 143 juta jiwa anak muda dengan persentase 54 persen yang terdata pada tahun lalu sebagai pengguna internet berdasarkan perolehan data oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Fenomena sosial penggunaan internet dalam berbagi informasi di kalangan pemuda lazim dibingkai dengan hujatan dan deskriminasi. Timbul pertanyaan bagaimana peranan pemuda dalam menyikapi bahasa sebagai alat penyebar hoaks yang kian marak saat ini? Adakah cara-cara sederhana namun cermat untuk diterapkan dalam menentukan suatu konten pemberitaan yang hoaks dan asli?

Teknologi seolah menjadi virus penyerang yang sukar untuk dikendalikan sebab tersedia banyak fitur yang apik lagi menarik. Meskipun tidak semua mendidik sebab berisi umbaran kebencian dan maksud jahat lainnya yang tentu dikemas mantap lewat digital.

Kehadiran pemuda dengan segala tuntutan sebagai agent of the change di era digital harus siap sedia menjadi ujung tombak dalam mengonstruksi kebiasaan berinternet yang beretika dan beradab kepada masyarakat disegala strata kehidupan. Sayangnya saat ini pengguna forum internet seakan buta aturan.

Media lisan dan tulisan akan menjadi salah satu sarana pengedukasi masyarakat konsumtif jejaring internet. Memfilter setiap penggunaan bahasa yang bersifat provokatif. Berusaha mengajak publik terjun kedalam upaya preventif tersebarnya hoaks atau berita bohong tersebut.

Maka budaya LiDi akan sangat membantu generasi muda agar selektif dan tidak tenggelam dengan informasi yang berlabel kebohongan lagi menyesatkan. Apalagi digital memang sudah menjadi gaya anak muda indonesia masa kini.

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *