Opini : Lumpur Demokrasi

oleh -105 views
Lumpur demokrasi - Aubi Atmarini Aiza
Lumpur demokrasi - Aubi Atmarini Aiza

Web portal pendidikan – Pagi hari ini kita kedatangan opini baru dari Aubi Atmarini Aiza dengan judul lumpur demokrasi. Untuk ulasannya dapat kita lihat sebagai berikut.

Opini : Lumpur Demokrasi

Rommy ditangkap bersama lima orang lainnya pada Jumat (15/3) kemarin. Tentu berita yang mengejutkan, seperti yang kita lihat adalah Romy si bijak yang tersandung kasus Korupsi, bersama lima orang rekan korupsinya.

Dengan penuh penghormatan pada dirinya sendiri, ia menulis sebuah surat terbuka yang menyatakan bahwa ia tengah dijebak. Disaat seperti itu, terlihatlah kata-katanya yang masih meninggikan diri pribadi.

Saya teringat ketika melihat betapa orang yang tidak mau mengakui kesalahannya, termasuk orang yang sombong. Adalah salah satu sifat iblis “Abaa wastakbara”.

Allah SWT berfirman:

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْۤا اِلَّاۤ اِبْلِيْسَ ۗ اَبٰى وَاسْتَكْبَرَ ۖ وَكَا نَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, Sujudlah kamu kepada Adam! Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 34)

Kita bisa melihat dari penangkapan Romy dan sikapnya, bahwa ayat diatas seperti mengingatkan pada kita. Ia menyeret lima orang lainnya dalam kasus Korupsi. Betapapun ia menyangkal, hukum ditetapkan, tak bisa diubah. Sebersih apapun Manusia, jika ia sudah memasuki lumpur tiada yang bisa kembali dengan bersih tanpa noda.

Semuanya akan sama, sebagaimana ketika memasuki pesawat yang sama, maka akan sampai pada tujuan yang sama, tidak mungkin tidak. Maka begitulah hakikatnya Demokrasi.

Secantik apapun kau balut demokrasi dengan bungkus emas, tiada yang bisa merubah sifat bau busuk yang akan selalu busuk.

Maka tak heran ketika satu demi satu orang yang paham agama menduduki kursi pemerintahan, mereka akan berakhir dengan hal yang sama. Terpenjara, terjebak dengan lumpur yang sama. Korupsi dan segala kasus penggelapan uang rakyat yang lain.

Maka dari itu, tidak bisa lagi kita mempertahankan sistem bobrok ini. Sistem busuk yang telah melahirkan para kriminal. Mulai dari kelas sendal jepit, sampai pulau milik rakyat. Sejatinya problem terjadi seperti halnya kegelapan tanpa cahaya. Islamlah sebagai cahaya yang akan menerangi.

Sudah sepantasnya kita tancapkan kepemimpinan Islam yang menerangi seluruh kehidupan di Bumi, untuk mengusir seluruh bedebah dan keserakahan dalam diri setiap manusia. Khilafah adalah satu-satunya solusi, untuk memberantas segala problematika yang ada.

Bagaimana tanggapan kalian netizen ? Apa yang harus kita lakukan sebagai umat beragama jika melihat kejadian seperti diatas ? Yuk, ceritakan pengalaman anda dan buat suatu tulisan yang bermanfaat bersama belapendidikan.com

Opini ini ditulis oleh Aubi Atmarini Aiza, kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, Atau bisa kirim tulisan lewat email kami redaksi@belapendidikan.com

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *