Membangun Generasi Muda Anti Hoax Melalui Metode 3M

oleh
Membangun generasi muda anti hoax melalui metode 3M - Ismo Antonius
Membangun generasi muda anti hoax melalui metode 3M - Ismo Antonius

Web portal pendidikan – Hasil kiriman esai hari ini dengan judul membangun generasi muda anti hoax melalui metode 3m, disampaikan dan dikirimkan langsung melalui email lombaesai@belapendidikan.com

Membangun Generasi Muda Anti Hoax Melalui Metode 3M

Kemarin, tepatnya sabtu, 21 Oktober 2018, penulis menyempatkan melakukan forum diskusi di Grup Whatsapp Bersama Mahasiwa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan Stambuk 2018.

Saya melakukan diskusi di tiga kelas A, dan D ketepatan saat ini saya dipercayakan oleh Dosen Pengampu sekaligus Dosen Pembimbing Penulis yang membawakan Mata Kuliah Umum Pengantar ICT (Informasi, Teknologi dan Komunikasi) di kampus beliau adalah Bapak Arief Wahyudi,S.H., M.H.

Penulis di amanahkan untuk membimbing dan mengarahkan adik-adik MABA stambuk 2018 dalam konteks sistematika tugas yang berbasis Kurikulum KKNI.

Hematnya, diskusi itu kami membahas mengenai bagaimana peran pemuda menyikapi berita hoax?. Al-hasil, mereka paham apa itu berita hoax dan tahu bagaimana menyikapi berita hoax.

Melalui argument yang mereka sampaikan: dapat dikatakan bahwa mereka menyikapi dengan pikiran yang jernih, tidak mudah percaya terhadap satu sumber saja. Karena salah sumber yang kita baca pasti ada bersifat saling menjatuhkan, mereka juga mengatakan bahwasanya, kita selaku orang-orang yang berpendidikan haruslah detail dalam mencermati suatu berita maupun sebuah informasi.

Mereka juga mengatakan bahwa sebagai pembaca yang baik diperlukan sikap kristis dan analisis thingking dalam membaca sebuah berita maupun informasi.

Lalu ada yang mengatakan, kita terlebih dahulu memahami konteks bahasa, pahami arti kata yang tertulis dan melihat bukti-bukti berita yang resmi atau tidak. Dan diperlukan sikap ketelitian dan tidak terburu-buru untuk memutuskan sesuatu dari informasi yang belum jelas dan tidak faktual.

Dari diskusi yang sudah kami lakukan saat itu. Penulis dapat simpulkan bahwa mereka adalah Generasi Yang Cerdas Beranti Hoax, mereka mampu memberikan solusi-solusi dengan menggunakan metode 3M yaitu :

  1. Membaca,
  2. Memahami, dan
  3. Mengidentifikasi sebuah berita yang berkonten hoax dan faktual.

Akhir kata, penulis mengatakan Cerdas Beranti Hoax. Dewasa ini, informasi yang disampaikan terlalu banyak tidak bermanfaat, tidak berpedoman, tidak berdasarkan fakta yang ada.

Dengan kata lain, penggunaan bahasa dijadikan sebagai alat untuk memecah, mengadu domba kesatuan bangsa. pentingnya Membangun Generasi Cerdas Beranti Hoax dalam dunia pendidikan merupakan salah satu langkah pengimplementasi yang mendasar untuk membentuk karakter yang bernilai positif, menghasilkan pola pikir beranti hoax dan mampu menelaah informasi berdasarkan sumber yang resmi melalui metode 3M.

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *