Opini : Mengenal Penyakit Autoimun

oleh
mengenal penyakit autoimun
Mengenal penyakit autoimun, penyakit yang tidak menular tapi mematikan

Web portal pendidikan – Opini kali ini di tulis oleh Ririn Diah S, Seorang survivor Autoimun dan anggota Komunitas Autoimun Indonesia. Opini yang dibuat kali ini adalah Mengenal penyakit yang menyerang diri sendiri atau sering disebut penyakit autoimun. Untuk lebih lengkapnya dapat kita simak dalam artikel berikut ini

Mengenal Penyakit AutoImun, Penyakit yang Menyerang Diri Sendiri

Sistem imunitas atau kekebalan tubuh seharusnya dapat melindungi tubuh manusia dari serangan benda asing seperti virus, bakteri, dan parasit. Lain halnya bagi penyintas autoimun, terjadi kesilapan kekebalan tubuhnya dengan berbalik menyerang organ tubuh yang masih sehat, hingga akhirnya terjadi peradangan secara sistemik ke seluruh tubuh.

penyintas adalah, sesuatu (orang, dsb.) yang mampu bertahan hidup, atau mampu mempertahankan keberadaannya.

Penyintas juga bisa diartikan sebagai orang yang menderita salah satu penyakit, atau Penderita penyakit”

Penyakit ini memiliki lebih dari 100 jenis yang menyebabkan sulitnya diagnosa secara tepat. Terdapat beberapa kasus lebih dari satu jenis penyakit autoimun di dalam tubuh penyintas autoimun.

Penyakit ini dapat menyerang semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai umur, lebih banyaknya diderita perempuan di usia produktif.

Secara umum gejala awal yang dialami penderita penyakit ini yaitu seperti kelelahan yang berlebihan, sendi kaku, ruam-ruam di kulit, sariawan berkepanjangan pada mulut dan insomnia (sulit tidur). Gejala awal ini sering diabaikan penderita dikarenakan masih bisa beraktivitas seperti biasa.

Ketika hal ini dibiarkan maka akan mengalami gejala yang lebih serius. Gejala tersebut seperti merasa sangat kelelahan walaupun sedang tidak melakukan aktivitas apapun, nyeri sendi dan kaku (fatigue) sehingga sakit bila digerakkan, ruam-ruam merah yang semakin meluas, demam tinggi, sariawan, rambut rontok, kelumpuhan serta gejala lainnya.

Ada beberapa faktor pemicu timbulnya penyakit ini, yaitu faktor lingkungan dan gaya hidup modern yang serba instan. Faktor yang penting yaitu genetik, jika salah satu anggota keluarga ada yang terkena autoimun maka perlu diwaspadai.

Hormon menjadi faktor selanjutnya, perubahan hormon ketika menstruasi, masa kehamilan dan setelah melahirkan. Menjadi lebih stres dan depresi akan menyebabkan kekebalan tubuh berbalik menyerang tubuh itu sendiri.

Penyakit Autoimun sangat berbeda dengan kanker berbahaya yang sangat aktif pergerakannya, karena penyakit ini terkesan lambat dan mengganggu. Bila tidak diwaspadai akan menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

Obat penyakit ini belum bisa ditemukan, sampai saat ini yang ada hanya mengurangi gejalanya dan menekan imunitas tubuh. Walaupun belum ada obat yang dapat menyembuhkannya penyakit ini dapat dapat dikendalikan hingga mencapai remisi.

Remisi merupakan istilah bagi penyintas autoimun yang tidak dapat lagi mengkonsumsi obat dan imunnya dapat dikendalikan sehingga penyintas dapat beraktivitas seperti biasa layaknya orang sehat.

Penyakit jenis ini menjadi perhatian khusus di kalangan medis karena semakin banyak penyintas autoimun setiap tahunnya. Namun, sangat disayangkan masih kurangnya tenaga ahli di bidang ini.

Obat-obatan autoimun yang kurang terjangkau dan sulit didapatkan di Indonesia. Selain itu juga kurangnya penyuluhan yang menyebabkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini. Maka dari itu banyak komunitas autoimun yang memberikan informasi dan dukungan kepada sesama penyintas maupun kepada masyarakat umum agar dapat waspada lebih dini.

Penulis : Ririn Diah Sartika
“Seorang survivor Autoimun dan anggota Komunitaa Autoimun Indonesia”
E-mail : ririndiahsartika@gmail.com
Facebook : Ririn Diah Sartika
Instagram : @ririn.diahsartika

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.