Mengidentifikasi Isu Hukum

oleh
Mengidentifikasi Isu Hukum
menguraikan dan mengidentifikasi isu hukum

web portal pendidikan – Selamat malam sobat jurnaliscun, kembali lagi nih bersama mimin yang tentunya membawa postingan terbaru. Pada artikel kali ini mimin akan menjelaskan dan Mengidentifikasi Isu Hukum. Untuk lebih jelasnya dapat disimak dalam artikel ini.

Mengidentifikasi Isu Hukum

Isu hukum mempunyai posisi yang sentral didalam penelitian hukum sebagaimana kedudukan masalah didalam penelitian lainnya karena isu hukum itulah yang harus dipecahkan didalam penelitian hukum sebagaimana permasalahan yang harus dijawab di dalam penelitian hukum.

Masalah timbul karena adanya dua proposisi yang mempunyai hubungan, baik yang bersifat fungsional, kausalitas, maupun yang satu menegaskan yang lain.

Isu hukum juga timbul karena adanya dua proposisi hukum yang saling berhubungan satu terhadap lainnya. Oleh karena menduduki posisi yang sentral, salah dalam mengidentifikasi isu hukum, akan berakibat salah dalam mencari jawaban atas isu tersebut dan selanjutnya salah dalam melahirkan suatu argumentasi yang diharapkan dapat memecahkan isu hukum tersebut.

Di dalam praktik hukum, kegagalan para pihak dalam membangun argumentasi memecahkan isu hukum yang menjadi objek perkara mempunyai implikasi ditolaknya gugatan atau dakwaan tidak terbukti oleh hakim atau bahkan sebaliknya, yang mestinya gugatan harus ditolak malah dikabulkan atau dakwaan yang harusnya dapat ditangkis dan tidak terbukti malahan terbukti secara sah dan meyakinkan sehingga terdakwa harus dihukum.

Atau apabila hakim salah membangun argumentasi yang merupakan alasan atau pertimbangan dalam penjatuhan putusan juga berakibat gugatan yang mestinya ditolak tetapi dikabulkan atau sebaliknya.

Apabila hal hal tersebut terjadi, akan menimbulkan implikasi lebih jauh yaitu terganggunya rasa keadilan secara yuridis atau paling tidak berkurangnya kepastian hukum.

Di dalam hukum disebutkan bahwa tujuan hukum adalah untuk menciptakan ketertiban dan keadilan. Dalam membahas masalah tujuan hukum, banyak pendapat dikemukakan oleh para sarjana.

Namun demikian secara umum dapat dikemukakan bahwa tujuan hukum adalah sesuatu yang ingin dicapai oleh hukum.

Menurut L.J van Apeldoorn, tujuan hukum adalah untuk mempertahankan ketertiban masyarakat. Dalam mempertahankan ketertiban tersebut hukum harus secara seimbang melindungi kepentingan kepentingan yang ada dalam masyarakat.

Mengenai kepentingan yang ada dalam masyarakat ini, Roscoe Pound membedakan antara kepentingan pribadi, kepentingan publik, dan kepentingan sosial.

Mengidentifikasi Isu Hukum

Dalam mempertahankan ketertiban masyarakat, hukum harus mampu menyeimbangkan kepentingan kepentingan pribadi, publik dan sosial. Pengaturan yang di dalam nya terdapat keseimbangan antara kepentingan kepentingan tersebut oleh Van Apeldoorn dikatakan sebagai pengaturan yang adil. Oleh karena itulah kemudian Van Apeldoorn membicarakan masalah keadilan.

Keadilan menurut Ulplanus adalah Justitia est perpetua et constans voluntas jus suum cuique tribuendi yang kalau diterjemahkan secara bebas keadilan adalah suatu keinginan yang terus menerus dan tetap untuk memberikan kepada orang apa yang menjadi haknya.

Untuk menetapkan peraturan yang bersifat umum, rasa keadilan masyarakat sedikit banyak harus dikorbankan. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan kepastian hukum. Oleh Van Apeldoorn dikatakan bahwa kepastian hukum dapat diartikan dari beberapa segi.

Akan tetapi mengenai kepastian hukum tersebut Van Apeldoorn hanya mengetengahkan dua pengertian. Pertama, kepastian hukum berarti dapat ditentukan hukum apa yang berlaku untuk masalah masalah yang konkret.

Dengan dapat ditentukannya peraturan hukum untuk masalah masalah yang konkret, pihak pihak yang berperkara sudah dapat mengetahui sejak awal ketentuan ketentuan apakah yang akan dipergunakan dalam sengketa tersebut.

Kedua, kepastian hukum berarti perlindungan hukum. Dalam hal ini para pihak yang bersengkata dapat dihindarkan dari kesewenangan penghakiman. Ini berarti adanya kepastian hukum juga membatasi pihak pihak yang mempunyai kesewenangan yang berhubungan dengan kehidupan seseorang, yaitu hakim dan pembuat peraturan.

Dari apa yang dikemukakan tersebut dapat dikatakan bahwa keadilan dalam hal ini harus didasarkan ketentuan hukum yang berlaku bukan keadilan di luar ketentuan hukum. Oleh karena itulah argumentasi harus dibangun berdasarkan ketentuan hukum bukan atas dasar lainnya.

Apabila hakim yang menangani suatu perkara kemudian menerima argumentasi yang dibangun di luar ketentuan hukum dan menjadikannya sebagai pertimbangan dalam penjatuhan putusan, hal itu akan menimbulkan tidak adanya kepastian hukum.

Mengindentifikasi Isu Hukum

Untuk dapat menentukan dan mengidentifikasi isu hukum, perlu pemahaman yang mendalam mengenai ilmu hukum. Tidak mungkin seorang yang bukan ahli hukum mampu mengangkat isu hukum.

Sebagaimana telah dikemukakan pada artikel sebelumnya bahwa ilmu hukum terdapat tiga lapisan, yaitu dogmatik hukum, teori hukum dan filsafat hukum. Oleh karena itu, di dalam penelitian hukum dalam tataran dogmatik hukum sesuatu menjadi isu hukum apabila di dalam masalah tersangkut ketentuan hukum yang relevan dengan fakta yang dihadapi.

Untuk penelitian dalam tataran teori hukum isu hukum harus mengandung konsep hukum. Sedangkan untuk penelitian dalam tataran filosofis, isu hukum harus menyangkut asas asas hukum.

Akan tetapi sebelum melakukan penelitian dalam tataran apa, yang pertama kali harus dilakukan oleh penelitian hukum adalah mengidentifikasi apakah isu yang dihadapkan kepadanya merupakan isu hukum atau bukan.

Meskipun suatu masalah yang dihadapi merupakan kasus konkret yang di kemukakan oleh klien belum tentu di dalamnya terdapat isu hukum. Tidak disangkal, ada kalanya suatu kasus yang diajukan oleh klien bukan merupakan masalah hukum tetapi seakan akan masalah hukum.

Sebagai contoh, seorang wanita usia kawin dan belum bersuami, hamil di luar perkawinan, datang kepada pengacara dan minta bantuan hukum untuk menggugat laki laki yang dikatakan telah menghamilinya agar laki laki itu mengawininya karena laki laki itu setelah dihubungi menolak untuk bertanggung jawab.

Contoh Isu Hukum

Sekilas tampaknya masalah tersebut merupakan kasus di bidang hukum keluarga. Akan tetapi apabila dicermati, persoalan tersebut berada pada ruang lingkup moral daripada ruang lingkup hukum karena tidak ada larangan bagi orang orang yang telah cukup umur untuk melakukan hubungan seksual di luar perkawinan apabila kedua orang itu masih belum berkeluarga.

Meskipun demikian, pengacara yang dihubungi wanita tersebut bukan tidak mungkin mencoba untuk menyusun gugatan ke pengadilan menggugat laki laki tersebut yang telah menghamilinya. Dalam menyusun gugatannya, pengacara tersebut tentunya membangun argumentasi hukum yang mendukung isi gugatannya.

Nah itulah penjelasan yang jelas dalam mengidentifikasi isu hukum. Untuk itu terima kasih sudah membaca artikel kita yang berjudul Mengidentifikasi Isu Hukum.

 

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.