Mengikisnya Moral Dalam Dunia Pendidikan

Mengikisnya moral dalam dunia pendidikan

Web portal pendidikan – Esai kali ini berjudul Mengikisnya moral dalam dunia pendidikan, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba esai nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Mengikisnya Moral Dalam Dunia Pendidikan

Selama beberapa tahun ini, betapa mengherankannya sistem pendidikan di Indonesia kita ini, sehingga banyak orang bertanya, apa yang salah dari pendidikan di Negara kita ini? Apa yang menyebabkan kurang berkualitasnya sistem pendidikan di Indonesia? Atau pertanyaan lain mengenai pendidikan negeri kita.

Sebenarnya apa yang salah? Gurunya? Murid yang menerima hasil pendidikan tersebut? Sistemnya? Pemerintah? Atau bahkan orang tua yang membiayai anaknya untuk bersekolah? Kita tak bisa semena-mena menyalahkan banyak pihak yang mungkin secara tidak sadar, kita sendiri sebenarnya juga salah. Mungkin.

Sebelum masuk lebih dalam lagi, alangkah baiknya kita ketahui dahulu secara sistematis mengenai pendidikan, khususnya pendidikan Indonesia.

Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi di dalam diri untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dari definisi tersebut, tertera jelas bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana, yaitu skema, sistem, dan tata aturannya harus jelas dan sistematis serta tidak rancu dalam pelaksanaannya.

Namun, sekarang ini banyak kita temui kerancuan pendidikan di Indonesia ini. Salah satunya, banyak institusi pendidikan di Indonesia menganut ideologi liberal. Mengapa dikatakan liberal? Karena pada umumnya intitusi pendidikan Indonesia ini menuruti paradigma pe-ranking-an yang sangat memicu persaingan individu antar murid, berlomba-lomba pembangunan gedung-gedung tinggi sekolah yang dianggap sebagai bukti majunya mutu sebuah sekolah, dan pembangunan lain yang berkaitan dengan fisik, dan akhirnya melalaikan pembangunan batin, mental, dan moral.

Kemudian, dari dalam definisi tersebut terdapat sebuah tujuan pendidikan, yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi di dalam diri untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Namun, kita melihat status quo sekarang ini. Dari spiritual keagamaan, kalau kita amati kebanyakan pelajar Indonesia malah lalai terhadap tuhannya dan memilih bahwa kesuksesanku harus tergantung dari belajarku.

Bahkan, kalau kita cermati, ada saja siswa yang rela mengorbankan kejujurannya hanya demi nilai yang akan dipamerkannya, yang menurut presepsinya akan mempengaruhi masa depannya. Nilai memang mempengaruhi, namun itu hanya salah satu dari sekian indikator kesuksesan lainnya dibawah moral.

Bagaimanapun juga, tujuan pendidikan setiap orang pastinya berbeda-beda. Ada yang memilih kognitif, afektif, atau psikomotoriknya, itu tergantung asumsi setiap orang. Namun, yang terpenting adalah, bagaimanapun juga, jika kognitif tanpa afektif, maka perannya dalam masyarakat bisa menjadi antagonis.

Akan tetapi, jika afektif tak diimbangi dengan kognitif, apa daya seorang yang baik jika ia bisa dibodohi sekalipun. Maka, intelektual dan moral serta spiritual harus diimbangi dengan matang sesuai porsinya.

Jadi pendapat saya tentang “Pendidikan Indonesia Pada Masa Ini” yang sedang digunakan Negara ini perlu adanya perbaikan dan menghargai kualitas pendidikan yang ada.

Informasi Penulis :
Nama : Alifa Amalia Izzati
Tempat, tanggal lahir : Bantul, 30 desember 2002
Pekerjaan : Pelajar SMA

Esai ini ditulis oleh Alifa Amalia Izzati kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Tags:
About

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

POST YOUR COMMENTS