Meningkatnya Popularitas Pemuda Melalui Hoaks di Jejaring Sosial

oleh
Meningkatnya popularitas pemuda melalui hoaks di jejaring sosial
Meningkatnya popularitas pemuda melalui hoaks di jejaring sosial

Web portal pendidikan – Hasil kiriman esai hari ini dengan judul meningkatnya popularitas pemuda melalui hoaks di jejaring sosial, disampaikan dan dikirimkan langsung melalui email lombaesai@belapendidikan.com

Meningkatnya Popularitas Pemuda Melalui Hoaks di Jejaring Sosial

Silogisme kategoris Bapak Logika dunia, Aristoteles, tergambar dalam mengambil kesimpulan dari premis-premis berikut :

  1. Pengguna jejaring sosial terbanyak di Indonesia adalah kaum muda usia 13-34 tahun;
  2. Penyebaran hoaks terbanyak di Indonesia adalah melalui jejaring sosial.

Maka yang bertanggung jawab dalam penyebaran hoaks terbanyak di Indonesia adalah kaum muda usia 13-34 tahun melalui media sosial.

Hal ini dibuktikan dari Kominfo yang menyatakan bahwa 95% dari 63 juta orang di Indonesia menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial lalu diperkuat dengan adanya penyataan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di tahun 2017 bahwa 66,2% dari total pengguna internet di Indonesia adalah kaum muda usia 13-34 tahun dan Presiden Direktur VIVA Media Group, Aninda Novyan Bakrie, menyatakan presentase penyebaran hoaks melalui jejaring sosial mencapai 92,40%.

Kini kaum apatis telah melekat dan telah menjadi julukan bagi kaum milenial di abad ke-21 ini. Hal ini dibuktikan dengan jejaring sosial yang sangat mempengaruhi kehidupan mereka. Kapan pun dan di mana pun jejaring sosial adalah prioritas mereka.

Mereka, yang adalah siswa-siswi, mahasiswa, pekerja kantor, karyawan pabrik, bahkan guru, asik sendiri dengan gawai mereka dan sibuk memuaskan hasrat popularitas melalui dunia yang bersifat maya dalam genggaman.

Kenyataan lapangan ini nampaknya tidak lagi mengejutkan sekaligus menjadikan alasan mengapa Kominfo merilis pernyataan jejaring sosial yang dipenuhi oleh 59 juta manusia pengguna internet Indonesia.

WhatsApp, Facebook, dan Instagram, secara berurutan dari posisi pertama jejaring sosial yang paling banyak diakses di Indonesia berdasarkan laporan berjudul Essential Insights Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World tanggal 30 Januari 2018.

Adalah tiga komponen yang menjadi pengubah bahkan pembentuk identitas masyarakat pencinta maya saat ini. Aktivitas para pecinta maya ini pun beragam, dimulai dari membagikan foto, lokasi, dan video; mengungkapkan perasaan: bahagia, sedih, marah, dan rindu; membagikan petunjuk praktis, lokasi, dan tempat; menyebarkan informasi, berita, dan hoaks.

Alasan mereka berkecimpung dan membetahkan sebagian diri mereka di jejaring sosial beragam macam. Seperti yang telah dilansir dalam situs Psychology Today tahun 2013, alasan utama, secara berurut, pengguna jejaring sosial antara lain adalah untuk mendapatkan perhatian, meminta pendapat, menumbuhkan citra, dan juga kecanduan.

Namun semuanya disimpulkan bahwa mereka secara tidak sadar telah berorientasi kepada kualitas dan popularitas baik itu orang lain ataupun diri mereka sendiri.

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *