Opini : Etika Menyelamatkan Pemilu

130
Etika menyelamatkan Pemilu
Etika menyelamatkan Pemilu kita

Web portal pendidikan – Opini kali ini di tulis oleh Pahmi. Sy, S.Ag, M.Si, Penulis adalah Anggota KPU Provinsi Jambi 2008-2018. Opini yang dibuat kali ini adalah Etika Menyelamatkan Pemilu. Untuk lebih lengkapnya dapat kita simak dalam artikel berikut ini

“NOT only rule of law, but also rule of ethics” suatu pernyataan yang menegaskan bahwa betapa pentingnya etika dalam proses penyelenggaraan negara yang berada di bawah payung hukum.

Banyak negara demokrasi dan negara yang mendaulatkan hukum sebagai pijakan dasar dalam pengelolaan negara. Namun dalam prakteknya hukum yang diterapkan dan bahkan ditegakkan jauh dari nilai-nilai dan prinsip demokrasi yang sesungguhnya.

Hukum sebagai panglima dalam mengelola negara dan pengaturan kepentingan umum terkesan hanya menjadi jargon dan alat untuk melegitimasi kepentingan penguasa.

Menghidupkan Etika

Penegakan prinsip-prinsip demokrasi tidak cukup dengan penegakan hukum saja. Tapi juga harus diikuti dengan penegakan etika berdemokrasi. Jika menurut hukum suatu persoalan sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Namun menurut etika masih belum menyentuh kepentingan umum dan hak-hak dasar manusia.

Dalam sebuah pemilihan misalnya, hukum mengatur bagaimana setiap orang yang berhak untuk memilih harus terdaftar dalam daftar pemilih. Akibat dari suatu kelalaian dan mobilitas pemilih yang cukup tinggi masih ada saja orang yang luput dari catatan petugas atau penyelenggara pemilihan.

Secara hukum orang tersebut tidak bisa menggunakan hak pilihnya, tapi secara etika itu adalah hak-hak konstitusional dan hak-hak politik warga negara yang harus diselamatkan dan diberi ruang untuk digunakannya.

Undang-undang sebagai produk dari hukum memberikan kewenangan kepada penyelenggara pemilu untuk menyelenggarakan pemilihan yang jujur, adil dan tidak menjadi alat kepentingan para kandididat yang sedang bertarung.

Sehingga dia harus menempatkan diri pada posisi netral dan independen. Meskipun demikian dalam kenyataannya tidak sedikit pula para penyelenggara terjebak pada permainan kepentingan para petarung.

Godaan dan tekanan terkadang membuat penyelenggara serba sulit dalam menjalankan tugas-tugas demokrasi dan kepemiluan.

Tugas-tugas dan kewenangan dalam merumuskan semua proses perencanaan dan pelaksanaan pemilihan kepala daerah dikelola sepenuhnya oleh penyelenggara pemilihan. Komisi Pemilihan Umum,

Komisi Pemilihan Umum provinsi dan Komisi Pemilihan Umum kabupaten/kota menyusun jadwal dan tahapan serta menjalankan semua tahapan dan program tersebut secara konsisten berdasarkan peraturan perundang-undangan. Tahapan dan program disusun mulai dari perencanaan sampai ke pelantikan kepala daerah.

Setiap tahapan memiliki problematika masing-masing. Bahkan ada beberapa tahapan yang sangat krusial dan memiliki arti penting dalam proses pemilihan. Paling tidak ada empat tahapan yang krusial tersebut. Antara lain

  • tahapan pemutahiran data pemilih,
  • pencalonan,
  • kampanye,
  • pemungutan dan penghitungan suara.

Persoalan-persoalan yang muncul dalam tahapan pemilihan umum, tidak hanya berimbas pada persoalan hukum semata. Tapi juga membawa implikasi kepada etika penyelenggara pemilu.

Sudah hampir ribuan kasus yang telah disidangkan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, sehingga tidak sedikit Penyelenggara Pemilu yang mendapat peringatan dan bahkan diberhentikan sebagai akibat melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu.

Perhelatan pemilihan serentak tahun 2015, 2017, dan 2018 pemilihan umum serentak legislatif dan presiden merupakan hal baru dan diatur dengan peraturan perundang-undangan yang baru.

Sehingga sosialisasi, pemahaman dan adaptasi terhadap hal yang serba baru tersebut butuh waktu dan penyesuaian agar penyelenggaraan pemilu betul-betul bekerja dalam koridor dan tertib hukum.

Serta bekerja sesuai dengan spirit etika penyelenggara pemilu. Dengan demikian kesigapan dan kesiapan penyelenggara pemilihan untuk mewujudkan pemilihan serentak yang berkualitas dan berintegritas dapat terlaksana dengan baik.

BAGIKAN
Berita sebelumyaOpini : Mengenal Penyakit Autoimun
Berita berikutnyaJalan Yang Ditempuh Pengusaha Sukses
Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.