Pejuang Pejuang Indonesia Berdarah Tionghoa Yang Nyaris Tidak Dikenal

pejuang pejuang Indonesia berdarah Tionghoa

Web portal pendidikan – Selamat siang sobat nasionalisme, kali ini ada kiriman artikel dari teman kita Maria dengan tema pejuang pejuang Indonesia berdarah Tionghoa. Sobat pasti jarang mengetahui kan ada beberapa para pejuang yang asli berdarah tionghoa. Nah, dalam artikel ini akan kita ulas pejuang pejuang berdarah tionghoa yang berjuang pada era 1945.

Beberapa Para Pejuang Pejuang Indonesia Berdarah Tionghoa

Beberapa waktu belakangan ini, negara kita dilanda krisis toleransi antar suku dan agama. Ironisnya, bahkan bangsa kita nyaris terjerumus kembali ke masa dimana Bangsa Indonesia masih membeda-bedakan rakyatnya berdasarkan suku, ras dan agama.

Suku Tionghoa yang merupakan suku pendatang, yang kemudian di-amin-i sebagai salah satu suku Indonesia menjadi salah satu suku yang paling disudutkan bahkan dideterminasi. Lantas, benarkah suku Tionghoa tidak layak disebut sebagai Bangsa Indonesia? Setiap warga/individu punya pendapatnya masing-masing.

Bagi saya pribadi, ibaratkan ikatan kekeluargaan, kewarganegaraan dan kebangsaan tidak ditentukan dari mana mereka berasal. Orang yang kita sebut keluarga, tentu bukan saja orang yang memiliki ikatan darah dan garis keturunan yang sama, bukan?

Bahkan sering kali kita menganggap tetangga, bahkan orang lain yang sudah kita kenal dalam jangka waktu yang cukup lama pun kita sebut keluarga. Tergantung sebagaimana dan seberapa ‘Senasib Sepenganggungan’-nya mereka dengan kita.

Demikian pula dengan kewarganegaraan dan kebangsaan, suku Tionghoa yang di-amin-i tidak berasal dari Indonesia bukan berarti tidak bisa disebut sebagai bagian dari bangsa ini. Seolah mereka tidak memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan warga negara yang bersuku Indonesia (terlepas benar-benar asli atau pendatang juga, karena hanya nenek moyang kita yang paham mengenai hal itu).

Bagi saya, semua orang yang memiliki kecintaan, kepedulian dan pengorbanan bagi bangsa ini layak memiliki tempat dan derajat yang sama.

Baca : Sejarah Bendera Indonesia

Ini bukti nyata Veteran-Veteran Indonesia yang berasal dari suku Tionghoa yang berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membangun banga ini. Sayangnya, mereka nyaris luput dari goresan sejarah bangsa kita. Beberapa nama dibawah ini adalah pejuang pejuang Indonesia berdarah Tionghoa. Semoga bisa memperbaiki sudut pandang kita.

  1. Tangan Kanan Kolonel Bejo yang dipanggil Pak Tani

Kolonel Bejo mengabdi sebagai prajurit di Sumatera Utara, bersama Pak Tani sang tangan kanan. Kemudian ia memilih untuk melanjutkan usaha dagangnya seusai pertempuran tersebut.

  1. Tan Tiong Siok

Veteran yang lahir pada 14 Januari 1921 ini menerima tiga kali penghargaan. Salah satunya julukan “Sang Bintang Gerilya”.

  1. Lie Yak Heng alias Henry Wijaya

Veteran yang biasa disapa Aheng ini berjuang sebagai seorang mata-mata Napindo untuk menyusup ke Rumah sakit Belanda-Amerika. Kemudian ia berjuang di bidang kesehatan.

Berkat perjuangannya, Veteran Tionghoa lainnya yang mendapat no identitas lengkap Veteran yaitu Tjio Ki alias Wen Hong, Lie Pek Liong, Oei Ho Soei, Wong Kim Seng alias Umar, Lie Pek Liong alias Jiman, Liem Sui Kang, Kim Sui alias Kamsial, A Heng alias Henry Wijaya,

Tan A Tjay alias Tjak5rakusuma, Tjong Po Loek, S Wijaya, Tok Akim alias Abdul Hakim, Gonyo Peng alias Samin, Anik Uni Amoy (perempuan Kowaveri), G Tjun alias Hasan Guna, Kho Ceng San alias Ismail, Go Tjong Tjin, Go Gweek Tjun alias Gono, Tjoa O Tjong alias Bahrum , Chai Choa Hun, dan Muhamad Nurdin Acai.

  1. Cia Tau Kiat, Lie Ching Tek, Lai Liong Ngip

Tiga orang Tionghoa ini berjuang untuk masyarakat Riau sebagai anggota Legiun Veteran RI Riau

  1. Gian Liam Nio (Ny Liem Thiam Kwie) (1901-1953)

Beliau berjuang di Jawa Timur. Di kalangan prajurit, beliau dikenal sebagai “Ibu Liem” yang bergiat di dapur umum. Ketika ia wafat, upacara pemakamanya dilakukan secara adat militer dan dihadiri oleh KASAD Kolonel Bambang Sugeng dan Walikota Malang.

  1. Han Lian Kuang (1911-1962)

Beliau berjuang di Makassar, Sulawesi Selatan. Warung kopi yang beliau dirikan ternyatan dijadikan pusat pertemuan rahasia gerilyawan dari kesatuan “Harimau Republik”, dimana Han juga merupakan salah satu anggotanya dan menyediakan senjata. Karena jasanya ini, ia dikebumikan dalam upacara militer.

  1. Kwee Tjoa Kwang, Sejak 1912

Beliau berasal  dari Bagan Siapi-api, Riau. Pada masa Revolusi beliau bergabung ke Laskar Rakyat di Batalyon I, Resimen II, Divisi II di Jambi. Ia berperan memasukkan senjata untuk Laskar Rakyat. Pada tahun 1950, beliau tercatat sebagai anggota angkatan perang dengan pangkat Letnan I dan memperoleh bintang jasa.

Baca : Sedikit Pelajaran Dari Hari Kartini

  1. Laksamana Muda John Lie atau Jahja Daniel Dharma (1911-1988)

Beliau berperang untuk memasok atau mengusahakan senjata serta logistik di masa revolusi kemerdekaan melalui jalur laut, ketika angkatan Laut Belanda melaksanakan blokade ketat di wilayah Aceh-Sumatra Utara, Singapura, Malaysia, Asia Tenggara. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada tahun 1988. Beliau juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional serta Bintang Mahaputera Adipradana, pada 10 November 2009.

  1. Liem Ching Gie atau Abdul Malik (1911-1970)

Beliau sangat aktif dalam perjuangan bersenjata, ia ditangkap dan dipenjara Belanda pada tahun 1947-1948 di Sulawesi Selatan.

  1. Oen Pei Hin (1912-1996)

Beliau Aktif mendukung logistik pasukan Siliwangi di Jawa Barat. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikadut Bandung.

  1. Oey Eng Soe atau Ujeng Suwargana (1917 -1979)

Beliau berjuang pada masa era revolusi dengan menjadi perwira menengah sekaligus juga komandan logistik Territorium III di Siliwangi Jawa Barat. Beliau dikenal sangat dekat oleh Jendral A.H. Nasution.

  1. Oeij Kim Bie atau Erawan Gondaseputra (1904-…)

Pada masa revolusi beliau bergabung dengan Laskar Pesindo melawan Inggris dan merampas obat-obatan untuk tentara Republik di Andir, Bandung, Jawa Barat. Beliau juga berjuang bersama kaum nasionalis Indonesia sejak tahun 1923, bahkan beberapa kali masuk penjara. Pada tahun 1960 mendapat penghargaan bintang dari Legiun Veteran RI.

  1. Letnan Sho Bun Seng

Letnan Sho Bun Seng berjuang pada masa revolusi di Padang, Sumatera Barat. Prajurit yang lahir pada tahun 1911 ini pernah bergabung dengan batalion Pagarruyung, kemudian pernah pula bertugas di Jawa Barat dan Kalimantan Barat. Ia wafat pada tahun 2000 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

  1. Ferry Sie King Lien

Beliau tewas saat bergerilya dengan Tentara Pelajar di Surakarta  pada tahun 1949. Sekaligus menjadi satu-satunya orang Tionghoa yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jurug, Surakarta.

  1. Tan Tjen Boen

Beliau lebih dikenal dengan sebutan Mas Amien. Beliau berperan sebagai informan Tentara Keamanan Rakyat (sekarang TNI) di Jawa Barat. Untuk perjuangannya ini, beliau mendapat penghargaan sebagai bintang Veteran Republik Indonesia.

  1. Tang Kim Teng

Tang Kim Teng merupakan seorang Tionghoa dengan logat yang totok sekali yang bergabung dengan Resimen IV, Divisi IX Banteng wilayah Sumatra Tengah.

Beliau bertugas mencari senjata, bahan peledak, uniform tentara, sepatu, obat-obatan dan perbekalan lainnya di Singapura. Ia juga menjadi anggota Legiun Veteran RI Riau. Bahkan ia juga pernah dianugerahi Satya Lencana Perang Kemerdekaan Kedua.

Baca : Pengertian dan Sejarah Pancasila

  1. Letnan Dua Dokter Tjia Giok Thwan

Beliau lebih dikenal dengan nama Basuki Hidayat. Pada masa mudanya Tjia adalah anggota regu pasukan penggempur Pasukan 19 CMDT (Corps Mahasiswa Djawa Timur) dan aktif bergerilya di Jawa Timur.

Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Suropati, Malang, pada tahun 1982. Selain Letnan Tjia, sebetulnya masih ada satu lagi pejuang bersuku Tiong hoa yang akan dimakamkan di TMP tersebut, namun karena alasan tertentu keluarganya menolak.

  1. Soe Hok Gie

Soe Hok Gie adalah seorang aktivis bersuku tiong hoa yang dilahirkan pada 17 Desember 1942. Sebagai seorang aktivis, ia aktif berjuang dalam menentang kediktatoran Soekarno dan Soeharto. Beliau juga memanfaatkan kelihaiannya dalam menulis untuk berjuang melalui kata-kata, pemikiran dan tulisan. Ia aktif menulis artikel-artikel yang memprotes Soekarno, PKI dan Soeharto di koran-koran ternama.

  1. Liem Koen Hian

Pelopor berdirinya Partai Tionghoa Indonesia disingkat PTI.

  1. Siauw Giok Tjhan

Siauw Giok Tjhan merupakan seorang politikus, pejuang dan tokoh gerakan kemerdekaan Indonesia. Beliau turut andil dalam pembentukan Partai Tionghoa Indonesia yang dipelopori oleh Liem Koen Hian, sekaligus menjadi pendiri termuda.

  1. Djiauw Kie Siong

Tak pernah disebutkan dalam sejarah, dimana persisnya tempat Bung Karno dan Bung Hatta disembunyikan oleh kaum muda. Ya, di sebuah rumah yang pemiliknya bernama Djiauw Kie Siong, seorang petani berdarah Tionghoa ini memberikan rumahnya sebagai tempat persembunyian. Hingga kini, keturunannya masih menempati rumah yang bersejarah tersebut.

Baca juga : Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang Komunis

  1. Lie Eng Hok

Lie Eng Hok merupakan seorang jurnalis muda pendiri harian Sin Po, koran Tionghoa yang berbahasa Melayu pada masa itu. Melalui harian yang dikelolanya ini, ia menyebarluaskan semangat kemerdekaan dan pertama kalinya Lagu Indonesia Raya diberitakan. Beliau juga salah satu tokoh di balik pemberontakan 1926 di Banten.

Sempat dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum di Semarang. Dua puluh lima tahun kemudian, kerangka Lie Eng Kok dipindahkan ke TMP Giri Tunggal, Semarang. Ia juga pernah diangkat menjadi Pahlawan Perintis Kemerdekaan RI berdasarkan SK Menteri Sosial RI No. Pol. 111 PK tertanggal 22 Januari 1959.

  1. Oey Tjong Hauw

Beliau aktif di bidang politik, menjadi anggota BPUPKI sebagai wakil kaum minoritas Tionghoa.

  1. Yap Tjwan Bing

Beliau merupakan salah satu anggota PPKI, setelah kemerdekaan ia bergabung dengan PNI.

  1. Ong Tjong Bing

Beliau lebih dikenal dengan nama Daya Sabdo Kasworo adalah seorang pejuang Tionghoa yang bertugas dibidang medis. Dia juga merupakan salah satu dokter yang merawat korban pertempuran pada 10 November 1945 yang dibawa ke Malang.

  1. Tan Ping Djiang

Tan Ping Djiang adalah seorang dokter dan aktivis penentang Belanda, meskipun istrinya berkebangsaan Belanda. Ia dengan suara lantang memerintahkan seorang komandan Belanda untuk memberitahukan kepada HJ van Mook bahwa Indonesia dan Asia sudah merdeka. Beliau tewas ditembak oleh tentara Belanda.

  1. Tan Bun Yin

Tan Bun Yin adalah salah seorang pejuang kemerdekaan dari etnis Tionghoa. Ia diperintahkan untuk membalaskan dendam kepada seorang mayor dari Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) yang sudah menembak mati dokter Tan Ping Djiang, republiken penentang Belanda saat Clash II pada tahun 1949.

Mayor Belanda yang memerintahkan eksekusi dokter Tan tersebut, ditembak dari jarak dekat di Restoran Baru di dalam Kota Tulung Agung sebelah barat alun-alun oleh oleh Tan Bun Yin.

  1. Oey Hok San

Beliau pernah berjuang sebagai tentara pelajar di Kediri, Jawa Timur.

Nah, itulah orang-orang hebat berdarah Tionghoa yang berjuang demi kemerdekaan bangsa kita. Patut dijadikan panutan untuk mengisi kemerdekaan. Semangat juang mereka seharusnya membuat kita bangga dan sadar bahwa kita juga harus mempertahankan kemerdekaan itu dengan sepenuh jiwa dan raga, baik dari penjajahan fisik maupun psikis.

Penulis : Maria Elly Munthe
E-Mail : munthe.mariaelly@gmail.com

Terima kasih kami ucapkan kepada para pengunjung dan para penulis yang sudah berpartisipasi membangun situs belapendidikan.com selama ini. Nantikan kembali artikel bermanfaat lainnya dari kami. Sampai jumpa.

About

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.