Web portal pendidikan – Zaman ini kita dihadapkan pada peristiwa yang merugikan bagi banyak umat manusia, dimana semua orang tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Sekolah sekolah diliburkan dan dialihkan denagn belajar dirumah secara online. Menurut kamu apakah pembelajaran secara online dari segi agama islam diperbolehkan ? Berikut ulasannya akan kami kupas dalam artikel kali ini.

Pembelajaran Secara Online Dari Segi Agama Islam

Pembelajaran secara online dari segi agama islam
Ukkasyah Abdul Qohhar – Pembelajaran secara online dari segi agama islam

Kehidupan seorang muslim tidak lepas dari kegiatan belajar, bahkan sudah menjadi kewajiban yang diperintahkan Rasulullah dalam sabda-Nya:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim”,

dan orang-orang yang berilmu adalah yang memiliki kedudukan di sisi Allah seperti dalam firman-Nya:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (Al Mujadilah : 11).

Oleh karena itu agama islam sangat memuliakan ilmu. Dikisahkan seorang ulama Majduddin Ibnu Taimiyyah (Kakek Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah) jika hendak masuk kamar mandi berkata kepada orang yang ada di sekitarnya:

Bacalah kitab ini dengan suara keras agar aku bisa mendengarnya di kamar mandi, karena besarnya perhatian atas ilmu yang beliau miliki maka ia terus mencari cara agar senantiasa melakukan kegiatan pembelajaran, hal yang patut kita contoh di tengah keadaan wabah kematian dari virus corona yang mengguncang negeri ini dengan tetap berusaha senantiasa melakukan kegiatan pembelajaran yang tetap menaati aturan social distancing dari pemerintah.

Sejatinya para ulama terdahulu menuntut ilmu dengan cara musyafahah atau bertemu langsung dengan para guru. Hanya saja, keadaan wabah sekarang ini tidak memungkinkan hal tersebut, akan tetapi di tengah kemajuan teknologi saat ini, kita jumpai metode pembelajaran baru dengan akses media internet, ini sesuai dengan firman Allah:

وَعَلَّمْنَٰهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّنۢ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنتُمْ شَٰكِرُونَ وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِى بِأَمْرِهِۦٓ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىْءٍ عَٰلِمِينَ
Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Anbiya: 80-81).

Ayat tersebut erat kaitannya dengan perkembangan tenologi informasi dan komunikasi yang berawal dari perkembangan logam besi. Perkembangan ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Baca juga :

Secara hukum asal tidak ada larangan khusus untuk belajar dengan media internet jika dilakukan secara tepat atau tidak mengambil ilmu sembarangan dari sumber yang tidak jelas dari dunia maya.

Hal Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Pembelajaran Online


Jika dalam kondisi tidak dapat bertemu dengan guru maka setidaknya sebuah pembelajaran online dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Dilakukan dengan guru yang ahli pada bidangnya.
    Walaupun di dalam internet tidak semuanya buruk tetapi sebaiknya kita memilih mengambil ilmu dari ahlinya sebagaimana para ulama mengambil hadits dari guru yang memiliki silsilah sanad yang tidak lemah, Allah ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggung jawabannya,” (Q.S Al-Isra :36).

  1. Interaktif
    Pada pembelajaran online, seorang guru selain dituntut untuk menyediakan materi pelajaran juga dituntut untuk menyediakan forum untuk dialog antara ia dengan murid. Sebab terkadang ada bagian tertentu dari mata pelajaran yang masih belum dipahami oleh murid. Allah ta’ala berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahuinya,” (Q.S. Ah-Nahl: 43).

  1. Tetap mengutamakan sistem tatap muka.
    Pembelajaran secara online memiliki dampak negatif yaitu menumbuhkan rasa tidak butuh lagi dengan pembelajaran secara tatap muka padahal memiliki lebih banyak keutamaan seperti dalam sya’ir berikut

ومن يأخذ العلم من شيخ مشافهة # يكن عن الزيغ والتصحيف فى حرم
ومن يكن أخذا للعلم من صحف # فعلمـــه عند أهــــــــل العلم كالعدم
Barangsiapa yang mengambil ilmu dari seorang guru dengan musyafahah (tatap muka), niscaya terpeliharalah ia dari tergelincir dan keliru. Dan barangsiapa mengambil ilmu dari buku-buku, maka pengetahuannya menurut penilaian ahli ilmu adalah nihil semata.

Maka, sebaiknya selain tetap belajar dengan perantara internet, aplikasi, atau media sosial kita senantiasa berdoa agar secepatnya kondisi membaik dan kita bisa kembali mengambil ilmu dari guru-guru yang tercinta secara langsung.

Artikel ditulis oleh Ukkasyah Abdul Qohhar
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta
Email pengirim : ukkasyah abdul qohhar
Judul artikel : Pembelajaran Secara Online Dari Segi Agama Islam

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Mas Hafiz
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi belapendidikan.com