Pendekatan Perbandingan (Comparative Approach)

pendekatan perbandingan (comparative approach)

web portal pendidikan – Selamat siang sobat jurnaliscun, kembali lagi nih bersama mimin dalam update artikel terbarunya. Nah, untuk hari ini mimin akan update Pendekatan Perbandingan (Comparative Approach). Untuk lebih lengkapnya dapat kalian simak artikel ini.

Pendekatan Perbandingan (Comparative Approach)

Pendekatan perbandingan dilakukan dengan mengadakan studi perbandigan hukum. Menurut Gutteridge, perbandingan hukum merupakan suatu metode studi dan penelitian hukum. Gutteridge membedakan antara perbandingan hukum yang bersifat deskriptif yang tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan informasi dan perbandingan hukum terapan yang mempunyai sasaran tertentu, misalnya keinginan untuk menciptakan keseragaman Hukum Dagang.

Menurut Holland, ruang lingkup perbandingan hukum terbatas pada penyelidikan secara deskriptif. Hasil penelitian tersebut, menurut Holland, diserahkan kepada ahli hukum untuk dianalisis atau diterapkan pada situasi konkret.

Menurut Van Apelddorn, perbandingan hukum merupakan suatu ilmu bantu bagi ilmu hukum dogmatik dalam arti bahwa untuk menimbang dan menilai aturan aturan hukum dan putusan putusan pengadilan yang ada dengan sistem hukum lain.

Studi perbandingan hukum merupakan kegiatan untuk membandingkan hukum suatu negara dengan hukum negara lain atau hukum dari suatu waktu tertentu dengan hukum dari waktu yang lain. Di samping itu juga membandingkan suatu putusan pengadilan yang satu dengan putusan pengadilan lainnya untuk masalah yang sama.

Kegiatan ini bermanfaat bagi penyingkapan latar belakang terjadinya ketentuan hukum tertentu untuk masalah yang sama dari dua negara atau lebih. Penyingkapan ini dapat dijadikan rekomendasi bagi penyusunan atau perubahan perundang undangan.

Sebagai bahan perbandingan mengenai penelitian hukum untuk kajian akademis dan mungkin juga untuk kegiatan praktik hukum, akan dikemukakan beberapa disertasi yang ditulis oleh peneliti dari berbagai negara dan berbagai universitas.

Pertama, A.P. Piroen di dalam disertasinya yang berjudul Bescherming Omvang Van Octrooien in Nederland, Duitsland, and Engeland dan dipertahankan di Rijkuniversiteit te Leiden tahun 1988, setelah mengemukakan latar belakang filosofis perlindungan paten, memperbandingkan perundang undangan ketiga negara tersebut beserta latar belakang filosofis perundang undangan masing masing negara itu.

Pendekatan Perbandingan (Comparative Approach)

Kedua, David Adedayo Ijalaye di dalam disertasinya yang berjudul The Extension of Corporate Personality in International law yang disusun dan diuji di Columbia School of Law, New York setelah mengemukakan ketentuan ketentuan Hukum Internasional mengenai organisasi internasional, membandingkan berbagai organisasi yang bertaraf Internasional baik yang bersifat antar pemerintah maupun konsorsium yang bersifat privat.

Ketiga, Georgee Sipa Adjah Yankee yang menulis disertasi berjudul International Patents and Technology Transfer to Less Developed Countries dan diuji di School of Law, University of Warwick melakukan studi kasus di Ghana dan Nigeria.

Di dalam disertasi tersebut dikemukakan konsep Hukum Paten secara umum. Selanjutnya dipaparkan ketentuan ketentuan internasional tentang paten berupa konvensi dan Code of Conduct mengenai alih teknologi dari lembaga lembaga internasional.

Sebagai langkah berikutnya, penulis mengemukakan perkembangan historis ketentuan ketentuan mengenai paten di Ghana dan Nigeria. Pembahasan berikutnya adalah membandingkan Undang Undang Paten dari kedua negara tersebut.

Akhirnya, disertasi yang dilakukan oleh George Sipa-Adjah Yankee ini menarik karena di samping membandingkan perundang undangan dua negara juga membandingkan hukum yang berlaku kini dan hukum yang pada masa lalu.

Keempat, Cynthia D. Wallace dengan disertasi berjudul Legal Control of the Multinational Enterprise di Cambridge University melakukan studi kasus dari berbagai negara baik negara dengan Civil Law System maupun Common Law System.

Tulisan Cynthia D. Wallace ini memang tipikal tulisan dari alam pikiran Anglo-Amerikan. Yang terakhir dapat dikemukakan disertasi Fisseha-Tsion Menghistu yang berjudul International Transfer of Technology to Developing Countries dan dipertahankan di Universiteit van Amsterdam.

Disertasi itu merupakan studi mengenai Signifikasi Kebijakan Fiskal bagi Alih Teknologi untuk Pembangunan.

Didalam disertasi itu, penulis mengemukakan terlebih dahulu konsep alih teknologi maupun isu isu seputar teknologi. Selanjutnya dibahas masalah kebijakan fiskal di negara negara berkembang pada umumnya. Barulah pada bagian akhir tulisannya, penulis melakukan perbandingan hukum negara negara Amerika latin, Asia dan Asia Tenggara, serta negara Afrika.

Pendekatan Perbandingan (Comparative Approach)

Perlu dikemukakan di dalam tulisan ini bahwa melakukan perbandingan harus mengungkapkan persamaan dan perbedaan. Persamaan diantara perundang undangan beberapa negara yang diperbandingkan mungkin saja terjadi karena adanya persamaan sistem hukum yang dianut oleh negara negara tersebut walaupun dari segi perkembangan ekonomi dan politik mungkin berbeda.

Sebagai contoh misalnya, persamaan antara Hukum Malaysia dan Inggris atau persamaan Hukum Indonesia dan Belanda. Baik Malaysia dan Inggris maupun Indonesia dan Belanda secara ekonomis tidak mungkin dapat diperpandingkan karena Inggris dan Belanda secara ekonomis lebih maju daripada Malaysia dan Indonesia.

Akan tetapi lihat dari sistem hukumnya, hukum Malaysia mewarisi hukum Inggris sedangkan Indonesia mewarisi hukum Belanda. Oleh karena itulah doktrin doktrin hukum dari pewaris berlaku untuk pewaris sistem hukum tersebut.

Perbandingan hukum juga dapat dilakukan tanpa melihat sistem hukum maupun tingkat perkembangan ekonomi, melainkan hanya melihat substansinya yang merupakan kebutuhan secara universal. misalnya Moneylaundering, perdagangan secara elektronik, Kejahatan Narkotika, Persaingan Usaha, dan lain lain.

Dalam melakukan penelitian hukum di bidang bidang tersebut, peneliti dapat melakukan perbandingan undang undang beberapa negara yang mengatur masalah masalah tersebut. Sudah barang tentu, latar belakang yang melandasi masing masing undang undang tidak sama, tetapi dapat diduga, adanya persamaan doktrin yang digunakan di dalam masing masing undang undang tersebut.

Itulah penutup dari artkel Pendekatan Perbandingan (Comparative Approach). Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan. Jika ada saran dan kritik yang membangun kami harapkan para pengunjung menulis dalam kolom yang tertera dibawah ini.

Terima kasih sudah membaca artikel diatas, dan nantikan kembali artikel artikel lainnya dari kami. Wassalamualaikum Wr. Wb.

1 Comment

  1. amelia devi wulandari

    oh jadi dalam mengunggkapkan perbandingan harus melakukan suatu pendekatan pendekatan terlebih dahulu ya mas?

About

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.