sarana belajar online
Coba SimulasiProgram terbaru kami simulasi online UNBK Tingkat SMA/SMK

Pendidikan dan Budaya

Web portal pendidikan – Selamat sore sob, mohon maaf admin agak sedikit terlambat untuk memposting artikel hari ini. Tapi, kalian jangan khawatir. Untuk mengobati rasa jenuh kalian, mimin akan share artikel milik saudara Harry Salomon Sinaga. Tema yang dibuat kali ini adalah “pendidikan dan budaya.” Penasaran dengan ulasan yang dibuat saudara harry ? Yuk simak dan ikuti artikel ini dengan baik.

Pendidikan dan Budaya

Pendidikan merupakan pintu gerbang untuk melihat dunia yang luas ini. Dengan mendidik dan membawa orang untuk melangkah jauh dalam menghadapi tantangan jaman yang terus berjalan.

Pendidikan memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi mereka yang berkekurangan untuk menjadi mutiara yang terus bersinar. Pendidikan tidak mengenal batasan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai usia tua yang bahkan harus terus dididik. Dalam artian keseluruhan pendidikan sangat penting bagi setiap umat manusia.

Dalam Negara Indonesia pendidikan tertuang dalam Pembukaan UUD tahun 1945 yang bunyinya sebagai berikut, “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Fakta sejarah yang telah menunjukkan bahwa pendidikan begitu berharga di Indonesia, para pejuang pendiri bangsa melihat pendidikan adalah syarat sah menuju Indonesia yang makmur, adil, dan sejahtera.

Indonesia memiliki keanekaragaman suku bangsa, ras, budaya yang sangat banyak. Perlu mengemas pendidikan dalam bingkai kebudayaan. Hal itu untuk memperkuat identitas suatu bangsa, menunjukkan kekayaan budayanya sendiri.

Namun sayangnya, belakangan ini paham-paham in-toleransi dan radikalisme mulai masuk dalam kehidupan masyarakat, budaya-budaya lokal sudah mulai punah, moral dan etika masyarakat saat ini juga mulai berkurang.

Intoleransi yang terus dibina akan mengarah kepada terorisme. Dalam lingkup sekolah sudah jarang sekali melihat murid yang menggunakan bahasa daerahnya dan juga menunjukkan kebanggaan terhadap daerahnya. Terjadi kecenderungan budaya yang digunakan hanya pada kontes-kontes, pesta yang sifatnya seremonial.

Untuk menghadapi situasi dan kondisi tersebut, maka sebagai orang Indonesia kita harus tahu akan tanggung jawab sebagai warga Negara Indonesia. Sebagai generasi muda penerus bangsa ini, pemuda harus memberikan ide ataupun gagasan baru dengan inovasi dan kreatif.

Sejarah telah menunjukkan kepada kita bahwa pemuda sangat berperan penting dalam rangkaian merebut, me merdekakan, dan mempertahankan Negara. Itulah mengapa generasi pemuda harus ditempatkan di garda paling depan sebagai pengawal dinamika kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat dan beragama.

Pemuda pastinya memiliki semangat dan juga jaringan yang kuat sehingga memampukan untuk melakukan kunjungan-kunjungan dalam kampung untuk melihat kondisi sosial bermasyarakat.

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan, yaitu dengan membuat taman bacaan di setiap kelurahan, membuat perpustakaan keliling. Disinilah sebenarnya rasa bela berkorban (pengabdian) itu dapat diterapkan.

Pentingnya Pendidikan Demi Terciptanya Negara Yang Berkebudayaan

Mengabdi memberikan pemaknaan yang orang Ambon sering ucapkan “Ale Rasa Beta Rasa”. Ucapan itu menyiratkan bahwa pendidikan harus diberikan ke semua orang. Saya sudah mendapatkan pendidikan, maka kamu juga, kita semua harus mendapatkan pendidikan.

Dalam budaya Maluku ada istilahnya Pela Gandong yang merupakan sebutan bagi suatu ikatan persatuan dengan saling mengangkat saudara.

Memaknai “Pela Gandong” dalam dunia pendidikan yaitu dengan melihat bahwa pendidikan sendiri mampu mengangkat derajat orang, dari yang tidak mampu menjadi mampu, dan kemudian dalam mendidik tidak melulu hanya dilihat satu sumber ilmu, semua unsur memiliki perannya masing-masing dalam mendidik, serta pendidikan mampu menjadi pemersatu dalam dunia yang sangat beragam.

Pela Gandong hanya salah satu budaya yang dapat dijadkan bahasa pemersatu pendidikan. Dalam Batak ada namanya “Dalihan Na Tolu”, Sunda dengan namanya “Silih Asah Silih Asih, Silih Asuh”, Papua dengan budayanya “Bakar Batu”. Itulah beberapa budaya yang bisa memperkuat dunia pendidikan di Indonesia.

pendidikan dan budaya adalah dua bagian yang saling melengkapi satu sama lain. Mereka dapat berjalan berdampingan, namun bisa saling memperbaiki. Misalnya sebagai contoh dalam budaya Batak dahulu ada yang namanya cerita rakyat mengenai Patung Sigale-Gale.

Konon patung itu mampu bergerak dengan memanggil roh atau arwah Si Raja Manggale. Seiring dengan berjalannya waktu, masuknya pendidikan dan agama dalam kegiatan pesta atau upacara di Samosir, Patung Sigale-Gale mulai di gerakkan dengan menggunakan tali.

Kalau di dalam sekolah sering melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih, hal tersebut apabila terus-menerus kita lakukan akan melahirkan suatu budaya sekolah yang mengajak murid untuk mencintai Negara Indonesia.

Saat ini mulai ada sekolah yang tidak menjalankan upacara, yang sedikit demi sedikit hal itu dapat mengurangi rasa nasionalisme.

Apa Maksudnya Membumikan Pendidikan ?

Membumikan pendidikan berarti kita menempatkan pendidikan harus diterima (hak) oleh setiap orang. Semua orang akan dapat menerimanya tanpa mengenal “status” sosial, umur, maupun gender.

Pendidikan dalam lingkup terkecil dilakukan didalam suatu keluarga. Sosok ayah dan ibu harus berperan “aktif” dalam mengajarkan norma-norma kesopanan, adab, nilai-nilai keagamaan, dan rasa saling tolong-menolong serta mengajarkan budaya.

Keluarga menjadi pintu gerbang pertama dalam memperkenalkan dunia dengan cara yang kreatif. Komunikasi dan interaksi harus saling terus-menerus diasah agar melatih anak untuk berbicara lancar terhadap sesama.

Pendidikan dalam konteks “zaman now” dapat dilaksanakan dengan meng edukasikan masyarakat untuk menggunakan internet. Menghubungkan hal yang jauh menjadi dekat. Melewati batasan-batasan yang dapat menyekatkan pikiran.

Saat ini sudah banyak sekali buku-buku yang tidak di cetak dalam bentuk tumpukan “kertas” tetapi online (e-book). Semakin memudahkan orang untuk membaca dalam genggamannya.

pendidikan dan budaya dalam penggunaan internet misalnya yaitu dengan membuat game online dengan mengangkat budaya lokal (daerah), lagu-lagu daerah yang hadir di Play Store / Apple Store.

Namun penggunaan internet perlu juga diawasi, saat ini marak terjadi dengan situs-situs porno, cyber crime, hacking, menyadap transmisi data orang lain. Ditambah lagi rasa ingin tahu manusia sangat tingginya dan cenderung apabila sudah terkena akibat baru bisa menolaknya.

Itulah penjelasan dari tema kita kali ini, pendidikan dan budaya. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari para pengunjung belapendidikan.com