Pendidikan Islam di Tengah Gesekan Pendidikan Sekuler

172
pendidikan islam di tengah gesekan pendidikan sekuler
pendidikan islam di tengah gesekan pendidikan sekuler

Web portal pendidikan –┬áHasil kiriman opini pada hari ini yaitu pendidikan islam di tengah gesekan pendidikan sekuler. Untuk informasi lebih lengkap dapat kita simak dalam artikel berikut ini.

Pada mulanya kerajaan kerajaan Kristen di Eropa tidak mempersoalkan pemisahan antara gereja (church) dan negara (state). Pada masa itu antara gereja dan negara masih bisa terintegrasi. Namun sejak pada Abad Pertengahan, di Barat mulai terjadi proses pemisahan antara agama dan negara.

Dominasi gereja yang terlalu ketat terhadap urusan keduniawian dirasa kurang pas oleh masyarakat Barat. Oleh karena itu masyarakat Barat mulai melepaskan diri dari dominasi gereja.

Sejak itulah sekularisme muncul yang dalam perkembangannya menjadi pandangan hidup masyarakat Barat. Sekularisme dipahami sebagai ideologi dan pandangan hidup yang memisahkan urusan duniawi dari urusan keagamaan.

Sekularisme bersaudara kembar atau berpautan dengan westernisme (paham Barat). Barat adalah sekuler, sekuler adalah Barat.

Pendidikan Barat berwatak sekuler. Murid-murid di sekolah tidak boleh berdoa di ruang kelas karena agama dipandang sebagai urusan pribadi yang tidak boleh masuk ke ruang publik. Sains dan teknologi terlepas dari nilai-nilai agama.

Kemajuan di bidang teknologi kedokteran dan kebidanan digunakan untuk melakukan aborsi yang memang dilegalkan di Barat. Sperma laki-laki dapat diawetkan, disimpan di bank sperma, dan dapat dibeli oleh yang membutuhkan untuk mendapatkan keturunan.

Dengan menggunakan kemajuan sains dan teknologi yang canggih, sperma dan ovum dari pasangan tertentu (bisa pula bukan dari pasangan yang bersangkutan) bisa dibuahi dan dititipkan kepada rahim wanita lain yang disewa (sewa rahim).

Nilai praktis dan pragmatis sains dan teknologi lebih dikedepankan dan tidak lagi dipandang dari etika, moral dan nilai-nilai agama.