Pendidikan Wirausaha

oleh
Pendidikan wirausaha
Pendidikan wirausaha

Web portal pendidikan – Esai kali ini berjudul Pendidikan Wirausaha, yang dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba esai nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Esai : Pendidikan Wirausaha

Pendidikan adalah cermin dari kualitas suatu bangsa. Baik buruknya suatu bangsa bisa kita lihat dari kondisi pendidikannya. Ada berbagai cara untuk melihatnya. Yaitu melihat dari kualitas pengajar dan pelajar, fasilitas sekolah, serta lulusan.

Dilansir dari Deutsche Welle, saat ini kualitas pendidikan Indonesia menempati urutan ke 108 peringkat dunia dengan presentase 44% lulus sekolah menengah, serta 11% putus sekolah sebelum lulus.

Dalam hal pendidikan, Indonesia saat ini kalah dengan negara tetangga, yaitu Malaysia yang dahulu pada tahun 1980 banyak mengirimkan pelajarnya untuk belajar di Indonesia.
Kualitas pengajar di Indonesia sebenarnya sudah lebih baik dan kuantitasnya sudah mencukupi, namun ketika kita melihat ke sisi timur Indonesia contohnya Papua, disanalah masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.

Meskipun daerah di Papua telah mendapatkan tenaga pengajar dari Komunitas Indonesia Mengajar dari tahun 2010, namun tetap saja masih kekurangan tenaga pengajar, selain itu kesejahteraan pengajar masih belum sesuai.

Masih ada banyak guru honorer yang hidup serba kekurangan. Bisa dikatakan, kita hidup di era orang bekerja totalitas namun hanya mendapat upah yang tidak sesuai.

Seorang guru mengajar dengan dedikasi tinggi, namun hanya gaji dengan UMR rendah yang ia dapat, sedangkan seorang pengangguran yang hanya bisa berdiam diri mendapatkan bantuan miskin dari pemerintah. Dengan adanya kecemburuan sosial tersebut, itulah salah satu hal yang membuat kinerja guru semakin menurun.

Fasilitas sekolah di Indonesia masih belum sama rata. Bisa kita lihat sangat jelas bagaimana fasilitas sekolah negeri yang berada di Jawa, khususnya ibukota dengan daerah di luar Jawa.

Kondisi pendidikan di Jawa sudah lebih baik dari segi gedung, perabotan, serta perawatannya. Selain itu, teknologi pendukung KBM juga terlihat sangat kontras. Saudara kita di Papua, disana hanya anak – anak yang berada di daerah perkotaan Papua saja yang sedikit memiliki halangan untuk menuntut ilmu.

Apa Yang Menjadi Penghalang Masyarakat Timur Indonesia Tidak Mendapat Pendidikan Yang Layak ?

Beberapa penghalangnya berupa medan perjalanan yang sulit dilalui, tidak adanya biaya untuk membeli peralatan sekolah seperti seragam dan buku. Tidak hanya sampai disitu, halangan lainnya datang ketika mereka sedang melakukan KBM, entah itu dari kerusakan bangunan yang kurang nyaman, dan meja kursi yang reot.

Berbeda dengan sekolah – sekolah yang ada di daerah Jawa. Meskipun belum begitu baik fasilitasnya, namun keadaan fasilitas pendidikan di Jawa jauh lebih baik dibandingkan dengan daerah timur Indonesia.

Sangat disayangkan mengingat kekayaan Papua yang luar biasa tersebut tidak mendapatkan timbal balik berupa pendidikan yang sama. Padahal anak – anak itulah yang akan membangun Papua lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Kuantitas doktor di Indonesia masih tergolong rendah. Di Indonesia hanya ada 143 Doktor/ 1 juta penduduk Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia sampai saat ini kurang lebih 265 juta jiwa. Namun sampai sekarang diketahui kurang lebih sekitar 75.000 Doktor di Indonesia.

Apakah LPDP Membantu Indonesia Untuk Meningkatkan Sumber Daya Doktor ?

Dengan adanya LPDP di Indonesia, pertahunnya jumlah Doktor di Indonesia mengalami kenaikan 15%, namun angka ini masih dapat digolongkan sangat kecil dengan perbandingan jumlah masyarakat Indonesia.

Perbandingannya masih jauh dengan negara Malaysia yang memiliki doktor sebanyak 509 doktor/ 1 juta penduduknya. Indonesia mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk meningkatkan julmah doktor di Indonseia, tak tanggung – tanggung 20,6 Triliun Rupiah diberikan untuk mendanai putra – putri bangsa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan demi terciptanya Indonesia yang lebih baik di masa mendatang.

Sedikitnya jumlah doktor ini salah satunya dipengaruhi oleh mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. Dengan kondisi tersebut, berbagai cara harus kita tempuh untuk mendapatkan pendidikan.

Selain mencari beasiswa, kita juga harus pandai memanfaatkan suasana. Sekolah – sekolah mulai menjalankan program kewirausahaan, sudah ditambah pula mata pelajaran tentang kewirausahaan.

Bermodal hasil dari wirausaha, kita bisa gunakan untuk biaya pendidikan dan menggapai impian yang sudah dicita – citakan anak bangsa.

Esai ini ditulis oleh Gitsali Hanum Salsabila kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.