Pengertian Penelitian Hukum Lengkap

pengertian penelitian hukum

web portal pendidikan – selamat pagi sobat jurnaliscun. Pada pagi hari ini saya akan membuat suatu postingan materi pembelajaran, dimana artikel ini saya beri judul Pengertian Penelitian HukumUntuk ulasan dan penjelasan lebih jauh lagi kami sudah merangkum dan mengulas dalam artikel ini.

Pengertian Penelitian Hukum

Menurut Morris L. Cohen, Legal Research is the process of finding the law that governs activities in human society. Selanjutnya Cohen menyatakan bahwa “It involves locating both the rules which are enforced by the states and commentaries which explain or analyze these rules.”

Prosedur demikian, masih menurut Cohen diperlukan di dalam praktik hukum untuk menentukan baik dampak peristiwa masa lalu maupun implikasinya pada masa yang akan datang. Melalui penelitian, lawyers menemukan sumber sumber yang diperlukan untuk memprediksi apa yang akan dilakukan oleh pengadilan dan dengan demikian mereka dapat mengambil tindakan tindakan tertentu.

Menerapkan hukum terhadap suatu situasi tertentu memerlukan keahlian dalam analisis hukum. Seorang lawyer mampu untuk menganalisis situasi faktual dan menerapkan doktrin doktrin hukum yang telah terbentuk atau dengan menggunakan doktrin stare decisis, merujuk kepada putusan putusan hakim terdahulu dalam perkara serupa.

Doktrin yang ada bukan tidak mungkin saling berbenturan. Oleh karena itulah ia harus dapat menimbang doktrin mana yang mempunyai relevansi dengan masalah yang dihadapi. Sebenarnya keahlian semacam ini didapatkan dari fakultas hukum. Atau dengan kata lain, penelitian hukum yang dikemukakan oleh Cohen tersebut harus menjadi bagian dari kurikulum fakultas hukum.

Sekilas tampaknya, apa yang dikemukakan oleh Cohen tersebut untuk kebutuhan praktis. Akan tetapi perlu di telaah pandangan Enid Campbell yang menyatakan “In his or her professional career, the lawyer as well as legal scholar will find it necessary to discover the legal principle relevant to a particular problem.

Selanjutnya ia mengemukakan, “Most legal research has its objectives the collection of authoritative materials relevant to the problem“. Dari pernyataan ini dapat dikemukakan bahwa legal scholar juga melakukan penelitian hukum seperti yang dilakukan oleh praktisi dan objek penelitian pun juga sama.

Hal senada juga dikemukakan oleh Ian McLeod yang menyatakan bahwa Legal Method berlaku bagi legal practice dan legal scholarship.

Pengertian Penelitian Hukum

Menurut Hutchinson, “much legal research ‘fits’ within the third category of applied research being directed to specific problems and aiming for tangible outcomes for professional use. However, legal research can be difficult to classify because of its variable context and facets“.

Dari penulis tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan penelitian hukum tidak dapat dipisahkan dari kegiatan professional. Meskipun dengan keraguan, Hutchinson menempatkan penelitian hukum didalam kategori applied research.

Di dalam tulisan itu ia menganjurkan juga bagi lawyer untuk melakukan penelitian diluar hukum; akan tetapi ia juga kemukakan bahwa pada umumnya laywer tidak ingin melakukan penelitian di luar penelitian hukum. Ia membedakan penelitian hukum menjadi 4 type, yaitu:

  • Doctrinal Research
  • Reform-Oriented Research
  • Theoretical Research
  • Fundamental Research

Dari apa yang ia kemukakan tidak dijumpai dikotomi penelitian hukum sebagai penelitian normatif dan sosiologis seperti yang dijumpai di Indonesia selama ini. Dikotomi demikian menyesatkan karena memang tidak mempunyai dasar berpijak.

Dapat diketahui bahwa yang membuat dikotomi semacam itu tidak paham akan ilmu hukum. Begitu juga dikotomi antara penelitian hukum normatif dan penelitian hukum empirik tidak dikenal. Baik di negara negara Common law system maupun civil law system dikotomi semacam itu tidak pernah ada.

Kecuali tipe keempat, ketiga tipe penelitian hukum sebagaimana dikemukakan oleh Hutchinson sebenarnya merupakan penelitian yang bersifat doktrinal karena keilmuan hukum memang bersifat preskriptif dan bukan deskriptif sebagaimana ilmu alamiah dan ilmu ilmu sosial.

Di dalam tipe penelitian hukum yang dikemukakan oleh Hutchinson, mungkin penelitian yang bersifat sosiolegal termasuk ke dalam tipe keempat, yaitu Fundamental Research. Sebenarnya dilihat dari segi keilmuan hukum yang bersifat preskriptif, tipe keempat yang dikemukakan oleh Hutchinson tersebut berada diluar penelitian hukum karena objek kajiannya adalah masalah hukum sebagai gejala sosial dan bukan hukum sebagai norma sosial.

Pengertian Penelitian Hukum

Memang didalam tulisannya Hutchinson tidak mensitir atau merujuk kepada Edwin W. Patterson yang menawarkan penggunaan metode ilmiah dalam penelitian hukum. Akan tetapi dalam tulisan tersebut ia juga sempat menganjurkan demikian.

Sebagaimana Patterson, dalam hal inipun ia terjebak ke dalam masalah “law development” yang mengandaikan adanya efektivitas hukum. Ia tidak menyentuh masalah prinsip hukum.

Ternyata pandangan kontinental juga menyatakan ada suatu karakter tersendiri dalam penelitian hukum. Meskipun bersifat eksplanatoris, menurut kedua penulis itu penelitian hukum memiliki karakter tersendiri karena tujuannya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai gejala hukum tertentu.

Berdasarkan pandangan dan pengertian yang dikemukakan oleh para penulis tersebut dapat dikemukakan bahwa penelitian hukum adalah suatu proses untuk menemukan aturan hukum, prinsip prinsip hukum, maupun doktrin doktrin hukum guna menjawab isu hukum yang dihadapi.

Hal ini sesuai dengan karakter preskriptif ilmu hukum. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan di dalam keilmuan yang bersifat deskriptif yang menguji kebenaran ada tidaknya sesuatu fakta disebabkan oleh suatu faktor tertentu, penelitian hukum dilakukan untuk menghasilkan argumentasi, teori atau konsep baru sebagai preskripsi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Jika pada keilmuan yang bersifat deskriptif jawaban yang diharapkan adalah true atau false, jawaban yang diharapkan di dalam penelitian hukum adalah right, appropriate, inappropriate, atau wrong. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil yang diperoleh di dalam penelitian hukum sudah mengandung nilai.

Di dalam hipotesis itulah ditetapkan adanya variabel bebas dan variabel terikat.

Hal ini memang dapat dipahami untuk penelitian penelitian dalam keilmuan yang bersifat deskriptif yang menerangkan adanya gejala tertentu disebabkan oleh faktor tertentu.

Oleh karena secara karakteristik berbeda antara keilmuan hukum dan keilmuan yang bersifat deskriptif tersebut, penelitian hukum tidak perlu dimulai dengan hipotesis. Dengan demikian istilah variabel bebas dan variabel terikat tidak dikenal di dalam penelitian hukum.

Pengertian Penelitian Hukum

Bagi penelitian didalam keilmuan yang bersifat deskriptif untuk membuktikan kebenaran hipotesis diperlukan data.

Data itu dapat saja berupa semua populasi atau mungkin hanya sampelnya saja dan sampel ini pun apakah diperoleh secara random atau purposive atau stratified hal itu bergantung dari keadaan yang diteliti.

Setelah data dikoleksi, lalu data dianalisis. Analisis dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif biasanya dilakukan dengan statistik dan statistik pun ada yang bersifat parametrik dan non parametrik. Hasilnya adalah diterima atau ditolaknya hipotesis tersebut.

Oleh karena di dalam penelitian hukum tidak diperlukan adanya hipotesis, di dalam penelitian hukum juga tidak dikenal istilah data. Begitupun istilah analisis kualitatif dan kuantitatif bukan merupakan istilah yang lazim di dalam penelitian hukum.

Dengan kata lain semua prosedur yang terdapat di dalam penelitian keilmuan yang bersifat deskriptif bukan merupakan prosedur dalam penelitian hukum.

Oleh karena itulah penggunaan statistik baik yang parametrik maupun non parametrik dalam penelitian hukum tidak mempunyai relevansi.

Demikian juga tidak dimungkinkan diterapkannya apa yang disebut grounded research didalam penelitian hukum karena metode itu adalah untuk ilmu ilmu sosial. Dengan demikian, langkah langkah dan prosedur yang terdapat didalam penelitian sosial tidak berlaku untuk penelitian hukum.

Itulah penjelasan dan ulasan Pengertian Penelitian Hukum. Beberapa referensi kami ambil juga dari kamus hukum, dan beberapa pendapat para ahli, dan sudah kami jelaskan se jelas jelasnya dalam artikel ini. Terima kasih sudah membaca artikel kami, dan nantikan kembali artikel pembelajaran lainnya.