Penggunaan Bahasa Sebagai Pemicu Hoaks

oleh
Penggunaan bahasa sebagai pemicu hoaks
Penggunaan bahasa sebagai pemicu hoaks - Amelia Putri Risty W

Web portal pendidikan – Hasil kiriman esai pada hari ini dengan judul penggunaan bahasa sebagai pemicu hoaks , disampaikan dan dikirimkan langsung melalui email lombaesai@belapendidikan.com

Penggunaan Bahasa Sebagai Pemicu Hoaks

Hoaks yang dalam bahasa Indonesia berarti berita bohong atau palsu adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah olah benar adanya. Menurut KBBI, hoaks mengandung berita bohong, berita tidak bersumber.

Dan menurut Silverman (2015) hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun “dijual” sebagai kebenaran. Hoaks bukan sekedar “misleading” yaitu menyesatkan, informasi dalam fake news juga tidak memiliki landasan infomasi yang factual, namun disajikan seolah olah sebagai rangkaian fakta.

Hoaks dapat disampaikan diantaranya melalui foto, video, berita, dan pembacaan informasi dari seseorang yang menyampaikan informasi tersebut (narasi). (sumber: wikipedia)

Baca juga : Perangi malas dengan mencegah hoaks

Penggunaan bahasa dalam menyampaikan berita dapat menimbulkan hoaks, penggunaan bahasa yang salah juga dapat membuat persepsi berbagai orang terhadap berita tersebut berbeda.

Pemuda jaman sekarang sudah dimanjakan dengan berbagai fasilitas media elektronik dan komunikasi yang cukup canggih, sehingga dapat menyampaikan berita atau informasi dari satu tempat ke tempat lain tanpa perlu pergi/mendatangi tempat tersebut, misalnya melalui instagram, twitter, facebook, whatsapp, dan beberapa media sosial lainnya.

Namun dampak negatif dari berbagai media sosial tersebut adalah begitu mudahnya berita atau informasi tersebut disampaikan dengan menggunakan bahasa yang bisa membuat persepsi berbagai orang berbeda sehingga menimbulkan hoaks, dan perkembangan dunia editor foto atau video yang bisa saja digunakan untuk memanipulasi foto atau video dari berita yang sudah sesuai dengan faktanya.

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *