Penjelasan dan Pengertian Filsafat Hukum

Penjelasan dan pengertian filsafat hukum

Web portal pendidikan – Sesuai topik diatas saya akan memberikan artikel mengenai pengertian serta penjelasan filsafat hukum, dan saya akan memberikan artikel ini secara gratis. Sobat jurnaliscun, pertama tama saya ingin bertanya dulu pada sobat, apakah sobat sudah tau apa itu filsafat ?

Pengertian Filsafat Hukum

Yak, Filsafat adalah Kebijaksanaan , tapi secara umum bukan hanya “kebijaksanaan” saja , melainkan filsafat merupakan bahasa yang berasal dari Yunani, yaitu Philosophia. Philo atau Philen berarti cinta, sophia berarti kebijaksanaan.

Philosophos adalah pecinta kebijaksanaan. Dalam bahasa Arab disebut Failasuf, kemudian ditransfer dalam bahasa Indonesia menjadii Failasuf atau filsuf. Selain itu, dalam bahasa Arab dikenal kata hikmah yang hampir sama dengan arti kebijaksanaan.

Kata hikmah atau hakiem dalam bahasa arab dipakai dalam pengertian falsafah atau failasuf, tetapi harus dilihat dalam konteks apa kata hikmah dan hakiem itu digunakan, karena tidak semua kata hikmah atau hakiem itu digunakan. Hal itu menunjukan bahwa tidak semua kata hikmah atau hakiem dapat diartikan falsafah atau filsuf.

Filsafat adalah upaya untuk mempelajari dan mengungkapkan penggambaran manusia di dunianya menuju akhirat secara mendasar. Objeknya materi dan forma. Objek materi sering disebut juga segala sesuatu yang ada, bahkan yang mungkin ada.

Hal ini berarti filsafat mempelajari apa saja yang menjadi isi alam semesta mulai dari benda mati, tumbuhan, hewan, manusia, dan sang Pencipta.

Objek ini sering disebut realita atau kenyataan. Dari objek dimaksud, filsafat ingin mempelajari baik secara fragmental maupun secara integral menurut keterkaitan antara bagiaan dan jenis didalam suatu keutuhan secara keseluruhan.

Pengertian Filsafat Hukum

Para ahli hukum memberikan pengertian filsafat hukum dengan rumusan yang berbeda, yakni sebagai berikut

1. E. Ultrecht

Filsafat hukum memberi jaawaban atas pertanyaan pertanyaan seperti :
Apakah hukum itu sebenarnya ? Apakah sebabnya kita menaati hukum? Apakah keadilan yang menjadi ukuran untuk baik buruknya hukum itu? Inilah pertanyaan pertanyaan yang sebetu;nya juga dijawab oleh ilmu hukum.

Akan tetapi, bagi orang banyak jawaban ilmu hukum tidak memuaskan. Ilmu hukum sebagai ilmu empiris hanya melihat hukum sebagai gejala saja yaitu menerima hukum sebagai gegebenheit belaka. Filsafat hukum hendak melihatt hukum sebagai kaidah dalam arti kata ethisch waardeoodeel.

2. Mr. Soetika

Filsafat hukum adalah mencari hakikat dari hukum, dia ingin mengetahui apa yang ada di belakang hukum, mencari apa yang tersembunyi didalam hukum, dia menyelidiki kaidah kaidah hukum sebagai pertimbangan nilai, dia memberi penjelasan mengenai nilai, postulat (dasar dasar ) hukum sampai pada dasar dasarnya, ia berusaha untuk mencapai akar akar dari hukum.

3. Satjipto Rahardjo

Filsafat hukum mempelajari pertanyaan pertnyaan yang bersifat dasar dari hukum. Pertanyaan tentang hakikat hukum, tentang dasar bagi kekuatan mengikat dari hukum, merupakan contoh contoh pertanyaan yang bersifat mendasar itu.

Atas dasar yang sedemikian itu, filsafat hukum bisa menggarap bahan hukum, tetapi masing masing mengambil sudut pemahaman yang berbeda sama sekali. Ilmu hukum positif hanya berurusan dengan suatu tata hukum tertentu dan mempertanyakan konsistensi logis asas, praturan, bidang serta sistem hukumnya sendiri.

4. Purnadi Purbacaraka

Filsafat Hukum adalah perenungan dan perumusan nilai nilai, kecuali itu filsafat hukum mencakup penyerasian nilai nilai, misalnya penyerasian antara ketertiban dengan ketentramaan, antara kebendaan dan keakhlakan, dan antara kelanggengan atau konservatsisme dengan pembaharuan.

5. Lilis rasjidi

Filsafat hukum berusaha membuat “dunia etis yang menjadikan dasar latar belakang yang tidak dapat diraba oleh pancaindra” sehingga filsafat hukum itu menjadi suatu ilmu normatif, seperti dengan halnya dengan ilmu politik hukum. Filsafat hukum berusaha untuk mencari citra hukum yang menjadi “dasar hukum” dan “etis” bagi berlakunya sistem hukum positif dalam masyarakat.

Manfaat Mempelajari Filsafat Hukum

Setiap bidang ilmu mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. Manfaat filsafat hukum yaitu dapat menjelasskan secara praktis peranan hukum dalam pembangunan yang berfokus pada ajaran ajaran sociological jurisprudence dan legall realisme.

Selain itu filsafat hukum dapat bermanfaat untuk pengembaangan wawasan pngetahuan dan pemahaman hukum, baik dalam bentuk pendekatan yuridis atau juridis normatif maupun dalam pendekatan yuridis empiris.

Menurut Bapak Mochtar Kusumaatmadja seperti yang dikutip H. Lili Rasyidi : “Mata kuliah filsafat hukum ditingkat terakhir fungsiny untuk menempatkan hukum dalam tmpat dan prospektif yang tepat sebagai bagian dari usaha manusia menjadikan dunia ini suatu tempat yang lebih pantas untuk didiaminya. Gunanya untuk mengimbangi efek daripada spesialisasi yang sempit yang mngkin disebabkan oleh program spesialisasi yang dimulai di tahun ke 4.”

Mungkin hanya penjelasan itu yang dapat saya sampaikan mengenai Filsafat Hukum. Sobat jurnaliscun bisa menambahkan wawasan nya lagi tentang filsafat hukum di buku “Filsafat Hukum” Prof. Dr. H. Zainuddin Ali, M.A.

2 Comments

  1. hadi mustopa

    terimakasih informasinya gan. sangat bermanfaat. menambah pengetahuan saya. izin share juga he

About

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.