Cerpen : Pesan Dari Smartphone

Pesan dari smartphone

Web portal pendidikan – Cerpen kali ini berjudul Pesan dari smartphone, yang sudah dikirimkan oleh salah satu peserta dalam ajang lomba cerpen nasional bersama belapendidikan.com. Untuk lebih lengkapnya dapat kita lihat sebagai berikut.

Cerpen : Pesan Dari Smartphone (Bagian Pertama)

Bukankah sekarang teknologi sudah semakin berkembang? Ah tidak, Sudah sangat berkembang. Setiap waktu, orang – orang jenius dari berabagai Negara berlomba – lomba memunculkan sebuah kreasi fantastis yang belum pernah ada di bumi. Terkadang, kita sebagai orang awam dalam dunia sains hanya bisa melongo sambil menggelengkan kepala.

Berpikir betapa hebat dan kreatifnya mereka hingga mampu menciptakan sesuatu yang bahkan di luar nalar. Sifat manusia memang seperti itu. Selalu kurang dengan apa yang dimilikinya. Namun, semua itu bukan suatu keburukan. Mereka yang cerdas dan dikaruniai ide – ide luar biasa menciptakan hal – hal baru yang akhirnya berguna bagi umat manusia lainnya.

Salah satu kemudahan yang telah dirasakan oleh semua kalangan adalah berkembangnya teknologi informasi. Sekarang, baik tua atau muda pasti sudah memiliki satu alat yang selalu dibawa kemana – mana. Smartphone. Nyaris semua penduduk bumi pasti memilikinya. Tua, muda, remaja, bahkan anak – anak suka sekali bermain social media. Segalanya dipaparkan disana. Bahkan jika itu aib sekalipun.

Aku tidak tahu mengapa semua orang suka sekali curhat di facebook, atau meng-upload fotonya sedang menangis dengan caption sedih, atau malah menyayat lengannya dan membagikannya di media sosial. Memangnya apa faedahnya?

Aku tahu pemikiran setiap orang berbeda. Mereka mungkin menganggap jika curhat di halaman social media adalah cara paling gampang untuk menenangkan diri. Ya, deretan text yang mereka ketik dihalaman akun mereka adalah curahan hati mereka, pelepasan emosi mereka yang terbendung didalam hati. Awalnya, kupikir hal ini adalah hal yang biasa. Berbagi emosi dengan pemilik akun lain, saling perhatian lewat kolom komentar. Tapi lama – kelamaan begitu memuakkan.

Sekarang, apapun dilakukan lewat bantuan benda persegi bernama smartphone. Rasanya, bersosialisasi sudah tidak terlalu penting. Aku sama sekali tidak menyayangkan keberadaan benda – benda itu, aku malah bersyukur aku terlahir saat benda – benda itu sudah bebas jual di pasaran. Jadi, aku bisa ikut menikmatinya. Hanya saja, lama-kelamaan manusia semakin berlebihan menggunakan benda itu. Ada banyak hal yang membuatku semakin merasa miris dengan berkembangnya smartphone di dunia. Ya, tentu saja karena semakin minimnya interaksi diantara manusia.

Tahun lalu Ibuku melakukan hal yang sama menyebalkannya dengan orang – orang. MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN LEWAT PESAN WHATSAPP. Oke, mungkin kalian berpikir jika aku yang berlebihan karena sampai kesal kepada Ibuku hanya karena itu.

Alasannya adalah, kami tinggal serumah. Hanya ada aku dan Ibuku dirumah berukuran sedang ini. Jangan tanyakan kemana Ayahku, karena aku tidak akan pernah menjawabnya. Kami tidak pernah merayakan ulang tahun, kami biasanya hanya saling mengucapkan selamat dan mengecup pipi tanpa perayaan besar.

Bagiku, hal itu sudah lebih dari perayaan. Perayaan yang sebenarnya ada dihati kami, bagaimana kami saling merasakan perasaan masing – masing. Sekarang, apa bisa aku merasakan bagaimana perasaan Ibuku lewat sebuah pesan? Tulisan – tulisan itu sama sekali tidak mewakili perasaan Ibu. Dan saat itu, untuk pertama kalinya perayaan ulang tahunku tiada, lalu berlanjut hingga saat ini.

Tags: ,
About

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

POST YOUR COMMENTS