Politik Ekonomi Islam

politik ekonomi islam

Web portal pendidikan – Selamat malam sob, kali ini saya akan membuat suatu artikel dengan tema “politik ekonomi islam.” Untuk informasi lebih lengkapnya dapat kamu simak dalam artikel berikut.

Politik Ekonomi Islam

“Ekonomi” berasal dari bhsa Yunani, ekonomi berasal dari kata “oikos” yang berarti aturan dan “nomos” yang artinya rumah tangga. Sedangkan politik sendiri berasal dari kata “polis” yang artinya negara atau daerah.

Berdasarkan makna yang secara empiris tidak lah sama, namun dalam perkembangann dunia kedua kata itu menjadi hal yang berkaitan erat dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Tindakan politik tidak terbebas dari adanya kepentingan ekonomi dan sebuah kebijakan ekonomi tidak terlepas juga dari kepentingan politik. Dengan demikian lah ekonomi politik dimaksudkan untuk mengungkap kondisi di mana produksi ataupun konsumsi di selenggara kan negara negara.

1. Ekonomi potik menurut para ahli.

Definisi ekonomi politik menurut Balam merupakan suatu disiplin intelektual yang mengkaji hubungan antara ekonomi dan politik. Menurut P. Todaro, ekonomi politik mmbahas tentan hubungan politik dan ekonomi dalam tekanan pada peran kekuasaan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Baca : Teori Teori Pertumbuhan Ekonomi

Pakar lainnya juga menggunakan istilah “ekonomi politik” untuk merujuk kepada masalah masalah yang dihasilkan oleh interaksi kegiatan politik dan ekonomi. Dengan demikian ekonomi politik menjelaskan serta mengungkapkan hukum hukum produksi kekayaan di tingkat negara negara di dunia.

2. Ekonomi politik secara umum.

Biasanya ketika berbicara atau membahas tentang ekonomi maka ingatan kita akan langsung tertuju kepada kata yang tidak terlepas dari unsur unsur produksi, konsumsi, distribusi, investasi, impor dan ekspor. Yang tentu akan berbeda ketika bahas politik, istilah kata yang akan ditemukan seperti ideologi, negara, kelompok, pemerintah dan lain lain.

Kemudian dengan seiringnya perkembangan dunia, kajian kajian mengenai ekonomi politik pun semakin menyebar luas. Dengan sengaja ataupun tidak, kedua kata yang secara empiris maupun istilah berbeda tersebut, dipadukan menjadi satu kalimat yaitu “ekonomi politik”.

Sehingga dari kata itulah muncul kajian baru yang berkaitan dengan kegiatan kegiatan maupun keputusan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan serta kepentingan dari masyarakat yang sesuai dengan tujuan dan ideologi negara yang berkaitan.

Ungkapan Economic Politique yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris yaitu sebagai ekonomi politik, yang pertama kali muncul di negara Perancis pada tahun 1615 dengan buku yang terkenal pada saat itu oleh Antoine Montchrétien de: Traité de l’Economie Politique.

Physiocrats Prancis, Adam Smith, David Ricardo dan filsuf asal Jerman, serta sosial teori Karl Marx dari beberapa eksponen ekonomi politik. Pada tahun 1805, Thomas Malthius menjadi profesor ekonomi politik pertama inggris, di East India Company College, Haileybury, Hertfordshire.

Siapa Orang Yang Pertama Kali Membahas Ekonomi Politik ?

Guru yang pertama di dunia dalam membahas ekonomi politik didirikan pada tahun 1763 di Universitas Wina, Austria. Joseph von Sonnenfels adalah seorang profesor tetap yang pertama kali.

Di Amerika Serikat, ekonomi politik pertama kali diajar di College of William dan Mary, pada tahun 1784 Adam Smith dengan bukunya “The Wealth of Nations”, yang dibutuhkan pada saat itu.

Ekonomi dan politik yang berkolaborasi satu sama lain. Kemudian kedua istilah ini menunjukkan betapa eratnya keterkaitan dalam faktor faktor produksi, keuangan maupun perdagangan dengan kebijakan pemerintah seperti  dibidang fiskal, komersial dan dibidang moneter.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, sebenarnya terdapat motif dari ekonomi politik sendiri. Yaitu bahwa dalam kegiatan ekonomi akan selalu ada yang namannya motif politic yang tidak bisa kita pungkiri. Begitupun dalam kegiatan politik yang tidak jarang terselip secara jelas motif ekonomi ini.

Contoh : Ekspor dari Cina ke Amerika dikaitkan dengan adanya kepentingan politik, seperti bila terjadi pelanggaran HAM maka serta merta Amerika Serikat mengancam akan meninjau kembali kebijakan perdagangannya dengan Cina tersebut.

Baca : Budaya Politik Menuju Masyarakat Madani

Indonesia ketika dianggap tidak mengendalikan keamanan di daerah Timor Timur pasca jajak pendapat. IMF langsung bertindak untuk menghentikan perundingan pemberian bantuan.

Dilihat dari pendekatannya, ekonomi memiiliki suatu sifat yang sangat sangat kental untuk memberikan pandangan bahwa ekonomi dan politik merupakan satu hal yang berbeda. Ini berangkat dari pemikiran yang bahwasanya pasar dapat memperbaiki sendiri bila ada kegagalan ataupun kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pasar itu sendiri.

Pandangan ini menegaskan bahwa ekonomi harus berdiri diluar willayahnya politik karena efektif atau tidaknya sebuah pasar itu diluar dari campur tangannya pemerintah. Hal ini merupakan ciri khasnya pemikiran kaum klasik.

Namun bila dari sudut pandang yang berbeda bahwa ekonomi adalah perekonomian maka ekonomi pasti membutuhkan kerangka politik dan instrument hukum di dalamnya. Dengan kata lain akan terlihat adanya keterkaitan secara langsung maupun secara tidak langsung sebuah perilaku pelaku pasar dalam ekonomi, ekonomi harus mempunyai hal hal yang erat kaitannya dengan politik.

Hal itu tampak baik dalam bentuknya sebagai sistem, budaya, kerangka teori, intrumen, maupun lembaga kepentingan dan sebagainya.

Keterkaitan ekonomi dan politik sudah nampak jelas karena ekonomi dan politik di dunia modern kedepannya hampir tidak akan ada batasan-batasan yang kokoh untuk menyekat satu sama lainnya.

Pandangan Islam Terhadap Ekonomi

Pemenuhan akan kebutuhan hidup masyarakat harus menyentuh semua lapisan lapisan masyarakat baik itu kebutuhan primer, sekunder maupun tersier yang sesuai dengan kemampuan tiap individunya.

Dalam hal ini pun Islam mengajarkan bagaimana barang barang ekonomi bisa diperoleh secara cukup dalam memenuhi setiap kebutuhan masyarakat. Untuk itulah islam menunjukkan betapa pentingnya seseorang untuk dapat kerja mencari rezeki.

Baca : Deklarasi Tentang HAM Dalam Islam

Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist yang menjelaskan bahwa pentingnya seseorang harus bekerja. Dalam suatu kejadian Rosulullah S.A.W menyalami tangan Sa’ad bin Mua’adz yang di rasakannya kasar. kemudian ia ditanya Rosulullah lalu Sa’ad menjawab bahwa dia selalu bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dengan mengayunkan kapak.

Kemudian rasulullah S.A.W menciumi tangan Sa’ad seraya berkata bahwa “Iniliah dua telapak tangan yang sangat disukai oleh Allah S.W.T.” Dan Rasulullah juga bersabda “Tidaklah seseorang mukmin makan sesuap saja yang lebih baik, selain ia makan dari hasil kerja tangannya sendiri.”

Pandangan Islam terhadap masalah kekayaan berbeda pula dengan pandangan Islam terhadap masalah dalam pemanfaatan kekayaan. Menurut Islam, sarana prasarana yang memberikan kegunaan (utility) merupakan masalah tersendiri, sedangkan perolehan kegunaan (utility) adalah masalah lain.

Karena itulah kekayaan maupun tenaga manusia, dua-duanya merupakan sarana yang bisa memberikan fungsi atau manfaat. Sehingga kedudukan keduanya dalam pandangan Islam, baik itu dari segi keberadaan dan produksinya berbeda dengan kedudukan pemanfaatan maupun tata cara perolehannya.

Karena itu, Islam harus ikut campur tangan dalam masalah mengenai pemanfaatan kekayaan dengan cara yang jelas. Islam mengharamkan beberapa pemanfaatan harta kekayaan, misalnya seperti khamer dan bangkai.

Sebagaimana Islam juga mengharamkan pemanfaatan tenaga dari manusia, seperti halnya dansa, (tari-tarian) dan pelacuran. Islam juga mengharamkan menjual harta kekayaan yang haram untuk di konsumsi atau dimakan.

Ini dari segi pemanfaatan harta kekayaan serta pemanfaatan tenaga manusia. Sedangkan dilihat dari segi tata cara perolehannya. Islam mensyariatkan hukum tertentu dalam rangka memperoleh kekayaan, seperti halnya hukum berburu, menghidupkan tanah yang mati, dan hukum kontrak jasa, serta hukum waris, hibbah, maupun wasiat.

Oleh sebab itu, Islam telah memberikan pandangannya (konsep) yang sangat jelas tentang sistem ekonomi. Selain itu pula Islam jga menjadikan pemanfaatan kekayaan yang dibahas dalam ekonomi. Sementara itu secara mutlak Islam tidak menyinggung masalah bagaiamana caranya memproduksi kekayaan serta faktor produk yang bisa menghasilkan kekayaan itu.

Politik Ekonomi Islam

Negara mengintervensikan setiap aktifitas ekonomi untuk menjamin adaptasi hukum islam yang dikaitkan dengan aktifitas ekonomi masyarakat secara luas. Negara dipandang untuk ikut serta dalam ekonomi islam yang dimana untuk menyelaraskan setiap dalil-dalil yang ada di dalam nash.

Disamping itu pula Negara dituntut untuk membuat aturan aturan yang belum ada di dalam nash Al Quran. Sehingga tidak adanya istilah kekosongan hukum. Landasan kebijakan pembangunan ekonomi diantaranya sbb: tauhid, keadilan dan keberlanjutan.

Selain itu kebijakan ekonomi menurut pandangan Islam harus ditopang dalam empat hal, diantaranya yaitu: Tanggung jawab sosial, etos kerja yang tinggi, pengakuan multi ownership, dan kebebasan ekonomi yang terbatas oleh syari’ah.

Pilar-pilar pembangunan politik ekonomi Islam sangat indah yaitu: menghidupkan faktor manusianya, pengurangan pemusattan kekayaan, restrukturisasi ekonomi publik, restruktturisasi keuangan, serta perubahan struktural.

Secara terminologis politik ekonomi adalah suatu tujuan yang akan digapai dalam kaidah-kaidah hukum yang diberlakukan untuk berlakunya suatu mekanisme pengaturan kehidupan bermasyarakat.

Baca : Pendidikan Agama dan Pendidikan Berkarakter

Sedangkan politik ekonomi Islam adalah suatu jaminan dalam tercapainya pemenuhan setiap kebutuhan pokok hidup (basic needs) tiap orang secara keseluruhan. Tanpa mengabaikan seseorang yang dapat memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya sebagai individu yang hidup ditengah masyarakat.

Dalam hal ini pula politik ekonomi Islam tidak hanya berupaya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam suatu negara. Dengan mengabaikan setiap kemungkinan ada tidaknya kebutuhan hidup tiap individu.

Politik ekonomi Islam tidak hanya memegang peran yang bertujuan untuk mengupayakan kemakmuran setiap individu semata.

Sistem politik ekonomi Islam merupakan seperangkat instrumen yang dapat mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmoniss. Namun cita-cita ini sangat sulit sekali untuk diwujudkan mengingat tingginya kekuatan raksasa dari ideologi sekuler.

Melalui berbagai strategi seperti pendidikan, ekonomi, kebudayaan, kependudukan, politik dll. Beberapa strategi yang diterapkan oleh imperialis modern dalam menghalangi berkembangnya sistem kehidupan Islam.

Islam memandang setiap orang sebagai manusia yang harus dipenuhi setiap kebutuhan primernya secara menyeluruh. Islam memandang dengan kapasitas pribadinya untuk memenuhi setiap kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai dengan kemampuannya.

Islam mendorong manusia untuk bekerja, mencari rezki dan berusaha. Bahkan Islam pun telah menjadikan hukum mencari rezeki tersebut adalah fardhu.

Allah SWT Berfirman:
“Maka, berjalanlah di segala penjurunya, lalu makanlah sebagian rezeki-Nya.”
(QS. Al-Mulk: 15).”

Nah, itulah penjelasan dari artikel politik ekonomi islam. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan yang sebesar besarnya dari para pengunjung tetap belapendidikan.com untuk mengembangkan artikel ini lebih lanjut. Wassalamualaikum Wr.Wb

Tags: ,

2 Comments

  1. Mildaini

    penting banget belajar dunia islam seperti ini

  2. mohammed salah

    politik mempunyai kepentingan terhadap ekonomi, makanya para pejabat senang banget kalo urusan duit, soalnya ada kepentingan didalamnya

About

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.