Revolusi Mental di Era Revolusi Industri 4,0

oleh -166 views
revolusi mental di era revolusi industri 4,0
revolusi mental di era revolusi industri 4,0

Web portal pendidikan – Selamat siang sobat belapendidikan. Kiriman artikel hari ini yaitu dengan judul revolusi mental di era revolusi industri. Untuk lebih lengkap dapat kita ulas dalam artikel berikut ini.

Revolusi Mental di Era Revolusi Industri

Dunia saat ini sudah memasuki era Revolusi industri 4,0, dimana teknolgi berkembang secara pesat. Dan kebutuhan masyarakat dengan mudah dapat tercukupi dengan mudah dengan melalui teknologi yang ada.

Revolusi industri 4,0 merupakan lanjutan dari revolusi industri 3,0. Dimana dalam revolusi industri 3,0 dengan adanya penggunan komputer, sedangkan revolusi industri 4,0 yaitu adanya era digital, dan perkembangan internet yang semakin pesat termasuk negara Indonesia.

Dengan adanya revolusi industri 4,0 manusia dituntut untuk dapat beradaptasi dengan globalisasi yang ada. Dan revolusi mental perlu dilakukan, karena kualitas sumber daya manusia sangat berpengaruh dalam menghadapi revolusi industri 4,0.

Tujuan utama dari adanya revolusi mental bagi suatu negara yaitu agar dapat beradaptasi dan diterima diseluruh penjuru negeri. Keberhasilan dalam revolusi industrimental akan menciptakan bangsa yang maju dan dapat bersaing di era globalisasi.

Bagaimana Tingkat Revolusi Industri 4,0 di Indonesia ?

Di indonesia sendiri, tingkat kecerdasan masyarakat masih tergolong rendah. Tingginya ketergantungan masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet memicu lunturnya kebudayaan Indonesia.

Di revolusi industri 4,0 masyarakat harus berkembang diera digital saat ini, dan bukan masyarakat yang menjadi korban dari teknologi. Masyarakat indonesia harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.

Menteri Pembangunan Manusia dan kebudayaan, Puan Maharani mengungkapkan 3 pentingnya revolusi mental di Indonesia yaitu :

  • Karena bangsa ini sudah terlalu lama membiarkan praktik-praktik dalam berbangsa dan bernegara dilakukan dengan cara tidak jujur, tidak memegang etika dan moral, serta tidak dapat diandalakan dan tidak dapat dipercaya.
  • Dalam bidang perekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negara lain, karena kehilangan etos kerja, daya saing, semnagat mandiri, kreativitas, dan semangat iovatif.
  • Sebagai bangsa, indonesia mengalami krisis indentitas

Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 20% anak-anak dan remaja mengalami gangguan mental. Dan lebih dari 800.000 orang setiap tahun mengalami bunuh diri.

Di indonesia sendiri 6% orang dewasa mengalami gangguan mental berupa kecemasan berlebihan dan depresi parah. Dan penderita gangguan mental di Indonesia mayoritas mendapatkan perlakuan diskriminatif dan tidak manusiawi.

Menurut saya di zaman sekarang ini masyarakat Indonesia harus lebih peka dan aware terhadap mental health karena hal itu berdampak terhadap perekonomian sebuah negara.

Di indonesia sendiri topik tentang “Kesehatan Mental” masih menjadi topik yang kurang diminati bahkan terasingkan. Secara global Indonesia berada di urutan ke 4 dalam daftar negara dengan tingkat depresi paling tinggi, dan urutan ke 6 untuk hal tentang gangguan mental.

Revolusi mental di Indonesia sendiri merupakan gerakan perubahan masyarakat baik pemerintah maupun masyarakat dengan mengubah cara pandang, sikap, dan perilaku yang sesuai dengan ideologi negara.

Baca Juga : Pembaruan Mental Sistematis di Dunia Pendidikan

Kesehatan mental di Indonesia masih terganjal oleh stigma negarif masyarakat. Karena dengan stigma tersebut, banyak orang yang enggan mencari pertolongan.

Dengan adanya pelatihan atau sosialisasi tentang kesehatan mental masyarakat maka masyarakat akan lebih aware dan lebih paham akan pentingnya kesehatan mental.

Indonesia perlu sistem yang lebih komprehensif agar manusia lebih paham tentang kesehatan mental, salah satunya dengan meningkatkan sistem layanan yang lebih merata dan berkualitas, dan memperbaiki sistem kesehata jiwa diseluruh area di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh Halimah kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.

19 thoughts on “Revolusi Mental di Era Revolusi Industri 4,0

  1. GImana Indonesia bisa cepat mengadopsi industri 4.0 kalau Indonesia aja juara #4 dalam depresi? Kalau di sekitar saya, memang ada cukup banyak teman yang sudah mengarah ke depresi. Hal ini beda dengan yang biasa sambat di Twitter tetapi tetap have fun lho ya 🙂

    Sedihnya, kebanyakan mereka justru disalahkan ketika “spill the tea” tentang depresi mereka. Ada yang dibilang lebay lah. Ada yang dibilang kurang dekat sama Tuhan lah. Ada yang dibilang manja lah. Sedih banget gak sih kak?

  2. Iya sih, di Indonesia sendiri sudah memesuki industri 4.0. Tapi di Indonesia sendiri masih banyak orang yang gaptek akan teknologi. Karena harus kita akui, bahwa Negara kita baru berjalan ke fase perkembangan, jika fase tersebut sudah dapat ditingkatkan, kemajuan indrustri 4.0 akan berangsur meningkat maju.

  3. Dibahas donk kak jenis-jenis anxiety nya.
    Misalnya menjadi rendah diri setelah melihat update status orang yg dinilai berprestasi atau merasa ketergantungan dengan socmed, dll

  4. Semakin berat ya tantangan menuju revolusi 4.0 apalagi berhubungan dengan sumber daya manusia. Kaget juga dengan data bahwa 6% warga dewasa Indonesia mengalami depresi, semoga tidak meningkat seperti Korea.

  5. Baru² aja ada rilis terbaru dr PISA 2018 kan Mas.. bhw negara +62 yg kita cintai bersama ini, rangkingnya msh melorot jauh di bawah utk urusan membaca, matematika dan sains, huhuu.. org lain sudah sibuk memperkaya softskill, kita blm beres di literasi.

  6. Revolusi industri..dan Indonesia sudah mempersiapkannya. Kalau Gen X dan Y sih siap bgt, namun generasi Baby boomers tuh yg belom siap hihihiih

  7. Revolusi mental ini PR abadi semua presiden Indonesia, baik yg sekarang maupun yg akan datang. Hehehe. Beda generasi, beda pula pendekatan dan penanganannya.

  8. Sepakat….”Dengan adanya revolusi industri 4,0 manusia dituntut untuk dapat beradaptasi dengan globalisasi yang ada.” Tapi terkadang pemahaman kita tentang RI4.0 tidak sama ada yang sepakat ada juga yg antipati .. ya gitulah

  9. Wah saya baru tahu klo Indonesia jadi salah satu negara dengan tingkat depresi dan gangguan mental. Sedih. Kesadaran untuk mencari pertolongan profesional emang harus ditingkatkan banget, stigma kurang ibadah juga harus diluruskan

  10. Memang ngeri soal gangguan mental di era internet of things. Kupikir paling banyak juga di anxiety dissorder. Orang cenderunf ga bisa santuy gitu deh.

    Apalagi kayak instagram. Wah itu salah sdkit bs sakit jiwa

  11. Semua harus siap menghadapi segala perubahan yang terjadi mau tidak mau , suka tidak suka, jadi kita ga perlu kaku atau shock dalam menghadapi hal tersebut ikuti saja perubahan itu dengan positive thinking kan nambah ilmu baru juga dengan adanya perubahan2

  12. Wow, fakta soal mental health di Indonesia bikin prihatin deh mba. Dan sayangnya orang masi anggap kaya tabu dan malu untuk berobat atau konsul sama psikolog. Orang yang depresi, atau didiagnosa dengan anxiety sungkan utk konsul karena takut dianggap gila. Sedih sih 🙁

  13. Revolusi mental perlu untuk menyiapkan mental berkompetensi di dunia 4.O dan perlu kematangan jiwa dalam bersosialisasi di dunia Maya yg pasti kalau sdh pnya media sosial harus tahan banting ,siap di bully dan dapat mengabaikan anxiety disorder

  14. Masalah kesehatan mental itu harus jadi prioritas utama Indonesia sendiri karena masih banyak masyarakat yang alami gangguan mental oleh berbagai sebab, secara ekonomi dan sosial.
    Semoga pemerintah bisa lebih aware pada kesehatan mental rakyatnya dengan mengadakan program yang mengedukatif.

  15. Waduh, tingkat depresi paling tinggi nomer 4, dan urutan ke 6 untuk hal tentang gangguan mental. Semoga segera ada perbaikan ya kak

  16. nah bagaimana bisa mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0 jika mental manusianya tidak sehat. Belum lagi kondisi masyarakatnya yang masih banyak kurangnya pengetahuan mengenai teknologi terkini.

  17. Revolusi Industri. 4.0 ini jadi tantangan tersendiri buat anak milenial
    Luar biasa ya pesatnya perkembangan teknologi
    Semoga kita segera beradaptasi dan bisa mengikutinya

  18. Seringkali merasa kasihan saat mengetahui orang terkena gangguan mental karena terlalu banyak memainkan gawai. Dan ini adalah ancaman sekaligus tanggung jawab kuta semua terutama orang tua kepada anak-anaknya agar mereka bisa terhindar dari penyakit tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *