Jurnaliscun – Meski berstatus tersangka korupsi dana hibah Pilgub Jatim 2013, tiga komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim, yakni SS, SU dan AP tidak ditahan dan tetap beraktifitas menjadi komisioner Bawaslu.

Alasan tidak ditahannya ketiga komisioner tersebut, menurut Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Moh Nurrahman, karena ketiganya tengah disibukkan dengan persiapan pilkada serentak 19 kabupaten dan kota yang akan digelar pada Desember mendatang.

“Tapi kita sudah berkomunikasi dengan Bawaslu RI, untuk segera menyiapkan pengganti ketiganya, jika sudah dilantik maka ketiganya akan langsung ditahan,” ujar Nurrahman, Selasa (2/6/2015).

Sehingga, lanjut Nurrahman, tidak ditahannya ketiga tersangka komisioner Bawaslu tersebut murni karena alasan kepentingan masyarakat yang lebih besar, yakni pilkada serentak 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur, bukan karena alasan lainnya.

“Meski tidak ditahan, tapi ketiga tersangka tersebut tetap kami cekal untuk bepergian ke luar kota,” Nurrahman menegaskan.

Dalam kasus korupsi dana hibah Pilgub Jati 2013 ini, selain menetapkan ketiga komisioner Bawaslu, Polda Jatim juga menetapkan tujuh tersangka lainnya yaitua dari rekanan Bawaslu, sekretaris Bawaslu Jatim AMR, dan bendahara Bawaslu Jatim GWS.

Polisi menyebut terdapat potensi kerugian negara dalam kasus tersebut senilai Rp 5,6 miliar. Polisi mendeteksi, banyak ditemukan kejanggalan dalam penggunaan dana hibah seperti pengadaan barang fiktif, penggelembungan dana anggaran kegiatan, serta dana sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) yang tidak dikembalikan ke kas negara.

Mas Hafiz
Seorang blogger amatir yang hobinya nulis, tidak terikat instansi apapun. Jika kamu mempunyai hobi yang sama, mari kita bangun situs ini lebih baik. Mencerdaskan seluruh pembaca adalah niat dan tujuan situs ini berdiri.