Solusi Pembiayaan Petani dan Pemberdayaan Gapoktan
Solusi Pembiayaan Petani dan Pemberdayaan Gapoktan

Web portal pendidikan РSelamat pagi sob, ketemu lagi dengan saya, pagi hari ini admin akan membagikan artikel milik pak syafrial yang berjudul Solusi Pembiayaan Petani dan Pemberdayaan Gapoktan. Untuk lebih jelasnya silahkan kalian simak dalam artikel kali ini.

Lemahnya permodalan masih menjadi salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku usaha pertanian. Kemampuan petani dalam mengakses sumber sumber pembiayaan sangat terbatas karena lembaga keuangan perbankan maupun non perbankan menerapkan prinsip 5 C.

5C yang dimaksud adalah (character, collateral, capacity, capital, dan condition) dalam menilai usaha pertanian dimana tidak semua persyaratan yang diminta dapat dipenuhi oleh petani.

Keadaan ini antara lain disebabkan secara umum usaha di sektor pertanian masih dianggap beresiko tinggi. Untuk mengatasi hal itu pemerintah melalui kementerian pertanian mulai tahun 2008 meluncurkan program pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP).

Titik Fokus dari kegiatan yang dilakukan PUAP adalah cara dan upaya untuk mempercepat pengembangan usaha ekonomi yang produktif dan diharapkan para petani di pedesaan mampu sesuai dengan potensi di wilayah setempat.

Program PUAP juga merupakan suatu bentuk dari fasilitas bantuan modal usaha bagi para petani, baik itu petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani sendiri yang di kordinasikan oleh gabungan dari kelompok tani (GAPOKTAN).

Setiap Gapoktan PUAP mendapat bantuan dana bergulir sebesar Rp. 100.000.000,- yang dapat dimanfaatkan oleh anggotanya untuk membiayai kegiatan usaha tani baik usaha budidaya, tanaman pangan, holtikultura, peternakan dan perkebunan maupun usaha non budidaya.

Usaha industri rumah tangga pertanian meliputi pemasaran hasil pertanian sekala mikro bakulan dan usaha lain berbasis pertanian.

Program PUAP dapat dilaksanakan dan dijalankan melalui pendekatan pendekatan dan strategi yang tepat, yaitu (1) memberikan bantuan stimulus berupa modal usaha kepada para petani untuk membiayai usaha ekonomi produktif. (2) petani atau buruh tani mendapat manfaat dari program PUAP tersebut dan mengembalikan dana simulasi Gapoktan tersebut sehingga dapat digulirkan oleh Gapoktan melalui usaha simpan pinjam.

(3) dana simulasi modal usaha yang sudah ada digulirkan melalui pola pola simpan pinjam dan selanjutnya diharapkan dapat ditumbuhkan menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A).

1 KOMENTAR

  1. artikel ini sangat menarik buat di baca mas, itu ngomong ngomong penulis nya punya kontak yang akurat ga min ? mau saya tanya tanya, siapa tau bisa membantu saya menjalankan pemberdayaan

LEAVE A REPLY