Strategi Pendidikan Karakter di Era Distribusi – Kiriman artikel hari ini berkaitan dengan pendidikan karakter yang pernah kita bahas sebelumnya, namun judul yang dikirimkan oleh Khafizah melihat dari sudut strategi yang ingin dilakukan. Bagaimana kelanjutan opini nya ? Yuk kita ulas artikelnya dibawah ini.

Strategi Pendidikan Karakter Di Era Distribusi


Pada era ini kita ketahui bahwa banyak dari masyarakat atau bahkan para pendidik melalaikan pendidikan karakter, pendididkan karakter seharusnya dilakukan dari sejak dini agar terbiasa ketika besarnya kelak.

Strategi pendidikan karakter juga harus dimulai dari rumah karena rumah adalah sekolah yang paling dasar bagi seorang anak kemudian para pendidik di sekolah juga sangat berperan penting dalam membantu orang tua mempermudah pembangunan karakter anak.

Baca juga :

Lingkungan masyarakat juga berpengaruh besar dalam membentuk kerakter jika lingkungannya baik maka insyaa Allah baik pula perangai atau watak anak tersebut, begitu pula sebaliknya jika buruk lingkungannya maka karakter yang kita bentuk dari rumah akan sangat terpengaruhi atau dapat mengubah cara berfikir anak sehingga lama kelamaan wataknya akan berubah, oleh sebab itu sebagai pendidik harus lebih memperhatikan lingkungannya.

Dapat kita contoh dari negara Jepang bahwa pendidikan pertama selama 3 tahun merupakan pengembangan karakter bukan memacu pada akademik dan nilai saja.

3 Cara Untuk Membentuk Karakter Anak Di Era Distribusi


Ada banyak cara untuk membentuk karakter anak seperti melakukan pengenalan, penerapan, dan habit atau kebiasaan.

1. Pengenalan

Pada pengenalan ini kita sebagai pendidik memeperkenalkan atau mencontohkan bagaimana bersikap dalam kehidupan seharai-hari, bahkan bukan sekedar interaksi dengan manusia melainkan dengan alam dan hewan.

Terkadang tanpa kita sadari ketika kita berinteraksi dengan masyarakat atau hewan sekalipun anak-anak akan meperhatikan dan mencontoh sikap kita, oleh sebab itu kita hendaklah memperhatikan bagaimana kita berinteraksi, maka dari itu bukan hanya sekedar anak sajalah yang membentuk karakter sebenarnya kita juga harus memperbaiki karakter kita untuk memudahkan membentuk karakter anak.

2. Penerapan

Setelah menncontohkan maka dengan sendirinya anak akan memulai meniru atau menerapkan apa yang sudah di ajarkan namun tetap saja kita harus melatih mereka untuk menerapkan apa yang sudah kita ajari supaya apa yang sudah di bentuk tidak akan memudar seiring berjalannya usia anak.

Karena di era ini sangat banyak anak yang terpengaruh dengan teman-temannya dan banyak yang mengolok-olok atau bahkan mengucilkan anak-anak yang memeiliki karakter yang baik, dan tidak sedikit anak-anak yang seperti ini dijadikan bahan bullyan karena dianggap anak cupu. Sebagai pendidik walaupun sudah merasa berhasil membangun karakter anak harus tetap mendampingi mereka dan selalu memantau perkembangannya.

3. Habit

Setelah melakukan pengenalan dan penerapan maka anak akan dengan sendirinya akan menjadikannya habit atau kebiasaan dan terbentuklah karakter yang baik.

Kesimpulan :

Menurut penulis, jika kita sudah mampu menerapkan 3 cara diatas maka bukan tidak mungkin strategi pendidikan karakter yang kita buat akan berhasil dengan sendirinya.

Artikel ditulis oleh Khafizah Istarani
Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMa) Yogyakarta
Email pengirim : khafizah istarani
Judul artikel : Strategi Pendidikan Karakter di Era Distribusi

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami [email protected]

Mas Hafiz
Bukan penulis profesional namun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pembacanya. Mencerdaskan generasi milenial adalah tujuan situs ini berdiri. 800 Penulis sudah gabung disini, kamu kapan ? Ayo daftarkan dirimu melalui laman resmi belapendidikan.com