Telusuri Terlebih Dahulu Sebelum Menyebarkan Hoax

oleh -91 views
Telusuri terlebih dahulu sebelum menyebarkan hoax
Telusuri terlebih dahulu sebelum menyebarkan hoax

Web portal pendidikan – Selamat sore sobat belapendidikan, kali ini kita akan bahas mengenai penyebaran hoax, sebelum kita menyebarkan berita apapun baik itu fakta ataupun hoax alangkah baiknya kita telusuri terlebih dahulu, agar tidak terjadi hal yang dapat membuat keributan kedepannya. Berikut ulasannya sebagai berikut.

Telusuri Terlebih Dahulu Sebelum Menyebarkan Hoax


Ada beberapa arti kata Hoax  dalam  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu :

  1. Hoax adalah kata yang berarti ketidak benaran suatu informasi.
  2. Hoax adalah berita bohong,
  3. Hoax adalah berita bohong, tidak bersumber.

Banyak sumber yang menyebutkan bahwa kata hoax pertama kali digunakan oleh orang-orang Amerika Serikat yang mengacu pada sebuah film yang berjudul “The Hoax” pada tahun 2006 yang di  sutradarai oleh Lasse Hallstrom.

Film ini dinilai mengandung banyak kebohongan, sejak saat itulah istilah hoax muncul setiap kali ada sebuah pemberitaan palsu atau sebuah informasi yang belum tentu ke valid an nya.

Sedangkan menurut Robert Nares, kata hoax muncul pada abad ke 18 yang merupakan kata lain dari kata hocus yakni permainan sulap.

Arti Kata Hoax Berasal Dari Mana ?


Penyeberan hoax sudah berawal dari zaman dahulu. Berbagai macam hoax seperti makanan, kesehatan, politik dan banyak hal, bahkan bencana alam pun bisa dijadikan hoax.

Pembuat hoax beraasal dari berbagai kalangan seperti anak remaja, dewasa bahkan orang tua pun bisa membuat hoax. Ada yang berasal dari orang biasa, artis politikus, dll. Ada 800 ribu situs penyebar hoax di Indonesia.

Orang yang menyebarkan hoax mempunyai kesenangan tersendiri seperti mencari sensasi di kalangan masyarakat,mencari popularitas,ingin lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dan untuk menikmati kesenangan dalam kebohongan yang diciptakan tentunya dengan memanfaat kan teknologi yang serba canggih ini.

Berdasarkan survey, 65% warga Indonesia gampang percaya hoax. Itu termasuk yang tertinggi di dunia. Kemkominfo menyatakan kalau ternyata sebagaian besar pengguna internet di Indonesia mudah percaya informasi palsu di dunia maya.

Padahal Indonesia termasuk Negara dengan pengguna internet terbanyak di dunia. Tapi ternyata fakta ini tidak selaras dengan kemampuan mereka menggunakan internet dengan bijak.

Sebuah riset mengatakan kalau Indonesia berada di peringkat 7 dunia sebagai Negara yang paling mudah percaya hoax. Fakta ini disampaikan langsung oleh kemkominfo.

Diwartakan liputan6, Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan,mengatakan dari sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia, 65% nya mudah terhasut hoax.

Semuel merujuk pada datadari Centre for International Governance Innovation (CIGI) IPSOS 2017. Sebagai perbandingan, warga Negara maju seperti Amerika Serikat ternyata masih banyak juga yang percaya hoax, jumlahnya 53% dari seluruh pengguna internet di sana. Kalau Perancis presentasenya sekitar 43%, sedangkan Jepang lebih rendah lagi, yakni hanya sekitar 32%.

Contoh penyebaran hoax di salah satu sosial media
Contoh penyebaran hoax di salah satu sosial media

Banyak hal yang bisa dijadikan bukti kalau orang Indonesia memang mudah diperdaya, salah satunya unggahan di facebook yang sampai mendapat komentar ratusan ribu ini.

Satu kata bisa mengubah arti, itu yang tercermin dalam sebuah hoax yang tersebar di media social. Seseorang mengambil berita salah satu media online yaitu kompas.com dan mengganti satu kata dalam judul sehingga membuat artinya menjadi lain. Bandingkan.

  1. ASLI – Ahk (inisial). Kamu kira kami BOHONG bangun masjid dan naikkan haji marbut?
  2. PALSU –  Ahk.           Kamu kira kami NIAT bangun masjid dan naikkan haji marbut?

Telah jelas sebuah berita hoax dapat menggiring opini dan pemikiran public, bayangkan saja dengan mengganti satu kata dalam sebuah judul berita yang benar dapat membuat pengertian menjadi sangat berlawanan dan menimbulkan kesalahpahaman, tetapi itu lah potret nyata yang terjadi di Indonesia saat ini.

Menurut David Harley dalam buku Common Hoaxes and Chain Letters(2008), ada beberapa aturan praktis yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi hoax secara umum.


Pertama, informasi hoax biasanya memiliki karakteristik surat berantai dengan menyertakan kalimat seperti “Sebarkan ini ke semua orang yang Anda tahu, jika tidak, sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi”.

Kedua, informasi hoax biasanya tidak menyertakan tanggal kejadian atau tidak memiliki tanggal yang realistis atau bisa diverifikasi, misalnya “kemarin” atau “dikeluarkan oleh…” pernyataan-pernyataan yang tidak menunjukkan sebuah kejelasan.

Kemudian yang ketiga, informasi hoax biasanya tidak memiliki tanggal kadaluwarsa pada peringatan informasi, meskipun sebenarnya kehadiran tanggal tersebut juga tidak akan membuktikan apa-apa, tetapi dapat menimbulkan efek keresahan yang berkepanjangan.

Keempat, tidak ada organisasi yang dapat diidentifikasi yang dikutip sebagai sumber informasi atau menyertakan organisasi tetapi biasanya tidak terkait dengan informasi.


Siapapun bisa mengatakan: “Saya mendengarnya dari seseorang yang bekerja di Microsoft” (atau perusahaan terkenal lainnya).

Ciri-ciri informasi hoax dan email berantai yang dikemukakan Harley sesuai dengan tiga informasi hoax yang disebarkan mahasiswa nya di dalam grup Whatsapp masing-masing, yaitu memuat kalimat yang mengajak untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya, tidak mencantumkan tanggal dan deadline, tidak mencantumkan sumber yang valid dan memakai nama dua perusahaan besar.

Meskipun dalam informasi yang memuat tanggal pembuatan/penyebaran dan tanggal kadaluarsa informasi juga terkadang tidak dapat membuktikan bahwa informasi tersebut bukan hoax, keempat ciri-ciri ini setidaknya dapat membantu kita dalam memfokuskan pemikiran kita ketika berhadapan dengan sebuah informasi.

Menurut sobat belapendidikan, hal apa yang harus dilakukan sebelum memastikan apakah berita itu benar atau hoax ? Berikan tanggapannya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah.

Kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, atau bisa lewat email kami redaksi@belapendidikan.com

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Seorang blogger amatir yang hobinya nulis, tidak terikat instansi apapun. Jika kamu mempunyai hobi yang sama, mari kita bangun situs ini lebih baik. Mencerdaskan seluruh pembaca adalah niat dan tujuan situs ini berdiri.

18 thoughts on “Telusuri Terlebih Dahulu Sebelum Menyebarkan Hoax

  1. Sebelum menyebar berita yang belum jelas, biasanya saya searching dulu di Google. Entah judul beritanya maupun konten yang ada disitu. Biasanya kalo hoax pasti muncul klarifikasinya dari hoax buster, sekoci, dll.

    1. sama. sebab namanya era digital pasti penyebaran berita sangat cepat dan belum tentu benar kan. drpd salah tangkap lebih baik cari tahu sendiri

  2. Banyaknya pemberitaan yg tidak sesuai fakta dapat berakibat buruk bagi masyarakat. Sayangnya pengonsumsi berita langsung percaya dgn berita hoaxs, tanpa ditelusuri dulu asal berita dan realita di lapangan yg sebenarnya

  3. Sebelum share tulisan di sosmed harusnya dipikirkan dulu karena kadang begitu mudah ditelan mentah-mentah oleh orang lain.

    Hoax – bohong – dosa. Mau-maunya memanen dosa tiap ada orang yang baca berita hoax dari kita.

  4. Biasanya saya cek ke media mainstream untuk memastikan berita ini valid atau tidak. Media mainstream yang jadi rujukan pastinya media nasional offline tepercaya alias koran & majalah fisik.

  5. Bahaya nya berita hoax itu bisa menggiring banyak orang untuk melakukan sesuatu yang salah. Bahkan di Amerika hoax bisa mengalihkan mayoritas untuk memilih kandidat presiden tertentu. Harus lebih hati2 lagi nih sama hoax. Sekarang pada pinter2 bikin hoax.

  6. Ini dia kak…saat ini makin marak penyebaran hoax karena belum ada sangsi hukum yg tegas dan jelas.. orang banyak yg mengambil kesempatan dalam kesempitan

  7. Hoax banyak beraeliweran di grup whatsapp keluarga. Giliran sendernya diingetin kalau itu berita hoax malah dia ngegass dong 😔

    Hoax yg populer baru2 ini adalah tentang virus Corona yg dikait2kan dengan huruf2 Hijaiyah di Iqro. Sungguh cocoklogi yang fantastis.

  8. Sedih banget kalau udah ada yang hoax masalah bencana alam. Tapi hoax yang lain juga menyedihkan dan mengerikan sih. Terus orang-orang di sekitar dengan mudahnya menyebarkan ulang. Paling sebel kalau udah dapet WA, tolong sebarkan. Jangan berhenti di kamu, dan deretan kalimat lainnya. Bahkan sampai ada kayak doa jelek macem tertimpa musibah kalu gak menyebarkan. Emang harus rajin baca dan memilah milah informasi dimulai dari diri sendiri alias kesadaran masing-masing orangnya biar gak mudah sebar hoax. Dan tahu berita bohong tipe-tipenya itu seperti yang dituliskan di sini. Dan bagiku hoax terasa semakin merajalela setelah ada media sosial dan barisan sakit hati atas sesuatu gitu deh alias persaingan yang tidak sehat

  9. Iya betul. Barusan saja kami di Balikpapan mengadakan gathering MPR RI dan Netizen untuk antisipasi hoax.

  10. Aku suka baca dan cari sumbernya kalau ada berita di share di medsos. Berita di FB pun aku bacain tuh komen-komennya. Eh…ternyata nyelip di dalam komenan yg kasih tahu, bahwa beritanya hoax dan dikasih linknya. Suka engga kedetect nih komen yang nyelip di dalam komen orang lain.
    Trus orang cuma lihat gambar, engga baca caption, share aja…Makin meluas deh hoaxnya

  11. Nah iya bener arus informasi tak bertanggung jawab atau hoax ini bagai virus tak terlihat ya kak…blm klo di satu komunitas ada satu anggota yg gemar sebar hoax wah rame tak berkesudahan deh itu suasananya..tapi anehnya klo terbukti informasi itu ga bener cuek aja yg nyebarin hoax dan besok2 berulah lagi nyebarin hoax yg baru gitu aja terus…mungkin solusi nya pendekatan dengan literasi digital ya..mulai dari tingkat pendidikan formal sampai skala rumah tangga ..jadi sebelum sharing info coba saring info dengan cek kebenarannya kalo blm pasti ya jng disebar

  12. Iya Bener nie kak, teliti dulu kalau menerima kabar berita jangan langsung di share ,biasakan ubtuk mencari tau kebenaran info tersebut biar ga sesat dan salah persepsi ya kak.

  13. emang mesti banyak baca, banyak lihat referensi lain sebelum menelan informasi mentah-mentah.
    Udahlah beritanya hoax, dipercaya dan bela mati-matian kala ada yang mengingatkan, dan tipe orang kayak gini banyak lho

  14. Yg jelas berita hoax itu gak jelas 5W+1H nya. Banyak sekali akun-akun Facebook yang demen banget nyebarin berita hoax. Pada satu titik saya pernah deaktif FB saya saking malesnya melototin wall yg penuh berita hoax. Makin kesel karena yg nyebar itu kadang sarjana dan orang yg aslinya berpendidikan. Hahaha

  15. Siapapun bisa jadi penyebar hoax skrg

    Yg paling miris klo smpe media besar juga ikutan sebar hoax

    Kita mau percaya ke siapa lagiiiii

  16. sudah saatnya masyarakat bersikap bijak dalam share berbagai berita, terutama yang beredar di berbagai group whatsapp.. karna kadang berpotensi berita hoaks…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *