Teori Hak Kekayaan Intelektual

teori hak kekayaan intelektual

Web Portal Pendidikan – Selamat siang sob, kali ini kita akan bahas tentang teori hak kekayaan intelektual. Akan kami bahas pengertian dan ruang lingkup hak kekayaan intelektual, landasan teori, dan asas asas perlindungan hak kekayaan intelektual. Untuk lebih lengkap dapat kita simak dalam penjelasan berikut

Teori Hak Kekayaan

Pengertian dan Ruang Lingkup Hak Kekayaan Intelektual

Intellectual Property Rights (IPR) sudah dikenal sejak lama untuk melindungi hasil kreativitas manusia dan perdagangan. Pada awalnya berlaku pada merek dagang yang telah berlangsung sejak 3500 tahun yang lalu, ketika para perajin gerabah menjadikan suatu tanda tertentu dari hasil keahliannya tersebut.

Tidak ada pemahaman tunggal diseluruh dunia tentang IPR, meskipun banyak negara telah mengakui beberapa jenis IPR seperti paten, hak cipta, merek dagang, rahasia dagang, dan desain industri.

Perkembangan selanjutnya dipengaruhi perkembangan perdagangan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang memunculkan kreativitas baru dalam semua jenis IPR, misalnya musik, photografi, film, program komputer, dan inovasi teknologi baru.

Definisi IPR sudah banyak dikemukakan oleh para penulis, tetapi pada umumnya lebih banyak berisi paparan tentang jenis jenis IPR, seperti hak cipta, paten, merek dagang, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, dan varietas baru tanaman.

Beberapa istilah yang digunakan oleh para penulis dan akademisi Indonesia, antara lain Hak Milik Immateril (Mahadi), Hak Milik Intelektual (Muhammad Jumhana dan R. Djubaedillah, Sudargo Gautama), dan Hak Kekayaan Intelektual (Eddy Damian, Saidin, Insan Budi Maulana).

Berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan Perundang undangan RI Nomor. M.03.PR.07.10 Tahun 2000 dan persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara RI sesuai dengan surat Nomor 24/M/PAN/1/2000 secara resmi digunakan istilah Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Kepustakaan hukum Anglo Saxon dan TRIPs Agreement menggunakan istilah Intellectual Property Rights (IPR) yang diterjemahkan oleh Saidn menjadi hak kekayaan intelektual. Alasannya adalah bahwa kata hak milik sudah merupakan istilah baku dalam kepustakaan hukum.

Padahal tidak semua hak kekayaan intelektual itu adalah hak milik dalam arti sesungguhnya, karena bisa saja hanya merupakan hak untuk memperbanyak saja atau untuk menggunakannya dalam suatu produk tertentu saja.

Penulis lebih sependapat dengan Saidin, karena yang menjadi objek dari hak kekayaan intelektual adalah benda yang tidak berwujud tetapi berupa hak (benda inmaterial).

Pengertian dan Ruang Lingkup Hak Kekayaan Intelektual

Seseorang yang memiliki hak kekayaan intelektual tidak mudah diketahui secara langsung, dikarenakan seseorang tidak menguasai objeknya secara nyata. Sementara hak milik lebih ditujukan pada penguasaan suatu benda (objek) secara fisik dan nyata.

Kamus Hukum Ekonomi Elips menterjemahkan Intellectual Property sebagai kekayaan intelektual, yang berarti jenis karya cipta manusia yang dihasilkan atas dasar intelektualitas seseorang, sedangkan intelectual property right adalah hak hak atas benda tidak berwujud yang merupakan hasil karya dan pengetahuan manusia yang diberikan oleh pemerintah, misalnya hak cipta, hak paten dan hak merek.

Secara historis, perlindungan HKI terbagi menjadi tiga periode. Periode pertama, disebut periode teritorial yang ditandai dengan belum adanya perlindungan HKI secara internasional, masih terbatas dalam teritorial masing masing negara.

Hukum paten pertama kali ada di Venesia, Italia sekitar tahun 1474, di Inggris hukum paten diatur dalam Statute Of Monopolies, yang mengecualikan true and first inventor dari suatu metode produksi.

Periode kedua disebut periode internasional. Dimulai abad ke 19 yang lebih mengarah pada kerjasama internasional dalam bidang HKI, melalui perjanjian bilateral. Hal ini dimaksud untuk saling melindungi masing masing warga negaranya.

HKI semakin menjadi isu global ketika proses perundingan pembentukan WTO dilakukan dan berhasil di tandatangani pada tanggal 15 April 1994 di Marrakesh, Maroko. HKI menjadi salah satu kesepakatan yang tertuang dalam Annex 1C tentang Agreement on Trade Related Aspects Intellectual Property Rights, Including Trade in Counterfeit Goods.

Tujuan TRIPs Agreement adalah memberikan perlindungan dan penegakan hukum HKI untuk memacu invensi baru di bidang teknologi dan untuk memperlancar alih teknologi dan penyebaran teknologi. Dengan tetap memperhatikan kepentingan produsen dan pengguna pengetahuan mengenai teknologi dan untuk menunjang kesejahteraan sosial dan ekonomi serta keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Lanjutan Pengertian dan Ruang Lingkup Hak Kekayaan Intelektual

TRIPs Agreement menginginkan adanya keseragaman (standarisasi) pengaturan hukum HKI di seluruh dunia baik bagi negara maju, negara berkembang maupun negara kurang berkembang, dan ketentuan ketaatan secara penuh (Full compliance dn non reservation).

Konsekuensi bagi negara anggota adalah harus menyesuaikan peraturan perundang undangan HKI dengan bersandar pada tiga unsur yaitu.

  1. Berupa norma norma baru
  2. Berupa standar standar pengaturan yang lebih tinggi
  3. Penegakan hukum yang ketat

Ruang lingkup hak kekayaan intelektual (HKI) sangat luas, meliputi berbagai hak yang timbul dari hasil kreativitas kemampuan intelektualitas manusia. Secara garis besar, bidang HKI dikelompokkan menjadi dua, yaitu

  • Hak Cipta (copy right) yang terdiri dari hak cipta, hak yang berkaitan dengan hak cipta
  • Hak kekayaan perindustrian (Industrial Property right), terdiri dari paten, model dan rancangan bangun, desain industri, merek dagang, nama dagang, indikasi geografis, perlindungan varietas baru tanaman dan tata letak sirkuit terpadu.

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni, objek HKI terus berkembang. Apa yang saat ini belum menjadi objek HKI, di masa datang sangat mungkin merupakan objek hak kekayaan intelektual yang sangat penting.

Menurut Graham Dutfield, perkembangan HKI secara internasional memiliki tiga karakterisitik, yaitu

  1. The broadening of existing rights, misalnya perkembangan perlindungan program komputer (software) dalam hak cipta, micro organisme dan gen cloning pada paten.
  2. The creation of new rights, misalnya perlindungan varietas baru tanaman, desain tata letak sirkuit, dan performers rights
  3. The Progressive standardization of the basic features of IPR’s misalnya peningkatan jangka waktu perlindungan paten selama 20 tahun, dan ketentuan persyaratan paten.

Itulah penjelasan dari Pengertian dan ruang lingkup hak kekayaan intelektual. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari para pengunjung belapendidikan untuk membangun artikel ini agar lebih baik lagi.

Untuk next artikel akan kami jelaskan Landasan Teoritis Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.

Tags: ,

3 Comments

  1. JulaiMan

    Membuat hak paten sih biar gak di plagiati ide kita sama orang hehehe

  2. Stanley

    saya juga lebih benci orang yang melanggar hak cipta, mengkopy tanpa seijin yang punya .. bagus deh kalo hukum di indonesia lebih menghargai hasil karya orang lain..

  3. selvia dewi indah sari

    manusia pemalas itu yang suka mencuri hak cipta orang lain, bagaimana dia bisa menghargai karya orang lain dia sendiri aja ga menghargai ilmu yang dia punya

About

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.