Opini : Teroris Brutal Di New Zealand, Bukti Kemunafikan HAM

oleh -217 views
teroris brutal di new zealand bukti kemunafikan HAM
teroris brutal di new zealand bukti kemunafikan HAM

Web portal pendidikan – Siang hari ini kita kedatangan opini baru dari Mila Sari dengan judul teroris brutal di New Zealand, Bukti kemunafikan HAM. Untuk ulasannya dapat kita lihat sebagai berikut.

Teroris Brutal di New Zealand, Bukti Kemunafikan HAM

“Korban teroris terbesar adalah Umat Islam. Hakikatnya tak ada perang terhadap teroris, yang ada adalah perang menggunakan alasan teroris.” Kurang lebih begitulah pendapat John Pilger, seorang Jurnalis Australia yang mengungkapkan makna dari teroris menurut pandangannya.

Hal ini semakin diperkuat dengan fakta yang baru saja terjadi, serangan brutal yang menimpa Kaum Muslimin di New Zealand yang tengah menjalankan ibadah shalat Jum’at.

Korban tewas dalam penembakan brutal di dua Mesjid di Christchurch bertambah menjadi 49 orang bahkan ada yang mengungkapkan 50 orang. Kepolisian Selandia Baru menyebut penembakan brutal itu direncanakan dengan sangat matang.(detik.news)

Masih dilansir dari sumber yang sama, detik.news memberitakan bahwa, masih ada pihak yang menyalahkan korban penembakan yang terjadi secara brutal tersebut, sebut saja salah satunya Senator Australia Fraser Anning yang menyebutkan bahwa penembakan massal yang dilakukan Brenton Tarrant dan sejumlah pelaku lain itu menyoroti meningkatnya ketakutan atas bertambahnya keberadaan Muslim.

Kasus ini tentu semakin memperdalam luka di hati kaum Muslimin, tidak hanya di Selandia Baru tapi setiap Muslim yang ada di dunia. Tentu sebagai seorang muslim, kita mengecam tindakan brutal ini. Karena begitu berharganya jiwa dan darah kaum Muslimin, bahkan dalam Nash disebutkan runtuhnya Ka’bah lebih ringan di sisi Allah SWT ketimbang tumpahnya darah seorang Mukmin tanpa alasan yang Haq. Begitulah kurang lebih redaksinya.

Pelaku (red, teroris) datang memasuki mesjid dan menembaki setiap orang yang ditemuinya secara brutal tanpa ampun. Kejadian ini terjadi di hari Jum’at kepada jama’ah shalat Jum’at. Ironi kaum Muslimin yang menambah keperihan kian mendalam.

New Zealand selama ini aman-aman saja, Muslim dan Non Muslim hidup akur dan damai belum ada masalah. Kasus ini hadir untuk memberikan citra buruk kepada Islam bahwa Islam agama yang berbahaya dan harus dijauhi sebab Kaum Muslim hidup dalam kondisi tidak aman, inilah citra yang ingin dihadirkan musuh-musuh Islam untuk menghadirkan phobia terhadap ajaran Islam nan mulia.

Hak Asasi Manusia yang digembar-gemborkan barat tak mampu menepis setiap kedzaliman yang menimpa ummat manusia.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ada di tingkat Internasional dengan tentara keamanannya pun tak sanggup memberikan efek jera bagi pelaku kedzaliman dan kebiadaban yang merampas hak-hak manusia khususnya hak kaum Muslimin. 

Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya kasus kedzaliman, penjajahan, kebiadaban, pengabaian bahkan menghilangkan hak-hak kemanusiaan seperti yang terjadi di Syuri’ah, Aleppo, Palestina, Rohingya, Pattani, Xianjiang, Maroko dan masih banyak lagi sederetan kasus yang coba untuk dipaksa untuk dilupakan begitu saja dengan mengabaikannya dan semua korbannya itu tidak lain dan tidak bukan adalah kaum Muslimin.

Bahkan jauh dari itu semua, pelaku tindak kedzaliman tidak jarang adalah negara yang memiliki hak Veto di Mahkamah PBB seperti layaknya Amerika Serikat dan RRC. Dan juga tidak jarang konflik sengaja diciptakan untuk kepentingan politik tertentu.

Lalu, kemana HAM?? Yang menjaga hak-hak hidup dan hak-hak asasi setiap manusia?? Yang mestinya tampil layaknya polisi dunia yang membawa keamanan bagi setiap manusia secara internasional. Semua diam, tak bergeming.

Ini membuktikan bahwa HAM dan PBB tidak bekerja untuk keamanan kaum Muslimin tapi bekerja untuk menjaga kepentingan politik mereka. Mereka diam membisu saat kaum Muslimin berjatuhan menjadi korban.

Namun saat orang-orang non Islam yang menjadi korban, mereka langsung menuduh kaum Muslimin sebagai teroris. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh John Pilger diatas.

Padahal makna dari teroris itu sendiri adalah yang membuat gaduh, yang membuat rusuh, menciptakan ketidak nyamanan, merusak , bertindak dengan kekerasan. (Wikipedia)

Sementara penguasa negeri-negeri kaum Muslimin yang lain, tidak jauh beda sikap yang dapat diberikan. Bungkam tak bergeming bahkan hanya kecaman saja, sayup tak terdengar.

Hal ini tentu tak dapat membawa pengaruh pada korban terorisme. Sudah saatnya kaum Muslimin bangkit melawan terorisme ini yang hanya akan menciptakan rasa takut, phobia dan monsterisasi terhadap Islam, ajaran Islam dan pemeluknya. Karena terorisme merupakan salah satu cara musuh-musuh Islam untuk meracuni pemikiran umat manusia agar jauh dari Islam dan ajarannya yang benar.

Kondisi ini semakin menyadarkan kita, bahwa selama ummat kehilangan perisainya, maka akan selama itu pula ummat ini seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Kocar kacir tanpa ada yang peduli akan keamanan dan kesejahteraannya.

Sudah saatnya kita bangkit memperjuangkan Sistem Islam untuk menerapkan Syari’at secara keseluruhan di muka bumi ini. Karena hanya Islam lah satu-satunya aturan kehidupan yang mampu memuliakan manusia.

Menjamin setiap hak ummat manusia,  muslim dan non muslim. Yang mampu menjaga jiwa, kehormatan, akal, harta, keamanan, Aqidah, kesehatan semua dijamin untuk terpenuhi.

Keterbutuhan ummat akan sistem ini merupakan keterbutuhan yang sudah sangat mendesak dan tak dapat untuk ditunda lagi. Arus perjuangan harus lebih gesit lagi.

Memahamkan ummat akan solusi tuntas setiap permasalahan hidup ini yang berakar dari ketiadaan Khilafah sebagai ro’in dan Junnah bagi warga negaranya dan yang akan membawa kesatuan bagi seluruh kaum Muslimin yang ada di seluruh dunia, menjadikannya satu tubuh yang saling menguatkan, saling membela dan saling menjaga.

Kocar kacir tanpa ada yang peduli akan keamanan dan kesejahteraannya. Sudah saatnya kita bangkit memperjuangkan Sistem Islam untuk menerapkan Syari’at secara keseluruhan di muka bumi ini.

Karena hanya Islam lah satu-satunya aturan kehidupan yang mampu memuliakan manusia. Menjamin setiap hak ummat manusia,  muslim dan non muslim. Yang mampu menjaga jiwa, kehormatan, akal, harta, keamanan, Aqidah, kesehatan semua dijamin untuk terpenuhi.

Keterbutuhan ummat akan sistem ini merupakan keterbutuhan yang sudah sangat mendesak dan tak dapat untuk ditunda lagi. Arus perjuangan harus lebih gesit lagi.

Memahamkan ummat akan solusi tuntas setiap permasalahan hidup ini yang berakar dari ketiadaan Khilafah sebagai ro’in dan Junnah bagi warga negaranya dan yang akan membawa kesatuan bagi seluruh kaum Muslimin yang ada di seluruh dunia, menjadikannya satu tubuh yang saling menguatkan, saling membela dan saling menjaga.

Opini by : Milla Sari
Opini by : Milla Sari

Opini ini ditulis oleh Mila Sari, S.Th.I, kamu juga bisa menulis karyamu di belapendidikan, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah. Klik disini untuk kirim tulisan, Atau bisa kirim tulisan lewat email kami redaksi@belapendidikan.com

Tentang Penulis: Redaksian

Mas Hafiz
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya kita menyediakan media pembelajaran untuk anak. Dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan mempunyai wawasan yang luas.